Bahasa resmi: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Bot Pemeliharaan Otomatis: Patrol, Templating, Formatting, & Smart Wikilink. |
||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
}} | }} | ||
'''Bahasa resmi''' adalah sebuah [[bahasa]] yang diberikan status hukum secara khusus oleh suatu [[negara]], [[negara bagian]], atau yurisdiksi tertentu. Secara umum, bahasa resmi merupakan bahasa yang digunakan dalam lingkungan pemerintahan, [[sistem hukum]], administrasi publik, dan dokumen kenegaraan (seperti [[undang-undang]] dan peraturan resmi). Istilah ini tidak secara otomatis merujuk pada bahasa yang paling banyak digunakan oleh populasi di suatu wilayah, melainkan bahasa yang ditetapkan oleh [[pemerintah]] untuk keperluan operasional dan birokrasi. | '''[[Bahasa]] resmi''' adalah sebuah [[bahasa]] yang diberikan status hukum secara khusus oleh suatu [[negara]], [[negara bagian]], atau yurisdiksi tertentu. Secara umum, bahasa resmi merupakan bahasa yang digunakan dalam lingkungan pemerintahan, [[sistem hukum]], administrasi publik, dan dokumen kenegaraan (seperti [[undang-undang]] dan peraturan resmi). Istilah ini tidak secara otomatis merujuk pada bahasa yang paling banyak digunakan oleh populasi di suatu wilayah, melainkan bahasa yang ditetapkan oleh [[pemerintah]] untuk keperluan operasional dan birokrasi. | ||
Hampir separuh dari negara-negara di dunia memiliki bahasa resmi. Beberapa negara, seperti [[Indonesia]] dan [[Prancis]], hanya memiliki satu bahasa resmi, sedangkan negara lain, seperti [[Afrika Selatan]], [[India]], dan [[Swiss]], mengakui banyak bahasa resmi untuk mengakomodasi keragaman etnis dan linguistik di wilayah mereka. Di sisi lain, terdapat pula negara yang tidak memiliki bahasa resmi secara ''[[de jure]]'' (berdasarkan hukum) di tingkat federal, seperti [[Amerika Serikat]] dan [[Britania Raya]], meskipun bahasa Inggris berfungsi sebagai bahasa resmi secara ''[[de facto]]'' (dalam praktik nyata). | Hampir separuh dari negara-negara di dunia memiliki bahasa resmi. Beberapa negara, seperti [[Indonesia]] dan [[Prancis]], hanya memiliki satu bahasa resmi, sedangkan negara lain, seperti [[Afrika Selatan]], [[India]], dan [[Swiss]], mengakui banyak bahasa resmi untuk mengakomodasi keragaman etnis dan linguistik di wilayah mereka. Di sisi lain, terdapat pula negara yang tidak memiliki bahasa resmi secara ''[[de jure]]'' (berdasarkan hukum) di tingkat federal, seperti [[Amerika Serikat]] dan [[Britania Raya]], meskipun bahasa Inggris berfungsi sebagai bahasa resmi secara ''[[de facto]]'' (dalam praktik nyata). | ||
== Sejarah dan Perkembangan == | == [[Sejarah]] dan Perkembangan == | ||
Konsep bahasa resmi mulai berkembang seiring dengan munculnya [[negara bangsa]] pada masa pasca-[[Abad Pertengahan]] di [[Eropa]]. Sebelumnya, pada masa kuno, [[Kekaisaran Romawi]] menggunakan [[bahasa Latin]] dan [[bahasa Yunani]] sebagai bahasa administrasi, meskipun berbagai bahasa lokal tetap digunakan oleh penduduk taklukan. | Konsep bahasa resmi mulai berkembang seiring dengan munculnya [[negara bangsa]] pada masa pasca-[[Abad Pertengahan]] di [[Eropa]]. Sebelumnya, pada masa kuno, [[Kekaisaran Romawi]] menggunakan [[bahasa Latin]] dan [[bahasa Yunani]] sebagai bahasa administrasi, meskipun berbagai bahasa lokal tetap digunakan oleh penduduk taklukan. | ||
Pada abad ke-16, [[Ordonansi Villers-Cotterêts]] (1539) yang dikeluarkan oleh Raja [[François I dari Prancis|François I]] menetapkan bahasa Prancis sebagai satu-satunya bahasa yang sah untuk dokumen hukum dan administrasi di [[Prancis]], menggantikan bahasa Latin. Hal ini merupakan salah satu contoh pertama dari penetapan bahasa resmi secara formal oleh sebuah entitas negara modern untuk menyatukan populasi yang memiliki beragam [[dialek]]. | Pada abad ke-16, [[Ordonansi Villers-Cotterêts]] (1539) yang dikeluarkan oleh Raja [[François [[I]] dari Prancis|François I]] menetapkan bahasa Prancis sebagai satu-satunya bahasa yang sah untuk dokumen hukum dan administrasi di [[Prancis]], menggantikan bahasa Latin. Hal ini merupakan salah satu contoh pertama dari penetapan bahasa resmi secara formal oleh sebuah entitas negara modern untuk menyatukan populasi yang memiliki beragam [[dialek]]. | ||
Di era [[kolonialisme]], negara-negara Eropa seperti [[Spanyol]], [[Portugal]], [[Britania Raya]], dan Prancis sering kali memaksakan bahasa mereka sebagai bahasa resmi di wilayah jajahan. Akibatnya, hingga saat ini, banyak negara pasca-kolonial di [[Afrika]] dan [[Amerika Latin]] yang masih menggunakan bahasa mantan penjajah mereka sebagai bahasa resmi demi menjaga netralitas antaretnis di dalam negeri atau untuk memfasilitasi urusan internasional. | Di era [[kolonialisme]], negara-negara Eropa seperti [[Spanyol]], [[Portugal]], [[Britania Raya]], dan Prancis sering kali memaksakan bahasa mereka sebagai bahasa resmi di wilayah jajahan. Akibatnya, hingga saat ini, banyak negara pasca-kolonial di [[Afrika]] dan [[Amerika Latin]] yang masih menggunakan bahasa mantan penjajah mereka sebagai bahasa resmi demi menjaga netralitas antaretnis di dalam negeri atau untuk memfasilitasi urusan internasional. | ||
| Baris 36: | Baris 36: | ||
* '''[[Afrika Selatan]]:''' Pasca-era [[Apartheid]], negara ini menetapkan 11 (kemudian menjadi 12 pada tahun 2023 dengan diakuinya bahasa isyarat) bahasa resmi untuk memberikan pengakuan setara terhadap bahasa-bahasa pribumi seperti [[bahasa Zulu]] dan [[bahasa Xhosa]], di samping bahasa Inggris dan [[bahasa Afrikaans]]. | * '''[[Afrika Selatan]]:''' Pasca-era [[Apartheid]], negara ini menetapkan 11 (kemudian menjadi 12 pada tahun 2023 dengan diakuinya bahasa isyarat) bahasa resmi untuk memberikan pengakuan setara terhadap bahasa-bahasa pribumi seperti [[bahasa Zulu]] dan [[bahasa Xhosa]], di samping bahasa Inggris dan [[bahasa Afrikaans]]. | ||
== Penggunaan di Organisasi Internasional == | == Penggunaan di [[Organisasi]] Internasional == | ||
Selain negara, [[organisasi internasional]] juga menetapkan bahasa resmi untuk mengatur jalannya pertemuan, penerjemahan dokumen, dan komunikasi antaranggota. | Selain negara, [[organisasi internasional]] juga menetapkan bahasa resmi untuk mengatur jalannya pertemuan, penerjemahan dokumen, dan komunikasi antaranggota. | ||
* '''[[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] (PBB):''' Memiliki enam bahasa resmi, yaitu [[bahasa Arab]], [[bahasa Mandarin]], [[bahasa Inggris]], [[bahasa Prancis]], [[bahasa Rusia]], dan [[bahasa Spanyol]]. | * '''[[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] (PBB):''' Memiliki enam bahasa resmi, yaitu [[bahasa Arab]], [[bahasa Mandarin]], [[bahasa Inggris]], [[bahasa Prancis]], [[bahasa Rusia]], dan [[bahasa Spanyol]]. | ||