Lompat ke isi

Menit

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Menit
Sebuah jam sukat mekanis peninggalan era Uni Soviet. Lingkaran kecil di bagian atas digunakan untuk menghitung menit, sementara jarum utama menghitung detik.
Sebuah jam sukat mekanis peninggalan era Uni Soviet. Lingkaran kecil di bagian atas digunakan untuk menghitung menit, sementara jarum utama menghitung detik.
Informasi umum
Sistem unit Satuan non-SI (diterima untuk digunakan bersama SI)
Besaran Waktu
Simbol min
Konversi kesetaraan
Dalam Unit SI dasar 60 detik
Dalam jam 1⁄60 jam
Dalam menit 1 menit
Dalam detik 60 detik

Menit adalah sebuah satuan waktu yang memiliki nilai setara dengan 1⁄60 dari satu jam, atau tepat 60 detik. Dalam sistem Waktu Universal Terkoordinasi (UTC), sebuah menit yang berada pada penghujung hari tertentu terkadang dapat memiliki 61 detik ketika detik kabisat disisipkan demi menjaga sinkronisasi jam sipil dengan rotasi Bumi. Walaupun menit bukan merupakan bagian dari unit baku Sistem Satuan Internasional, penggunaannya diterima secara luas dan diakui oleh Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan (BIPM) untuk dipakai beriringan dengan unit-unit SI.

Selain untuk mengukur waktu, istilah menit juga lazim digunakan dalam bidang geometri dan astronomi sebagai satuan ukuran sudut. Dalam konteks ini, satuan tersebut dinamakan menit busur (arcminute), yang setara dengan 1⁄60 dari satu derajat.

Simbol standar internasional yang resmi digunakan untuk melambangkan menit sebagai satuan waktu adalah min. Singkatan lain seperti m, mnt, atau tanda prima ('), tidak diakui secara ilmiah, karena "m" adalah simbol resmi untuk meter, sedangkan tanda prima secara baku dikhususkan untuk melambangkan menit busur pada pengukuran sudut dan koordinat spasial.

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Kata "menit" (dalam bahasa Inggris: minute) diserap dari terminologi Latin abad pertengahan, yaitu pars minuta prima, yang secara harfiah berarti "bagian kecil yang pertama".

Asal-usul linguistik ini merujuk pada kebiasaan para pakar matematika dan astronomi kuno yang menggunakan sistem perhitungan berbasis 60 (seksagesimal). Ketika mereka membagi satu jam ke dalam 60 bagian yang lebih kecil, bagian ini disebut sebagai "pecahan kecil pertama" (minuta prima). Saat bagian kecil ini dibagi lagi menjadi 60 bagian yang lebih kecil lagi, mereka menyebutnya pars minuta secunda ("bagian kecil yang kedua"), yang kelak diserap ke dalam perbendaharaan kata modern sebagai sekon atau detik. Sistem penamaan hierarkis ini pertama kali diperkenalkan secara tertulis oleh Ptolemeus pada abad ke-2 Masehi melalui karyanya, Almagest.

Sejarah penggunaan

[sunting | sunting sumber]

Konsep membagi waktu ke dalam fraksi 60 berasal dari peradaban kuno Babilonia yang mewarisi sistem bilangan seksagesimal dari peradaban Sumeria. Namun, pada era prasejarah dan antikuitas, konsep menit hanya digunakan sebagai perhitungan matematis teoretis di atas kertas (khususnya untuk menghitung pergerakan benda-benda langit), bukan untuk mencatat waktu sehari-hari.

Pada masa lalu, penunjuk waktu seperti jam matahari (sundial) dan jam air hanya mampu membagi waktu hari ke dalam satuan jam atau setengah jam. Masyarakat sipil tidak memiliki kebutuhan praktis untuk mengatur kehidupan mereka dalam presisi hitungan menit. Observasi sejarah menunjukkan bahwa ilmuwan Al-Biruni adalah tokoh pertama yang mulai menggunakan satuan waktu menit secara fungsional (beserta detik, ketiga, dan keempat) dalam serangkaian catatan astronomisnya pada abad ke-11.

Jam mekanis pertama yang menampilkan dial (layar jarum) penunjuk menit ditemukan pada abad ke-15 oleh ahli pembuat jam asal Jerman, Jost Burgi. Namun, jarum menit tersebut sering kali tidak akurat karena teknologi mekanika saat itu belum sempurna. Jarum menit baru menjadi alat pencatat waktu yang fungsional dan akurat untuk masyarakat luas setelah ilmuwan Belanda, Christiaan Huygens, menyempurnakan jam bandul (pendulum clock) pada tahun 1656. Berkat bandul yang berayun dengan ritme presisi yang disinkronkan dengan gir mekanis, masyarakat modern akhirnya dapat mulai menggunakan menit sebagai acuan standar kedisiplinan hidup sehari-hari, jadwal keberangkatan kereta, hingga ritme pekerjaan pabrik pada masa Revolusi Industri.

Definisi modern dan presisi

[sunting | sunting sumber]

Dalam ilmu pengukuran modern, satu menit waktu sepenuhnya bersandar pada definisi baku detik. Sejak tahun 1967, karena detik didefinisikan secara konstan melalui pergerakan radiasi atom sesium-133, durasi 1 menit murni (60 sekon) terkalibrasi secara mikroskopis oleh jaringan jam atom di seluruh dunia.

Karena perputaran poros Bumi yang terus melambat perlahan akibat pengereman dari gravitasi Bulan, jam atom akan secara kumulatif bergerak lebih cepat mendahului jam matahari. Untuk mencegah pergeseran ekstrem di masa depan, ilmuwan menyisipkan detik tambahan atau "detik kabisat". Ketika detik kabisat diaplikasikan—biasanya pada detik terakhir di bulan Juni atau Desember—menit terakhir pada hari tersebut akan berdurasi 61 detik secara resmi (hitungan detik akan berjalan dari 23:59:59 menuju 23:59:60 sebelum bergeser ke 00:00:00).

Menit busur (geometri)

[sunting | sunting sumber]

Dalam ilmu matematika, geometri, dan pemetaan, menit digunakan sebagai satuan ukur besaran sudut planar. Konsepnya berakar langsung dari tradisi Babilonia yang sama. Satu lingkaran penuh terdiri dari 360 derajat (360°), satu derajat dibagi menjadi 60 menit busur (60'), dan satu menit busur dibagi menjadi 60 detik busur (60").

Satuan menit busur digunakan secara mendasar untuk menentukan titik koordinat geografis di permukaan planet. Pada Khatulistiwa, ukuran 1 menit busur (1') dari garis bujur ataupun garis lintang secara kasar mencakup jarak spasial sekitar 1,852 kilometer atau persis 1 mil laut. Ukuran ini yang memungkinkan para navigator pelaut dan pilot pesawat perintis pada masa lalu untuk menghitung jarak presisi rute pelayaran dan penerbangan mereka di atas bola dunia sebelum munculnya teknologi GPS.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]


Pranala luar

[sunting | sunting sumber]