X (media sosial)
| Informasi Situs | |
|---|---|
| URL | x.com |
| Slogan | Blaze your glory! |
| Tipe situs | Layanan jejaring sosial, Mikrobloging |
| Komersial | Ya |
| Pendaftaran | Diperlukan untuk melihat dan berinteraksi dengan kiriman |
| Bahasa tersedia | Tersedia dalam berbagai bahasa |
| Sejarah dan Operasional | |
| Pemilik | X Corp. (entitas swasta yang dikendalikan oleh Elon Musk) |
| Pendiri | Jack Dorsey, Noah Glass, Biz Stone, dan Evan Williams (sebagai Twitter) |
| Tokoh kunci | Elon Musk (Ketua dan CTO) Linda Yaccarino (CEO) |
| Diluncurkan | 21 Maret 2006 (sebagai Twitter) 23 Juli 2023 (pengubahan merek menjadi X) |
| Ditulis dengan | C++, Java, Scala, Ruby on Rails (historis) |
| Status sekarang | Aktif |
X (sebelumnya bernama dan masih lazim dikenal luas sebagai Twitter) adalah sebuah layanan jejaring sosial dan platform mikrobloging daring berskala global yang dioperasikan oleh perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, X Corp. penerus dari Twitter, Inc. Platform ini memungkinkan pengguna terdaftarnya untuk memublikasikan, menyukai, membagikan, dan mengomentari kiriman teks singkat serta multimedia. Sebelum pengubahan merek pada pertengahan 2023, kiriman di platform ini secara ikonis disebut sebagai "tweet", dan aktivitas membagikan ulang kiriman disebut "retweet".
Secara historis, platform ini didirikan pada Maret 2006 oleh Jack Dorsey, Noah Glass, Biz Stone, dan Evan Williams, dan diluncurkan ke publik pada bulan Juli di tahun yang sama. Menggunakan maskot burung biru (Larry the Bird) yang sangat mudah dikenali, Twitter dengan cepat berevolusi menjadi salah satu situs web yang paling banyak dikunjungi di dunia. Desain aslinya yang membatasi unggahan teks hingga maksimal 140 karakter (yang kemudian ditingkatkan menjadi 280 karakter pada 2017) menciptakan budaya interaksi digital yang mengutamakan kecepatan, asimilasi informasi waktu-nyata (real-time), dan ringkasan pemikiran publik.
Platform ini memegang peran kultural dan sosiopolitik yang sangat vital pada dekade 2010-an, di mana situs ini secara luas digunakan sebagai alat diplomasi dunia modern, ruang rilis berita terkini bagi para jurnalis, medium peringatan tanggap darurat bencana, hingga wadah pergerakan aktivisme sipil masif seperti Musim Semi Arab (Arab Spring) dan #MeToo.
Pada bulan Oktober 2022, setelah melalui drama negosiasi dan pertarungan hukum yang panjang, miliarder dan pengusaha teknologi Elon Musk berhasil mengakuisisi Twitter, Inc. dengan nilai transaksi senilai US$44 miliar. Pembelian ini mengantarkan platform tersebut pada periode restrukturisasi operasi yang agresif, pergantian arah kebijakan kebebasan berbicara, hingga puncaknya pada 23 Juli 2023, di mana Musk secara sepihak mengubah identitas merek "Twitter" secara keseluruhan menjadi "X". Pengubahan ini merupakan bagian dari visi panjang Musk untuk mengubah jejaring sosial tersebut menjadi "aplikasi segalanya" (everything app), sebuah platform super yang mengintegrasikan media sosial dengan ekosistem sistem pembayaran digital, setara dengan WeChat di Tiongkok.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]2006–2007: Penciptaan dan masa perintisan
[sunting | sunting sumber]Konsep Twitter berawal dari sebuah sesi disikusi internal panjang (brainstorming) oleh para anggota dewan Odeo, sebuah perusahaan siniar (podcast). Jack Dorsey, yang saat itu berstatus sebagai mahasiswa sarjana di Universitas New York, memperkenalkan gagasan tentang sebuah layanan komunikasi berbasis pesan teks singkat (SMS) yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan sebuah kelompok kecil pertemanan terkait aktivitas apa yang sedang mereka lakukan saat itu.
Proyek ini pada awalnya diberi nama sandi "twttr", terinspirasi dari panjang domain lima karakter Flickr dan kode pendek SMS lima digit Amerika. Cuitan pertama di dunia dipublikasikan secara langsung oleh Dorsey pada tanggal 21 Maret 2006 pukul 9:50 malam dengan pesan berbunyi, "just setting up my twttr" (sedang mengatur twttr saya).
2007–2022: Pertumbuhan masif, era burung biru, dan IPO
[sunting | sunting sumber]Titik balik popularitas aplikasi ini meledak pada acara konferensi teknologi South by Southwest (SXSW) di Austin pada tahun 2007, di mana penggunaan cuitan harian meningkat dari 20.000 menjadi 60.000 cuitan per hari. Pada periode inilah komunitas pengguna mulai secara organik menciptakan berbagai fitur ikonik Twitter, seperti penggunaan tagar (#hashtag) untuk mengelompokkan topik, serta simbol "AT" (@) untuk membalas atau menyebut akun pengguna lain.
Menjelang tahun 2013, perusahaan mendaftarkan penawaran umum perdananya (IPO) di Bursa Efek New York (NYSE) dan mengumpulkan dana sekitar US$1,8 miliar. Selama satu dekade berikutnya, Twitter menjadi kekuatan dominan dalam diseminasi informasi global dan budaya pop, menjadi platform rujukan utama (de facto) bagi para kepala negara, selebritas, dan jurnalis. Meskipun pengaruh budayanya sangat besar, perusahaan ini secara historis berjuang keras secara finansial untuk mencetak keuntungan yang stabil dibandingkan dengan pesaingnya seperti Facebook atau Instagram.
2022–sekarang: Akuisisi oleh Elon Musk dan kelahiran X
[sunting | sunting sumber]Pada bulan April 2022, Elon Musk yang secara terbuka kerap mengkritik kebijakan moderasi Twitter yang dianggapnya mengekang hak kebebasan berpendapat, mengungkapkan bahwa ia telah membeli 9,1% saham perusahaan. Tak lama kemudian, Musk mengajukan penawaran akuisisi paksa (hostile takeover) senilai US$44 miliar untuk memprivatisasi perusahaan sepenuhnya. Setelah berbulan-bulan mencoba membatalkan kesepakatan tersebut dengan dalih masalah akun bot spam yang berujung pada gugatan hukum dari dewan direksi Twitter, Musk akhirnya merampungkan akuisisi pada 27 Oktober 2022.
Penyelesaian akuisisi ini memicu gelombang perombakan besar-besaran. Musk segera memecat jajaran eksekutif utama perusahaan, membubarkan dewan direksi, dan melancarkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mengeliminasi lebih dari 80% total tenaga kerja global Twitter dalam hitungan bulan. Pada April 2023, entitas legal "Twitter, Inc." secara resmi dihapuskan dari yurisdiksi bisnis dan digabung menjadi X Corp.
Pada tanggal 23 Juli 2023, Elon Musk mengumumkan pengubahan identitas (rebranding) radikal. Logo burung biru yang ikonis secara resmi diturunkan dari markas besar perusahaan di San Francisco dan antarmuka web, digantikan oleh sebuah logo silang geometris tunggal "X". Domain `twitter.com` mulai dialihkan dan diubah secara fundamental ke domain `x.com` setahun kemudian.
Fitur platform
[sunting | sunting sumber]Kiriman (Posts)
[sunting | sunting sumber]Sebelum tahun 2023, unggahan di aplikasi ini dikenal luas sebagai cuitan (tweets). Kiriman standar secara historis dibatasi hanya 140 karakter untuk kompatibilitas dengan format SMS lawas, sebelum dilonggarkan menjadi 280 karakter untuk seluruh pengguna pada tahun 2017. Pengguna dapat melampirkan jajak pendapat (polls), foto, format berkas GIF, dan video. Sistem platform ini menampilkan metrik publik mengenai jumlah seberapa kali kiriman tersebut dilihat, disukai, dibagikan ulang, di-bookmark, dan dikutip (Quote).
Tagar dan Trending Topic
[sunting | sunting sumber]Pengguna dapat mengelompokkan kiriman mereka dalam topik atau kategori dengan membubuhkan tanda pagar (#) di depan kata tanpa spasi. Algoritma situs web mengumpulkan dan menganalisis tagar maupun kata-kata spesifik yang digunakan secara masif dalam kurun waktu singkat, dan menampilkannya pada kolom Trending. Kolom ini menjadi indikator barometer langsung untuk peristiwa berita terkini (breaking news) secara global maupun regional.
X Premium (sebelumnya Twitter Blue)
[sunting | sunting sumber]Sebuah layanan berlangganan berbayar secara bulanan. Di bawah manajemen Elon Musk, tanda centang verifikasi (warna biru), yang sebelumnya diberikan secara gratis oleh perusahaan kepada individu publik ternama, jurnalis, dan institusi terverifikasi sebagai jaminan autentisitas antimanipulasi, diubah fungsionalitasnya murni menjadi tanda bukti bahwa pengguna tersebut berlangganan X Premium. Pelanggan berbayar ini diberikan perlakuan prioritas algoritma yang memunculkan akun mereka di urutan paling atas di setiap kolom balasan obrolan (replies), mengizinkan penulisan kiriman panjang (hingga 25.000 karakter), dan kemampuan mengedit kiriman yang telah diterbitkan.
Spaces
[sunting | sunting sumber]Diluncurkan pada tahun 2021 sebagai respons terhadap popularitas aplikasi Clubhouse, Spaces adalah fitur ruang diskusi audio murni yang memungkinkan penggunanya untuk menjadi tuan rumah percakapan obrolan suara interaktif (podcast interaktif secara waktu-nyata) bersama para pengikut mereka.
Komunitas (Communities)
[sunting | sunting sumber]Sebuah fitur ruang diskusi terkelompok layaknya forum Reddit atau Grup Facebook, di mana pengguna hanya dapat memublikasikan konten dan berinteraksi khusus dengan anggota grup yang memiliki minat topik spesifik (seperti teknologi, anime, atau olahraga) tanpa harus mengganggu aliran linimasa pengikut utama mereka.
Kontroversi dan permasalahan sistemik
[sunting | sunting sumber]Kekacauan Moderasi dan Eksodus Pengiklan
[sunting | sunting sumber]Di bawah kebijakan kebebasan berbicara absolut yang digaungkan oleh Musk, ribuan akun pengguna terkemuka yang sebelumnya diblokir secara permanen karena menyebarkan ujaran kebencian, konspirasi medis, provokasi ekstremisme bersenjata, dan pelecehan—termasuk mantan Presiden AS Donald Trump dan tokoh kanan jauh Alex Jones—diaktifkan kembali. Pelonggaran pedoman keselamatan daring (online safety) ini mendorong penarikan mundur massal oleh puluhan perusahaan korporat raksasa global (termasuk Apple, IBM, dan Disney) dari ekosistem periklanan X. Karena pendapatan utama platform ini sangat bertumpu pada iklan, eksodus ini secara kritis memangkas valuasi pasar perusahaan hingga kurang dari setengah dari harga pembelian aslinya pada awal 2024.
Disinformasi dan perombakan sistem centang
[sunting | sunting sumber]Komersialisasi tanda centang verifikasi pada awal akuisisi memicu krisis pencurian identitas besar-besaran (impersonation). Pengguna anonim berbayar menciptakan akun palsu yang menyerupai akun merek korporat, politikus politisi, maupun institusi pemerintah, dan menyebarkan berita palsu yang terlihat sangat resmi (misalnya, insiden akun tersamar Eli Lilly and Company yang mencuitkan bahwa produksi hormon Insulin digratiskan, yang menyebabkan saham farmasi asli perusahaan tersebut anjlok).
Regulator internasional, khususnya Uni Eropa di bawah regulasi Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act), juga melayangkan tuntutan legal terhadap X karena dianggap gagal mencegah jaringan peredaran materi ilegal dan disinformasi terstruktur secara luas pasca meletusnya Perang Israel–Hamas.
Pembatasan akses tayangan (Rate limits)
[sunting | sunting sumber]Pada awal Juli 2023, manajemen X secara tiba-tiba menerapkan pembatasan sistem mengenai jumlah kiriman yang dapat dibaca oleh pengguna non-berbayar, membatasi mereka hanya 600 tayangan per hari, untuk mencegah praktik ekstraksi data (web scraping) oleh perusahaan perangkat lunak AI. Hal ini secara efektif merusak fungsionalitas inti X sebagai jaringan berita berjalan, yang kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan pesaing, Meta Platforms, untuk mempercepat peluncuran dan menarik ratusan juta migrasi pengguna menuju aplikasi mikrobloging saingan, Threads.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]