Lompat ke isi

Meta Platforms

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Meta Platforms, Inc.
Meta Platforms, Inc. logo
Markas besar Meta di Menlo Park, California.
Markas besar Meta di Menlo Park, California.
Jenis Perusahaan publik
Didirikan 4 Februari 2004 di Cambridge, Massachusetts (sebagai Facebook, Inc.)
Pendiri Mark Zuckerberg
Eduardo Saverin
Andrew McCollum
Dustin Moskovitz
Chris Hughes
Kantor pusat Menlo Park, California, Amerika Serikat
Wilayah operasi Seluruh dunia (kecuali negara yang diblokir)
Operasional dan Keuangan
Tokoh kunci Mark Zuckerberg (Ketua Dewan dan CEO)
Susan Li (CFO)
Javier Olivan (COO)
Industri Teknologi informasi
Media sosial
Kecerdasan buatan
Realitas virtual
Produk Facebook
Instagram
WhatsApp
Messenger
Threads
Meta Quest
Pendapatan US$134,90 miliar (2023)
Laba bersih US$39,10 miliar (2023)
Total aset US$229,62 miliar (2023)
Karyawan ~67.317 (2023)
Anak perusahaan Reality Labs
WhatsApp Inc.
Instagram LLC
Giphy (historis)
Situs web
www.meta.com

Meta Platforms, Inc. (sebelumnya bernama Facebook, Inc. hingga tahun 2021), atau yang lebih sering disebut secara ringkas sebagai Meta, adalah sebuah perusahaan konglomerat teknologi multinasional Amerika Serikat yang berkantor pusat di Menlo Park, California. Perusahaan ini adalah pemegang kendali dan entitas induk atas beberapa platform media sosial dan layanan komunikasi terbesar di dunia, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, Messenger, dan Threads.

Meta dipandang sebagai salah satu perusahaan paling berharga di pasar saham global dan masuk ke dalam kelompok korporasi teknologi elit "Big Five" (Lima Besar) di industri teknologi informasi Amerika Serikat, berdiri sejajar dengan Alphabet (induk Google), Amazon, Apple, dan Microsoft.

Mayoritas substansial dari total pendapatan Meta—seringkali melebihi 95% di setiap laporan keuangan tahunan—berasal dari penjualan ruang periklanan daring bertarget (targeted advertising) yang disajikan di dalam ekosistem aplikasinya. Selain beroperasi sebagai raksasa media sosial, Meta juga mengekspansi lini bisnisnya secara agresif ke dalam sektor komputasi spasial (spatial computing), perangkat keras konsumen, dan kecerdasan buatan tergenerasi (generative AI). Lini perangkat keras mereka utamanya diproduksi oleh divisi Reality Labs, yang bertanggung jawab atas pengembangan kacamata realitas virtual (VR) bermerek Meta Quest.

Sejarah

2004–2011: Pendirian Facebook dan pertumbuhan

Akar sejarah perusahaan ini dimulai pada 4 Februari 2004 saat Mark Zuckerberg bersama teman-teman sekamarnya di Universitas Harvard meluncurkan platform jejaring sosial `thefacebook.com`. Entitas korporat ini awalnya diinkorporasi di negara bagian Florida pada musim semi 2004 dengan nama TheFacebook, LLC. Tak lama kemudian, perusahaan merekrut Sean Parker—pendiri Napster—sebagai presiden perusahaan pertamanya dan memindahkan basis operasi mereka ke Palo Alto, California.

Pada tahun 2005, nama perusahaan disederhanakan menjadi "Facebook, Inc." Pada periode ini hingga tahun 2011, perusahaan mengalami ledakan pertumbuhan yang eksponensial di seluruh dunia, menyerap ratusan juta pengguna harian dan mulai mengumpulkan investasi masif dari modal ventura (venture capital) serta perusahaan teknologi lain, termasuk Microsoft.

2012–2020: Penawaran umum perdana dan era akuisisi

Pada 1 Februari 2012, Facebook, Inc. mengajukan prospektus untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO). Proses penawaran di bursa efek NASDAQ ini akhirnya dilaksanakan pada 18 Mei 2012, meraup pendanaan pasar senilai US$16 miliar dan menjadikan perusahaan ini bernilai US$104 miliar saat pembukaan bursa, sebuah rekor valuasi tertinggi untuk perusahaan rintisan pada masa itu.

Berbekal likuiditas saham dan kas yang berlimpah, Facebook, Inc. mulai menerapkan strategi akuisisi agresif untuk mencaplok para pesaingnya. Perusahaan membeli platform berbagi foto Instagram senilai US$1 miliar pada April 2012. Langkah ini diikuti dengan akuisisi aplikasi komunikasi seluler WhatsApp senilai US$19 miliar pada Februari 2014, dan tak lama kemudian membeli produsen headset realitas virtual Oculus VR senilai US$2 miliar pada bulan Maret 2014. Rangkaian akuisisi ini mengonsolidasikan kekuasaan Facebook, Inc. atas infrastruktur komunikasi global pada dekade 2010-an.

2021–sekarang: Transisi nama (Rebranding) dan kecerdasan buatan

Pada Oktober 2021, di tengah tekanan publik akibat serangkaian krisis reputasi (termasuk kebocoran dokumen oleh pelapor pelanggaran Frances Haugen), Mark Zuckerberg secara resmi mengumumkan pergantian nama korporasi dari Facebook, Inc. menjadi Meta Platforms, Inc. Nama "Meta" diadopsi dari konsep Metaverse, yang merujuk pada visi masa depan Zuckerberg mengenai dunia maya komputasi tiga dimensi interaktif yang akan menggantikan internet seluler berbasis layar konvensional.

Pada tahun 2022, pergeseran operasional Apple terkait privasi pelacakan iklan (App Tracking Transparency) serta melambatnya ekonomi makro menyebabkan pendapatan perusahaan turun untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, sehingga memicu hilangnya lebih dari ratusan miliar dolar AS dari nilai kapitalisasi pasar Meta. Merespons krisis ini, Mark Zuckerberg mendeklarasikan tahun 2023 sebagai "Tahun Efisiensi", yang mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 21.000 karyawannya di seluruh dunia. Pada waktu yang bersamaan, Meta mulai mengalihkan fokus riset dan pengembangan raksasanya dari Metaverse menuju model bahasa besar (Large Language Models) dan kecerdasan buatan, salah satunya dengan merilis model AI open-source mereka yang bernama LLaMA.

Produk dan layanan utama

Perusahaan mengategorikan operasinya ke dalam dua segmen utama: "Family of Apps" (Keluarga Aplikasi) dan "Reality Labs" (Laboratorium Realitas).

Family of Apps

  • Facebook: Platform jejaring sosial perdana perusahaan dan yang terbesar di dunia berdasarkan jumlah pengguna aktif bulanan.
  • Instagram: Jaringan sosial berbagi visual, gambar, fitur Stories, dan video vertikal pendek (Reels).
  • WhatsApp: Layanan pesan instan dan panggilan suara terenkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) berbasis nomor telepon seluler.
  • Messenger: Layanan pesan instan dan layanan terintegrasi yang awalnya dibangun di dalam ekosistem Facebook, namun kini beroperasi sebagai aplikasi tersendiri.
  • Threads: Layanan mikrobloging teks berbasis Instagram yang diluncurkan pada Juli 2023 sebagai pesaing langsung platform X (sebelumnya Twitter).

Reality Labs dan perangkat keras

  • Meta Quest (sebelumnya Oculus): Lini produk perangkat keras headset realitas virtual dan tertambah (augmented reality).
  • Horizon Worlds: Permainan sosial realitas virtual secara massal yang digunakan sebagai titik awal pembentukan Metaverse mereka.
  • Kacamata Cerdas Ray-Ban Meta: Kacamata pintar yang dirancang bersama Ray-Ban, yang menyertakan kamera bawaan, peladen audio tersembunyi, serta asisten suara kecerdasan buatan "Meta AI".

Struktur korporat dan urusan hukum

Meta Platforms dikelola oleh dewan direksi yang dipimpin oleh pendirinya, Mark Zuckerberg. Perusahaan ini terkenal menerapkan sistem pembagian saham kelas ganda (dual-class stock). Dalam sistem ini, saham Kelas B memiliki 10 hak suara per lembar sahamnya, sementara saham Kelas A yang diperdagangkan ke publik hanya memiliki 1 hak suara. Karena Mark Zuckerberg mengontrol mayoritas absolut dari kepemilikan saham Kelas B, hal ini menjadikannya memiliki kekuatan pengambilan keputusan (hak suara) dominan lebih dari 50% di dalam perusahaan.

Kontroversi

Kekuasaan tak tertandingi atas aliran informasi digital, pengumpulan data biometrik, dan sistem periklanan menjadikan Meta sebagai target rutin investigasi antimonopoli dan gugatan hukum di berbagai yurisdiksi, khususnya di Uni Eropa dan Amerika Serikat.

  • Skandal Cambridge Analytica: Pada 2018, perusahaan dituduh lalai mengamankan infrastruktur API-nya, yang menyebabkan data psikografis puluhan juta pemilih dipanen tanpa izin oleh perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica. Meta setuju untuk membayar denda senilai miliaran dolar untuk menyelesaikan sengketa sipil ini.
  • Dampak kesehatan mental: Serangkaian studi mandiri dan investigasi jurnalistik menuding sistem rancangan antarmuka (khususnya pada Instagram) memicu depresi klinis pada kelompok demografis remaja usia sekolah.
  • Gugatan Antimonopoli: FTC mengajukan gugatan berkelanjutan yang mencoba memaksa Meta untuk menjual (spin-off) divisi Instagram dan WhatsApp, menuduh bahwa akuisisi historis tersebut dilakukan murni untuk mematikan kompetisi bisnis dan mempertahankan struktur monopoli absolut di industri media sosial daring.

Lihat pula

Referensi


Pranala luar