Alat musik petik
| Nama lain | Instrumen petik, plucked string instruments |
|---|---|
| Komponen utama | Senar, Fret, Kuda-kuda, Kotak suara |
| Alat pemetik | Jari tangan, kuku, plektrum (pemetik), kuku buatan |
| Bahan senar | Nilon, Baja, Kawat, Sutra, usus hewan |
| Mekanisme suara | Petikan (plucking) yang menyebabkan getaran transien pada dawai |
| Subjek terkait | Luthier, Tablatur, Akustik, Fingerstyle |
| Klasifikasi | Kordofon / Alat musik dawai |
| Anggota keluarga | Gitar, Harpa, Ukulele, Kecapi, Sasando, Banjo, Oud |
Alat musik petik ( bahasa Inggris: 'plucked string instruments' ) adalah subkelompok dari keluarga alat musik dawai (kordofon) yang menghasilkan bunyi dengan cara memetik senar atau dawai yang diregangkan. Berbeda dengan instrumen gesek yang menghasilkan suara berkelanjutan, alat musik petik menghasilkan suara bersifat transien—di mana suara mencapai puncak intensitasnya dengan cepat saat dipetik dan kemudian meluruh (decay) secara perlahan.
Instrumen petik merupakan salah satu kategori alat musik paling populer di dunia karena fleksibilitasnya dalam memainkan melodi, akor, maupun ritme secara bersamaan.
Mekanisme Produksi Suara
[sunting | sunting sumber]Bunyi Nada alat musik petik dihasilkan melalui beberapa tahap fisik:
- Eksitasi: Pemain memberikan energi Nada senar dengan menariknya sedikit dari posisi diam menggunakan jari atau plektrum, lalu melepaskannya secara tiba-tiba.
- Getaran Dawai: Senar yang dilepaskan bergetar Nada frekuensi tertentu yang ditentukan oleh panjang, tegangan, dan massa jenis senar tersebut.
- Amplifikasi Akustik: Getaran senar yang relatif lemah disalurkan melalui kuda-kuda (bridge) ke badan instrumen (resonator). Udara di dalam badan instrumen ikut bergetar dan memancarkan suara yang lebih keras melalui lubang suara.
Klasifikasi Berdasarkan Struktur
[sunting | sunting sumber]Alat musik petik memiliki berbagai bentuk konstruksi yang mempengaruhi cara memainkannya:
- Lute (Kecapi Berleher): Memiliki badan dan leher (neck) tempat pemain menekan senar untuk mengubah nada. Contoh: Gitar, Oud, Pipa.
- Zither (Kecapi Tanpa Leher): Senar diregangkan di atas seluruh badan instrumen. Contoh: Kecapi, Zheng, Koto.
- Harpa: Senar diregangkan secara tegak lurus terhadap badan resonansi. Contoh: Harpa, Kora.
- Harpa-Lute: Gabungan karakteristik keduanya. Contoh: Sasando dari Rote Ndao, Indonesia.
Teknik Memetik
[sunting | sunting sumber]Terdapat berbagai cara untuk mengeksitasi senar Nada instrumen petik:
- Jari Tangan (Fingerpicking): Menggunakan ujung jari atau kuku secara langsung, memungkinkan permainan beberapa nada secara polifonik.
- Plektrum (Pick): Menggunakan alat bantu kecil dari plastik atau tulang untuk menghasilkan suara yang lebih tajam dan keras.
- Kuku Buatan (Fingerpicks): Sering digunakan Nada permainan Banjo atau Sitar untuk meningkatkan volume dan kejelasan nada.
Instrumen Petik Tradisional Indonesia
[sunting | sunting sumber]Indonesia memiliki kekayaan instrumen petik yang sangat unik secara organologi:
- Sasando: Instrumen khas Nusa Tenggara Timur yang menggunakan daun lontar sebagai resonator alami.
- Kecapi: Instrumen utama dalam Tembang Sunda yang memiliki bentuk perahu atau kotak.
- Sape: Instrumen petik khas suku Dayak di Kalimantan yang terbuat dari kayu tunggal yang dipahat.
- Hasapi: Kecapi dua senar dari daerah Batak, Sumatera Utara.