Lompat ke isi

Akor

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Revisi sejak 12 Maret 2026 17.33 oleh Admin (bicara | kontrib)
Akor
Representasi kumpulan akor untuk alat musik gitar
Representasi kumpulan akor untuk alat musik gitar
Nama lain Korda, chord
Klasifikasi Elemen Musik
Subjek terkait Harmoni, Teori musik, Nada, Skala musik

Akor ( bahasa Inggris: chord ) adalah kumpulan tiga nada atau lebih yang dimainkan secara bersamaan (atau secara berurutan sebagai arpeggio) untuk menghasilkan suatu harmoni. Dalam teori musik, akor biasanya dibangun di atas sebuah nada dasar dengan penambahan interval-interval tertentu, paling umum adalah interval tutis (third) dan kelima (fifth).

Akor berfungsi sebagai dasar harmoni dalam sebagian besar musik Barat dan musik populer dunia. Penggunaan rangkaian akor dalam sebuah lagu dikenal dengan istilah progresif akor atau progresi akor, yang berfungsi untuk memberikan struktur emosional dan melodi pada sebuah komposisi musik.

Konstruksi dan Struktur

Struktur dasar sebuah akor yang paling umum adalah triad, yaitu akor yang terdiri dari tiga nada berbeda. Komponen utama pembentuk triad meliputi:

  • Nada Dasar (Root): Nada yang menjadi landasan dan penentu nama akor.
  • Nada Terst (Third): Nada ketiga dari skala dasar yang menentukan kualitas akor (mayor atau minor).
  • Nada Kuint (Fifth): Nada kelima dari skala dasar yang memperkuat stabilitas suara akor.

Jenis-Jenis Akor

Berdasarkan interval antara nada-nada penyusunnya, akor diklasifikasikan menjadi empat kualitas utama:

Akor Mayor

Akor mayor memiliki kesan suara yang cerah, stabil, dan ceria. Terdiri dari nada dasar, terst mayor (4 semitone), dan kuint murni (7 semitone). Contoh: C-E-G.

Akor Minor

Akor minor sering kali dipersepsikan memiliki kesan suara yang sedih, gelap, atau melankolis. Terdiri dari nada dasar, terst minor (3 semitone), dan kuint murni (7 semitone). Contoh: C-Eb-G.

Akor Diminished

Akor ini memiliki kesan suara yang tegang dan tidak stabil (disonansi). Terdiri dari tumpukan interval terst minor. Contoh: C-Eb-Gb.

Akor Augmented

Akor augmented memiliki kesan suara yang mengambang atau misterius. Terdiri dari nada dasar, terst mayor, dan kuint yang dinaikkan (augmented fifth). Contoh: C-E-G#.

Fungsi dalam Harmoni

Dalam sistem tonal, akor memiliki fungsi spesifik dalam sebuah tangga nada:

  1. Tonika (I): Akor rumah yang memberikan kesan penyelesaian atau istirahat.
  2. Dominan (V): Akor yang menciptakan ketegangan kuat yang menuntut penyelesaian kembali ke Tonika.
  3. Subdominan (IV): Akor yang berfungsi sebagai jembatan atau pengembang harmoni menuju Dominan.

Notasi Akor

Akor dapat dituliskan dalam berbagai bentuk notasi:

  • Notasi Huruf: Menggunakan huruf kapital seperti C, Am, G7, atau Dmaj7.
  • Angka Romawi: Digunakan dalam analisis harmoni untuk menunjukkan tingkatan akor dalam sebuah tangga nada (misalnya: I, IV, V).
  • Notasi Balok: Menuliskan nada-nada penyusun secara vertikal pada garis paranada.