Lompat ke isi

Getuk: Perbedaan antara revisi

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Tidak ada ringkasan suntingan
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
(5 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 5: Baris 5:
| keterangan    =
| keterangan    =
| nama_lain      = Gethuk
| nama_lain      = Gethuk
| asal          = [[Indonesia]]
| asal          = Indonesia
| wilayah        = [[Jawa Tengah]], [[Jawa Timur]]
| wilayah        = Jawa Tengah, Jawa Timur
| bahan_utama    = [[Singkong]] (ubi kayu), [[Gula]], [[Kelapa]] parut
| bahan_utama    = [[Singkong]] (ubi kayu), Gula, Kelapa parut
| variasi        = Getuk lindri, getuk goreng, getuk tumpuk
| variasi        = Getuk lindri, getuk goreng, getuk tumpuk
}}
}}
'''Getuk''' atau dalam bahasa Jawa ditulis sebagai '''gethuk''' {{lang|Jawa|ꦗꦼꦦꦸꦏ꧀}} adalah salah satu [[makanan tradisional Indonesia]] yang berbahan dasar utama ubi kayu atau [[singkong]]. Penganan ini sangat populer di wilayah [[Jawa Tengah]] dan [[Jawa Timur]]. Istilah "getuk" sendiri merujuk pada proses pembuatannya, di mana singkong yang telah direbus kemudian dihancurkan atau ditumbuk (''getuk'' dalam terminologi lokal) hingga menjadi adonan yang lembut dan [[padat]].
'''Getuk''' atau dalam [[Bahasa|bahasa]] Jawa ditulis sebagai '''gethuk''' {{lang|Jawa|ꦗꦼꦦꦸꦏ꧀}} adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang berbahan dasar utama ubi kayu atau [[singkong]]. Penganan ini sangat populer di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Istilah "getuk" sendiri merujuk pada proses pembuatannya, di mana [[Singkong|singkong]] yang telah direbus kemudian dihancurkan atau ditumbuk (''getuk'' dalam terminologi lokal) hingga menjadi adonan yang lembut dan padat.


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Getuk diyakini telah ada sejak zaman penjajahan Jepang di Indonesia. Pada masa itu, masyarakat kesulitan mendapatkan [[beras]] sebagai bahan pangan pokok, sehingga mereka beralih memanfaatkan singkong yang melimpah. Penduduk di wilayah [[Magelang]], Jawa Tengah, sering dianggap sebagai pelopor yang mempopulerkan berbagai variasi getuk hingga menjadi komoditas kuliner yang dikenal secara luas seperti sekarang.
Getuk diyakini telah ada sejak zaman penjajahan Jepang di Indonesia. Pada masa itu, masyarakat kesulitan mendapatkan beras sebagai bahan pangan pokok, sehingga mereka beralih memanfaatkan [[Singkong|singkong]] yang melimpah. Penduduk di wilayah Magelang, Jawa Tengah, sering dianggap sebagai pelopor yang mempopulerkan berbagai variasi getuk hingga menjadi komoditas kuliner yang dikenal secara luas seperti sekarang.


== Jenis dan Variasi ==
== Jenis dan Variasi ==
Baris 19: Baris 19:


=== Getuk Biasa ===
=== Getuk Biasa ===
Getuk ini merupakan bentuk yang paling sederhana. Singkong yang sudah direbus ditumbuk bersama gula kelapa (gula merah) hingga halus dan berwarna cokelat, kemudian diiris kotak-kotak dan disajikan dengan parutan kelapa di atasnya.
Getuk ini merupakan bentuk yang paling sederhana. [[Singkong|Singkong]] yang sudah direbus ditumbuk bersama gula kelapa (gula merah) hingga halus dan berwarna cokelat, kemudian diiris kotak-kotak dan disajikan dengan parutan kelapa di atasnya.


=== Getuk Lindri ===
=== Getuk Lindri ===
'''Getuk lindri''' adalah variasi yang lebih modern di mana adonan singkong digiling halus menggunakan alat khusus sehingga membentuk guratan memanjang seperti mie yang kemudian dipotong rapi. Getuk lindri biasanya diberi pewarna makanan yang menarik (seperti merah muda, kuning, atau hijau) dan diberi aroma [[panili]].
'''Getuk lindri''' adalah variasi yang lebih modern di mana adonan [[Singkong|singkong]] digiling halus menggunakan alat khusus sehingga membentuk guratan memanjang seperti mie yang kemudian dipotong rapi. Getuk lindri biasanya diberi pewarna makanan yang menarik (seperti merah muda, kuning, atau hijau) dan diberi aroma panili.


=== Getuk Goreng ===
=== Getuk Goreng ===
Variasi ini sangat khas dari daerah [[Sokaraja, Banyumas|Sokaraja]], [[Banyumas]]. Getuk goreng dibuat dengan cara menggoreng kembali adonan getuk yang sudah jadi, sehingga menghasilkan tekstur luar yang renyah namun tetap lembut dan manis di bagian dalam.
Variasi ini sangat khas dari daerah [[Sokaraja, Banyumas|Sokaraja]], Banyumas. Getuk goreng dibuat dengan cara menggoreng kembali adonan getuk yang sudah jadi, sehingga menghasilkan tekstur luar yang renyah namun tetap lembut dan manis di bagian dalam.


== Proses Pembuatan ==
== Proses Pembuatan ==
Secara teknis, pembuatan getuk profesional melibatkan tahapan berikut:
Secara teknis, pembuatan getuk profesional melibatkan tahapan berikut:
# '''Pemilihan Bahan:''' Menggunakan singkong kualitas tinggi yang tidak "benyek" atau terlalu berserat.
# '''Pemilihan Bahan:''' Menggunakan [[Singkong|singkong]] kualitas tinggi yang tidak "benyek" atau terlalu berserat.
# '''Pengukusan:''' Singkong dikupas, dicuci, lalu dikukus hingga matang sempurna.
# '''Pengukusan:''' [[Singkong|Singkong]] dikupas, dicuci, lalu dikukus hingga matang sempurna.
# '''Penumbukan (Mashing):''' Dalam keadaan masih panas, singkong ditumbuk bersama dengan gula (gula pasir atau gula merah) dan sedikit garam. Proses ini krusial untuk memastikan gula menyatu sempurna dengan pati singkong.
# '''Penumbukan (Mashing):''' Dalam keadaan masih panas, [[Singkong|singkong]] ditumbuk bersama dengan gula (gula pasir atau gula merah) dan sedikit garam. Proses ini krusial untuk memastikan gula menyatu sempurna dengan pati [[Singkong|singkong]].
# '''Pencetakan:''' Adonan yang sudah kalis dipadatkan atau digiling sesuai dengan jenis getuk yang diinginkan.
# '''Pencetakan:''' Adonan yang sudah kalis dipadatkan atau digiling sesuai dengan jenis getuk yang diinginkan.
# '''Penyajian:''' Biasanya disajikan dengan taburan parutan kelapa yang sudah dikukus terlebih dahulu agar tidak cepat basi.
# '''Penyajian:''' Biasanya disajikan dengan taburan parutan kelapa yang sudah dikukus terlebih dahulu agar tidak cepat basi.
Baris 38: Baris 38:
[[Kategori:Masakan Jawa Tengah]]
[[Kategori:Masakan Jawa Tengah]]
[[Kategori:Masakan Jawa Timur]]
[[Kategori:Masakan Jawa Timur]]
{{#related: Bahasa}}
{{#related: Bahasa latin}}
{{#related: Singkong}}

Revisi terkini sejak 12 April 2026 13.47

Getuk
Nama lain Gethuk
Asal Indonesia
Wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur
Bahan utama Singkong (ubi kayu), Gula, Kelapa parut
Variasi Getuk lindri, getuk goreng, getuk tumpuk

Getuk atau dalam bahasa Jawa ditulis sebagai gethuk ( bahasa Jawa: ꦗꦼꦦꦸꦏ꧀ ) adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang berbahan dasar utama ubi kayu atau singkong. Penganan ini sangat populer di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Istilah "getuk" sendiri merujuk pada proses pembuatannya, di mana singkong yang telah direbus kemudian dihancurkan atau ditumbuk (getuk dalam terminologi lokal) hingga menjadi adonan yang lembut dan padat.

Getuk diyakini telah ada sejak zaman penjajahan Jepang di Indonesia. Pada masa itu, masyarakat kesulitan mendapatkan beras sebagai bahan pangan pokok, sehingga mereka beralih memanfaatkan singkong yang melimpah. Penduduk di wilayah Magelang, Jawa Tengah, sering dianggap sebagai pelopor yang mempopulerkan berbagai variasi getuk hingga menjadi komoditas kuliner yang dikenal secara luas seperti sekarang.

Jenis dan Variasi

[sunting | sunting sumber]

Dalam perkembangannya, getuk memiliki beberapa variasi bentuk dan teknik pengolahan yang berbeda:

Getuk Biasa

[sunting | sunting sumber]

Getuk ini merupakan bentuk yang paling sederhana. Singkong yang sudah direbus ditumbuk bersama gula kelapa (gula merah) hingga halus dan berwarna cokelat, kemudian diiris kotak-kotak dan disajikan dengan parutan kelapa di atasnya.

Getuk Lindri

[sunting | sunting sumber]

Getuk lindri adalah variasi yang lebih modern di mana adonan singkong digiling halus menggunakan alat khusus sehingga membentuk guratan memanjang seperti mie yang kemudian dipotong rapi. Getuk lindri biasanya diberi pewarna makanan yang menarik (seperti merah muda, kuning, atau hijau) dan diberi aroma panili.

Getuk Goreng

[sunting | sunting sumber]

Variasi ini sangat khas dari daerah Sokaraja, Banyumas. Getuk goreng dibuat dengan cara menggoreng kembali adonan getuk yang sudah jadi, sehingga menghasilkan tekstur luar yang renyah namun tetap lembut dan manis di bagian dalam.

Proses Pembuatan

[sunting | sunting sumber]

Secara teknis, pembuatan getuk profesional melibatkan tahapan berikut:

  1. Pemilihan Bahan: Menggunakan singkong kualitas tinggi yang tidak "benyek" atau terlalu berserat.
  2. Pengukusan: Singkong dikupas, dicuci, lalu dikukus hingga matang sempurna.
  3. Penumbukan (Mashing): Dalam keadaan masih panas, singkong ditumbuk bersama dengan gula (gula pasir atau gula merah) dan sedikit garam. Proses ini krusial untuk memastikan gula menyatu sempurna dengan pati singkong.
  4. Pencetakan: Adonan yang sudah kalis dipadatkan atau digiling sesuai dengan jenis getuk yang diinginkan.
  5. Penyajian: Biasanya disajikan dengan taburan parutan kelapa yang sudah dikukus terlebih dahulu agar tidak cepat basi.