Messenger (perangkat lunak)

Aplikasi dan platform pesan instan milik Meta Platforms

Messenger (sebelumnya secara resmi bernama Facebook Messenger dan masih sering disebut demikian secara informal) adalah sebuah layanan pesan instan dan platform perangkat lunak komunikasi berbasis VoIP yang dikembangkan oleh Meta Platforms, Inc. (sebelumnya Facebook, Inc.). Awalnya dikembangkan sebagai fitur obrolan terintegrasi di dalam situs web Facebook pada tahun 2008, perusahaan kemudian memisahkan layanan perpesanan ini menjadi aplikasi seluler independen untuk platform iOS dan Android pada tahun 2011, serta meluncurkan perangkat keras dan antarmuka web khusus pada tahun-tahun berikutnya.

Messenger
Messenger logo
Tampilan antarmuka beranda obrolan pada aplikasi Messenger.
Tampilan antarmuka beranda obrolan pada aplikasi Messenger.
Informasi Perangkat Lunak
Pengembang Meta Platforms, Inc.
Rilis awal 9 Agustus 2011
Rilis stabil terakhir Bervariasi berdasarkan platform
Sistem operasi Android, iOS, Windows, macOS, Berbasis web
Ukuran Bervariasi berdasarkan platform
Bahasa tersedia Tersedia dalam lebih dari 100 bahasa
Jenis Pesan instan, Voice over IP (VoIP)
Lisensi Perangkat lunak berpemilik gratis (Freeware)
Situs web
www.messenger.com

Aplikasi ini memungkinkan pengguna sistem ekosistem Meta untuk saling mengirim pesan teks dan pesan suara, melakukan panggilan suara dan panggilan video secara gratis, membagikan foto, video, dokumen, stiker digital, bereaksi terhadap pesan, serta berinteraksi dengan program bot obrolan. Meskipun layanan ini secara historis mewajibkan penggunanya untuk memiliki akun aktif di Facebook, arsitekturnya secara bertahap dikembangkan menjadi layanan multi-perangkat yang lebih komprehensif, memungkinkan pengguna untuk mendaftar menggunakan nomor telepon seluler saja, mirip dengan cara kerja aplikasi saudara mereka, WhatsApp.

Dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif di seluruh dunia, Messenger menduduki posisi sebagai salah satu layanan perpesanan digital paling banyak digunakan secara global, mendominasi pasar komunikasi di wilayah Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan beberapa negara di benua Eropa.

Sejarah

sunting

2008–2013: Facebook Chat dan aplikasi mandiri awal

sunting

Cikal bakal Messenger bermula pada 6 April 2008, ketika Facebook merilis fitur bernama Facebook Chat secara langsung pada bilah sisi antarmuka halaman beranda web pengguna. Mengikuti meningkatnya penetrasi pasar ponsel cerdas, Facebook mengakuisisi layanan perpesanan grup bernama Beluga pada Maret 2011 dan menggunakannya sebagai fondasi teknis untuk membangun aplikasi seluler tersendiri. Aplikasi terpisah pertama ini diluncurkan pada 9 Agustus 2011 untuk sistem operasi iOS dan Android dengan nama Facebook Messenger.

Selama periode ini, Facebook terus mengintegrasikan fungsi aplikasi ini secara mendalam. Pada tahun 2012, aplikasi mulai mendukung fungsionalitas pengiriman pesan teks seluler (SMS) terpadu pada ponsel Android, meskipun fitur SMS ini pada akhirnya ditarik dan dikembalikan beberapa kali di tahun-tahun berikutnya sebelum dihapus sepenuhnya pada 2023.

2014–2019: Pemisahan paksa dan era platform

sunting

Tahun 2014 merupakan titik krusial dalam sejarah operasional aplikasi ini. Pada bulan April 2014, pimpinan eksekutif Mark Zuckerberg mengumumkan kebijakan strategis yang sangat kontroversial: fungsionalitas pengiriman pesan akan dinonaktifkan secara penuh dari aplikasi seluler utama Facebook. Pengguna kini dipaksa (forced migration) untuk mengunduh dan memasang aplikasi Messenger secara terpisah jika mereka ingin terus mengirim dan menerima pesan obrolan melalui jaringan Facebook. Langkah ini dikritik habis-habisan oleh pengguna dan pengamat teknologi pada saat itu, namun terbukti sukses besar dari kacamata bisnis dalam melipatgandakan jumlah instalasi mandiri aplikasi tersebut.

Pada tahun 2015, Facebook memperkenalkan platform khusus Messenger for Business, memungkinkan bisnis komersial di ranah perniagaan elektronik untuk berinteraksi langsung secara tertutup dengan konsumen mereka terkait pembaruan pesanan, tanda terima digital, dan dukungan layanan pelanggan. Setahun kemudian, Facebook mengumumkan dukungan infrastruktur bagi API untuk pengembangan bot (Chatbots) bagi pengembang pihak ketiga, membuka jalan bagi layanan otomatis berteknologi AI di dalam obrolan.

2020–sekarang: Interoperabilitas Meta dan enkripsi

sunting

Merespons pandemi COVID-19 pada April 2020, di mana permintaan atas solusi konferensi video seperti Zoom meledak, Meta meluncurkan fitur Messenger Rooms. Fitur ini memungkinkan penyelenggaraan ruang obrolan video yang dapat menampung hingga 50 partisipan secara simultan tanpa batas waktu interupsi.

Pada akhir tahun 2020, perusahaan memulai proses peleburan (interoperabilitas) infrastruktur pesan instan miliknya secara internal. Hal ini memungkinkan pengguna platform Instagram Direct dan Messenger untuk saling berbalas pesan satu sama lain tanpa harus mengunduh aplikasi lain. Namun, kebijakan integrasi perpesanan ini dihentikan kembali oleh Meta pada pertengahan Desember 2023 dengan alasan penyesuaian strategi sistem (dan diisukan karena tekanan hukum dari regulator Uni Eropa).

Memasuki akhir tahun 2023, setelah berbulan-bulan tahap uji coba, Meta mulai menerapkan sistem enkripsi ujung-ke-ujung (End-to-End Encryption atau E2EE) secara bawaan (default) pada semua percakapan dan panggilan pribadi di Messenger, menyesuaikan standar keamanan privasinya dengan yang telah lama diimplementasikan pada WhatsApp.

Fitur utama

sunting
  • Pesan Multimedia: Selain pertukaran teks instan, platform ini mengizinkan pengguna untuk berbagi konten multimedia berupa foto, klip video bervolume tinggi, stiker animasi, berkas dokumen, animasi GIF, serta rekaman suara interaktif (voice memos).
  • Panggilan Audio dan Video: Menyediakan layanan VoIP baik untuk hubungan perseorangan (peer-to-peer) maupun panggilan kolektif di dalam obrolan grup. Panggilan video dilengkapi serangkaian efek kamera dengan teknologi realitas tertambah (AR) interaktif.
  • Messenger Rooms: Fasilitas pertemuan dan penyiaran video jarak jauh untuk mengakomodir hingga puluhan peserta, yang tautan undangannya dapat dibagikan kepada individu meskipun mereka tidak memiliki akun Facebook.
  • Bot Obrolan dan Bisnis: Pengguna berinteraksi dengan puluhan ribu program perangkat lunak otomatis dari berbagai jenama bisnis komersial, penyedia agregasi berita, hingga layanan perbankan yang berjalan melalui antarmuka pesan bawaan.
  • Fitur Permainan Instan: Platform ini sempat terkenal akan integrasi Facebook Instant Games, yang mengizinkan pengguna untuk berkompetisi memainkan berbagai variasi permainan HTML5 ringan di dalam jendela obrolan tanpa perlu mengunduh data eksternal tambahan.

Arsitektur teknis dan keamanan

sunting

Aplikasi Messenger secara historis berjalan pada arsitektur berbasis peladen awan terpusat, yang berarti seluruh riwayat log percakapan pengguna disimpan secara tersinkronisasi di pusat pangkalan data (data center) milik Meta. Hal ini memungkinkan transisi mulus saat pengguna berpindah dari perangkat seluler ke penjelajah web desktop, karena data secara langsung dimuat dari peladen, berbeda dengan arsitektur sinkronisasi lokal historis milik WhatsApp.

Pada awal pengembangannya, koneksi Messenger hanya diamankan dengan protokol TLS/SSL dari peretas eksternal, tetapi pesan tidak dienkripsi dari pihak Meta itu sendiri, sehingga karyawan berwenang dapat meninjau pesan yang ditandai atau dilaporkan karena melanggar panduan komunitas keamanan siber. Implementasi sistem protokol enkripsi absolut "Secret Conversations" yang bertumpu pada Signal Protocol telah ada sejak 2016, tetapi bersifat opsional (opt-in), sebelum perusahaan secara masif mengalihkan sistem utama tersebut menjadi bawaan permanen menjelang peralihan tahun 2024.

Kontroversi

sunting
  • Pemaksaan instalasi terpisah (2014): Keputusan mutlak Facebook untuk mencabut fitur obrolan dari aplikasi beranda utamanya memicu protes besar dari ratusan juta penggunanya, dengan keluhan luas bahwa kewajiban menginstal dua perangkat lunak terpisah yang berbeda akan menguras daya pakai memori dan baterai ponsel secara lebih intensif.
  • Masalah Privasi dan Pengumpulan Data Biometrik: Bersama semua layanan naungan induk perusahaannya, Messenger secara ketat dikritik oleh berbagai organisasi penjaga hak asasi warga digital karena jumlah poin perolehan data (data harvesting) yang ekstensif. Laporan dari berbagai media independen pada 2021 menemukan bahwa pada versi platform produk milik Apple, Messenger memanen proporsi jejak informasi log pengguna dan tautan identitas pengenal perangkat jauh lebih agresif dibandingkan kompetitor pesan instan anonim lainnya.
  • Eksploitasi anak-anak melalui Messenger Kids: Meta merilis versi khusus anak-anak yang didesain secara tertutup, bernama "Messenger Kids", dengan pengawasan akun orang tua. Namun, pada Juli 2019, ditemukan cacat struktural (bug) fatal pada desainnya yang justru memungkinkan ribuan anak kecil bergabung ke dalam ruang obrolan anonim bersama pihak orang dewasa tak dikenal tanpa melalui tahap persetujuan akun administrator, yang melanggar dasar-dasar regulasi COPPA.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting


Pranala luar

sunting