Threads (aplikasi)
|
|
|
|
Tampilan antarmuka linimasa pada aplikasi seluler Threads.
|
|
| Informasi Perangkat Lunak | |
|---|---|
| Pengembang | Instagram (bagian dari Meta Platforms) |
| Rilis awal | 5 Juli 2023 |
| Rilis stabil terakhir | Bervariasi berdasarkan platform |
| Sistem operasi | iOS, Android, Berbasis web |
| Ukuran | Bervariasi berdasarkan perangkat |
| Bahasa tersedia | Lebih dari 30 bahasa |
| Jenis | Layanan jejaring sosial, Mikrobloging |
| Lisensi | Perangkat lunak berpemilik gratis (Freeware) |
| Situs web | |
| threads.net | |
Threads (secara resmi dipasarkan sebagai Threads, an Instagram app) adalah sebuah layanan jejaring sosial daring dan platform mikrobloging yang dimiliki serta dioperasikan oleh perusahaan teknologi Amerika Serikat, Meta Platforms. Aplikasi ini dirancang dan dikelola secara langsung oleh tim pengembang Instagram.
Fungsionalitas utama Threads sangat serupa dengan platform mikrobloging kompetitornya, X (sebelumnya bernama Twitter). Pengguna platform ini dapat memublikasikan teks berdurasi pendek, mengunggah gambar dan video, membalas kiriman pengguna lain, menyukai (like), serta membagikan ulang kiriman (repost). Karena dibangun di atas infrastruktur pangkalan data Instagram, akun Threads terintegrasi secara fundamental dengan akun Instagram pengguna. Pada awal peluncurannya, pengguna bahkan diwajibkan untuk memiliki akun Instagram agar dapat mendaftar dan memindahkan informasi profil dasar, daftar pengikut, serta nama pengguna (username) mereka secara otomatis.
Threads diluncurkan secara global pada tanggal 5 Juli 2023, memanfaatkan momentum keresahan massal para pengguna Twitter terhadap serangkaian perubahan kebijakan kontroversial yang diterapkan oleh Elon Musk pasca-akuisisi jaringan tersebut. Peluncuran ini mencetak rekor historis dalam industri teknologi; Threads menembus angka 100 juta pengguna terdaftar hanya dalam kurun waktu lima hari pertama semenjak perilisannya, menjadikannya sebagai aplikasi perangkat lunak dengan pertumbuhan basis pengguna tercepat dalam sejarah, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh ChatGPT.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Latar belakang dan pengembangan
[sunting | sunting sumber]Ide pembuatan platform mikrobloging berbasis teks oleh Meta sudah menjadi perbincangan internal sejak akhir 2022. Gagasan ini mendapatkan traksi yang sangat kuat menyusul kekacauan operasional yang melanda saingan utama mereka, Twitter, setelah perusahaan tersebut diakuisisi oleh miliarder Elon Musk pada Oktober 2022. Pada masa itu, Meta melihat adanya celah pasar (market gap) dan permintaan yang besar dari kalangan pengiklan, figur publik, maupun pengguna awam yang menginginkan alternatif platform ruang publik digital yang lebih moderat dan stabil.
Proyek pengembangan aplikasi ini dimulai pada bulan Januari 2023 di bawah nama kode internal "Project 92". Secara internal, pimpinan eksekutif Meta mendeskripsikan proyek ini kepada para karyawannya sebagai "respons perusahaan terhadap Twitter". Mengingat infrastruktur sistem basis data (backend) yang digunakan dikembangkan di atas sistem yang telah mapan milik Instagram, tim insinyur Meta mampu merampungkan pembuatan aplikasi ini hanya dalam hitungan bulan.
Peluncuran dan ledakan pengguna
[sunting | sunting sumber]Awalnya dijadwalkan untuk dirilis pada akhir Juli, Meta mempercepat peluncuran aplikasi ini pada awal Juli guna memanfaatkan sentimen negatif publik yang memuncak ketika Twitter secara tiba-tiba membatasi jumlah cuitan (rate limit) yang dapat dibaca oleh para penggunanya per hari. Threads akhirnya diluncurkan secara resmi di platform peritel aplikasi App Store Apple dan Google Play Store pada tanggal 5 Juli 2023 di lebih dari 100 negara.
Pertumbuhan awal aplikasi ini sangat fenomenal. Dalam dua jam pertama, Threads berhasil menghimpun 2 juta pengguna; 10 juta dalam tujuh jam; 30 juta dalam 24 jam; dan secara resmi menyentuh tonggak 100 juta pengguna aktif terdaftar pada hari kelima (10 Juli 2023). Integrasi satu ketukan (one-tap) yang menghubungkan pengguna aktif Instagram yang telah mencapai miliaran dengan Threads secara luas diakui oleh analis teknologi sebagai katalis utama dari kesuksesan peluncuran tersebut.
Fitur dan fungsionalitas
[sunting | sunting sumber]Meskipun sering dijuluki sebagai "Twitter-killer" (pembunuh Twitter), fungsi dasar Threads identik dengan format platform mikrobloging standar:
- Batas Karakter dan Media: Pengguna dapat memublikasikan kiriman teks tunggal dengan panjang maksimal hingga 500 karakter. Kiriman tersebut dapat dilengkapi dengan maksimal 10 foto atau komidi putar visual (carousel), tautan situs eksternal, dan video dengan durasi pemutaran hingga maksimal 5 menit.
- Linimasa (Feed): Aplikasi ini memiliki dua tampilan umpan utama: "Untuk Anda" (For You) yang digerakkan oleh rekomendasi algoritma, dan "Mengikuti" (Following) yang murni diurutkan secara kronologis berdasarkan pengguna yang diikuti secara spesifik.
- Teks Suara dan Fitur Pencarian: Menambahkan variasi multimedia fungsional, Threads menyediakan fitur pengunggah pesan suara yang akan ditranskrip secara otomatis menjadi teks. Tersedia pula fitur pelacakan tagar tematik dan pencarian kata kunci secara menyeluruh.
- Integrasi Lintas Platform: Pengguna dapat membagikan (share) kiriman Threads mereka secara langsung ke sistem Instagram Stories maupun sebagai kiriman beranda Instagram standar.
Keterlibatan dengan Fediverse
[sunting | sunting sumber]Berbeda dari pendekatan kebiasaan lama (walled garden) yang kerap dilakukan oleh jejaring sosial raksasa, Meta secara publik merancang arsitektur Threads agar pada akhirnya kompatibel dengan ActivityPub, sebuah protokol jejaring sosial terdesentralisasi yang dikembangkan oleh W3C.
Adopsi teknologi ini (yang digulirkan secara bertahap pada 2024) memungkinkan aplikasi Threads menjadi bagian dari jaringan peladen federasi komunal (Fediverse). Ini berarti bahwa di masa mendatang, profil dan konten para pengguna Threads berpotensi dapat berinteraksi, diikuti, dan disebarkan ke platform jaringan media sosial desentralisasi mandiri lainnya seperti Mastodon atau WordPress, tanpa pengguna tersebut harus membuat akun baru di platform tujuan.
Kontroversi dan masalah teknis
[sunting | sunting sumber]- Tautan permanen dengan Instagram (Historis): Pada saat hari perdana peluncurannya, aturan main sistem dari perusahaan menetapkan bahwa para pengguna tidak bisa secara sepihak menghapus akun atau profil Threads mereka secara permanen tanpa ikut menghapus seluruh riwayat akun Instagram utama mereka. Aturan yang dikritik keras sebagai "taktik penyanderaan basis pengguna" ini pada akhirnya dipisahkan dan diubah oleh Meta pada akhir tahun 2023, yang akhirnya mengizinkan penghapusan profil mikrobloging tersebut secara independen.
- Pengumpulan Data (Data Harvesting): Kebijakan privasi aplikasi versi iOS mengindikasikan bahwa Threads dapat mengumpulkan rentetan spektrum data sensitif pengguna yang sangat meluas, termasuk rekam jejak kesehatan dan kebugaran, data perbankan finansial, histori penelusuran web, lokasi, hingga info daftar kontak.
- Pemblokiran peluncuran di Uni Eropa: Peluncuran global aplikasi ini pada awalnya tidak mencakup negara-negara anggota di seluruh yurisdiksi Uni Eropa. Pemblokiran peluncuran ini bersifat proaktif dari pihak Meta sendiri untuk menghindari sanksi penalti yang berakar pada ketatnya peraturan Undang-Undang Pasar Digital (Digital Markets Act / DMA) Eropa. Peraturan antipersaingan di Eropa melarang keras korporasi digital raksasa membagikan data identitas antarsistem secara otomatis (dalam kasus ini pencampuran basis data identitas antara aplikasi Instagram dengan Threads) tanpa persetujuan izin (consent) eksplisit penggunanya. Platform ini baru diluncurkan secara legal di Uni Eropa berbulan-bulan kemudian pada Desember 2023, setelah Meta memperkenalkan opsi akses mode "tanpa profil" bagi penduduk di wilayah benua tersebut.
- Moderasi politik: Pimpinan eksekutif Instagram, Adam Mosseri, telah menyatakan bahwa meskipun Threads tidak secara aktif memblokir konten seputar isu berita politik yang serius, algoritma mesin aplikasinya secara sengaja dirancang untuk tidak merekomendasikan atau mempromosikan unggahan semacam itu. Hal ini menuai kritik dari praktisi jurnalistik yang menganggap Meta berusaha mengebiri perdebatan publik ruang maya.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]

