Jam (satuan waktu)
|
Sebuah muka jam mekanis standar. Jarum jam yang lebih pendek (menunjuk angka 1) digunakan untuk menandai posisi satuan jam.
|
|
| Informasi umum | |
|---|---|
| Sistem unit | Satuan non-SI (diterima untuk digunakan bersama SI) |
| Besaran | Waktu |
| Simbol | h |
| Konversi kesetaraan | |
| Dalam Unit SI dasar | 3.600 detik |
| Dalam jam | 1 jam |
| Dalam menit | 60 menit |
| Dalam detik | 3.600 detik |
Jam (sebagai satuan waktu) adalah sebuah satuan waktu yang secara konvensional memiliki nilai setara dengan 1⁄24 dari satu hari, atau persis 60 menit, dan 3.600 detik.
Simbol standar internasional untuk melambangkan satuan jam adalah h (diturunkan dari bahasa Latin: hora, atau bahasa Inggris: hour). Dalam bahasa Indonesia, kata "jam" juga secara luas merujuk pada instrumen atau alat penunjuk waktu (seperti jam dinding, arloji, atau jam tangan), namun dalam disiplin metrologi dan ilmu pasti, jam secara ketat merujuk pada durasi kuantitatif dari satuan waktu itu sendiri.
Meskipun bukan merupakan salah satu dari satuan dasar dalam Sistem Satuan Internasional, jam secara resmi diterima dan diakui oleh Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan (BIPM) untuk digunakan secara berdampingan dengan unit-unit SI, mengingat kepentingannya yang krusial dalam peradaban manusia dan catatan waktu historis.
Sejarah dan etimologi
[sunting | sunting sumber]Konsep membagi waktu siang dan malam ke dalam pecahan-pecahan yang diukur berakar dari kebudayaan prasejarah di wilayah Timur Tengah dan Mediterania.
Pembagian 12 jam (Mesir Kuno)
[sunting | sunting sumber]Konsep durasi yang menyerupai sistem "jam" pertama kali dikembangkan oleh peradaban Mesir Kuno sekitar tahun 1500 SM. Masyarakat Mesir kuno membagi siklus terang (siang hari) dan siklus gelap (malam hari) ke dalam masing-masing 12 bagian, sehingga menghasilkan siklus 24 bagian dalam satu hari penuh. Pemilihan angka 12 diyakini terkait dengan pengamatan astronomis terhadap 36 kelompok bintang (decan) di langit malam, di mana 12 di antaranya muncul melintasi cakrawala di sepanjang malam yang gelap, serta kebiasaan masyarakat Timur Dekat kuno yang menggunakan sistem perhitungan basis 12 (menghitung ruas jari dengan jempol).
Jam musiman (Seasonal hours)
[sunting | sunting sumber]Pada peradaban kuno, mulai dari Mesir, Yunani, hingga Romawi, durasi satu jam tidaklah konstan. Karena mereka mendefinisikan jam sebagai 1⁄12 dari durasi antara matahari terbit dan matahari terbenam, panjang sebuah "jam siang" akan jauh lebih lama pada puncak musim panas dibandingkan dengan pada musim dingin. Konsep ini dikenal sebagai jam musiman atau jam temporal. Pada masa itu, alat ukur seperti jam air (clepsydra) dan jam matahari sering kali harus dikalibrasi ulang atau menggunakan skala yang berbeda setiap bulannya untuk menyesuaikan dengan pergeseran musim.
Jam ekuinoksial (Equinoctial hours)
[sunting | sunting sumber]Konsep jam yang memiliki durasi tetap dan stabil sepanjang tahun pertama kali diusulkan oleh astronom Yunani Hipparkhos pada abad ke-2 SM. Ia mendefinisikan sebuah jam sebagai 1⁄24 dari keseluruhan rentang waktu hari surya (siang dan malam digabungkan). Karena durasi siang dan malam hanya berimbang tepat 12 jam pada hari ekuinoks, sistem ini dinamakan jam ekuinoksial. Namun, untuk waktu yang sangat lama, sistem durasi jam tetap ini hanya digunakan oleh para astronom dan ilmuwan secara teoretis, sementara warga sipil tetap menggunakan jam musiman.
Pergeseran besar-besaran dari jam musiman menuju jam ekuinoksial yang berdurasi tetap baru terjadi pada abad ke-14 di Eropa, seiring dengan penemuan jam mekanis. Gir mekanis pada jam menara tidak dapat menyesuaikan kecepatannya dengan musim, sehingga masyarakat secara bertahap mulai mengadopsi durasi jam konstan sepanjang tahun.
Konvensi pencatatan waktu sipil
[sunting | sunting sumber]Dalam tata kelola masyarakat modern, sebuah hari sipil dialokasikan ke dalam 24 jam. Terdapat dua format utama yang digunakan di seluruh dunia untuk mewakili waktu ini pada dial jam maupun layar jam digital:
Sistem 12-jam
[sunting | sunting sumber]Sistem 12-jam membagi rentang 24 jam ke dalam dua periode yang masing-masing berdurasi 12 jam.
- AM (Ante Meridiem, bahasa Latin untuk "sebelum tengah hari"): Periode dari tengah malam (00:00) hingga menjelang tengah hari (11:59).
- PM (Post Meridiem, bahasa Latin untuk "setelah tengah hari"): Periode dari tengah hari (12:00) hingga menjelang tengah malam (23:59).
Sistem ini diadopsi secara luas di Amerika Serikat, wilayah-wilayah persemakmuran Britania Raya, beberapa negara di Amerika Latin, dan Filipina.
Sistem 24-jam
[sunting | sunting sumber]Sistem 24-jam menghitung waktu secara berkelanjutan dari 00:00 (tengah malam) hingga 23:59. Sistem ini merupakan standar internasional yang ditetapkan oleh ISO 8601 dan diandalkan dalam ranah militer, medis, navigasi penerbangan, serta astronomi untuk menghindari kebingungan fatal yang mungkin timbul antara AM dan PM. Sebagian besar negara di dunia (termasuk Indonesia) menggunakan format 24 jam dalam dokumen administratif resmi dan jadwal perjalanan publik.
Definisi modern
[sunting | sunting sumber]Secara ilmiah dalam sistem SI modern, satu jam secara eksak didefinisikan sebagai 3.600 detik, di mana setiap detik tersebut diukur menggunakan standar jam atom sesium mutlak.
Pada praktiknya di zona waktu sipil yang menggunakan standar Waktu Universal Terkoordinasi (UTC), durasi jam tertentu dapat terdiri dari 3.601 detik atau 3.599 detik, tergantung pada penambahan atau pengurangan detik kabisat yang ditentukan oleh Layanan Sistem Referensi Rotasi Bumi Internasional (IERS) demi mensinkronkan jam atom dengan perlambatan pergerakan poros Bumi.
Satuan turunan komposit
[sunting | sunting sumber]Meskipun jam bukan satuan SI, jam sangat lazim dikombinasikan dengan satuan ukur standar lainnya untuk menghasilkan satuan turunan yang mendefinisikan rate (rasio perubahan) atau kapasitas dalam ranah fisika dan keteknikan:
- Kilometer per jam (km/h): Satuan baku yang digunakan pada rambu lalu lintas dan penunjuk laju kecepatan pada spidometer kendaraan.
- Kilowatt-jam (kWh): Satuan yang sering digunakan dalam perindustrian dan tagihan utilitas untuk menyatakan jumlah total energi listrik (1 kWh setara dengan energi konstan sebesar 1.000 watt yang digunakan selama durasi satu jam, atau 3,6 megajoule).
- Ampere-jam (Ah): Satuan yang mewakili muatan listrik atau besaran kapasitas penyimpanan energi pada baterai. (1 Ah setara dengan 3.600 Coulomb).
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
|
||||||||||||||
