Lompat ke isi

Taekwondo: Perbedaan antara revisi

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tidak ada ringkasan suntingan
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox seni bela diri
{{SHORTDESC:Seni bela diri dan olahraga tempur asal Korea}}
{{Infobox seni bela diri  
| nama              = Taekwondo
| nama              = Taekwondo
| gambar            =  
| gambar            = Dua atlet Taekwondo bertanding.jpg
| keterangan_gambar  = Dua atlet Taekwondo (Taekwondoin) bertanding mengenakan peralatan pelindung lengkap (Hogu) dalam format olahraga Olimpiade.
| keterangan_gambar  = Dua atlet Taekwondo bertanding mengenakan peralatan pelindung lengkap dalam format olahraga Olimpiade.
| nama_lain          = Tae Kwon Do, Taekwon-Do, TKD
| nama_lain          = Tae Kwon Do, Taekwon-Do, TKD
| fokus              = Tendangan (terutama tendangan tinggi, cepat, dan berputar) dan Pukulan (Striking)
| fokus              = Tendangan (terutama tendangan tinggi, cepat, dan berputar) dan Pukulan (Striking)

Revisi terkini sejak 18 September 2026 01.33

Taekwondo
Dua atlet Taekwondo bertanding mengenakan peralatan pelindung lengkap dalam format olahraga Olimpiade.
Dua atlet Taekwondo bertanding mengenakan peralatan pelindung lengkap dalam format olahraga Olimpiade.
Nama lain Tae Kwon Do, Taekwon-Do, TKD
Fokus utama Tendangan (terutama tendangan tinggi, cepat, dan berputar) dan Pukulan (Striking)
Negara asal Korea Selatan
Pencipta Para pendiri Sembilan Kwan (perguruan awal), dipelopori secara politis oleh Jenderal Choi Hong Hi
Tahun diciptakan Dekade 1940-an hingga 1950-an
Induk organisasi World Taekwondo (WT), International Taekwon-Do Federation (ITF)
Olahraga Olimpiade Ya (Sebagai olahraga medali penuh sejak Olimpiade Sydney 2000)

Taekwondo (bahasa Korea: 태권도/跆拳道, diucapkan [tʰɛ.k͈wʌn.do]) adalah sebuah seni bela diri dan olahraga tempur modern yang berasal dari semenanjung Korea. Seni bela diri ini merupakan salah satu disiplin pertarungan serang (striking) yang paling banyak dipraktikkan di dunia. Berbeda dengan olahraga tempur lain yang lebih mengandalkan kombinasi tangan, Taekwondo memiliki karakteristik unik berupa penekanan yang sangat kuat pada teknik tendangan, terutama tendangan setinggi kepala (head-height kicks), tendangan melompat (jumping kicks), tendangan berputar (spinning kicks), dan teknik menendang dengan ritme yang sangat cepat. Praktisi seni bela diri ini secara resmi disebut sebagai Taekwondoin.

Secara historis, Taekwondo dikembangkan pasca-Perang Dunia II oleh berbagai master bela diri Korea yang menggabungkan elemen-elemen dari seni bela diri pribumi kuno semenanjung Korea (seperti Taekkyeon dan Subak) dengan seni bela diri luar, terutama Karate dari Jepang dan seni bela diri Tiongkok. Saat ini, Taekwondo telah berevolusi menjadi cabang olahraga Olimpiade global yang diatur oleh badan dunia resmi bernama World Taekwondo (WT), sekaligus tetap dilestarikan sebagai seni pertahanan diri tradisional di bawah bendera International Taekwon-Do Federation (ITF).

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Nama "Taekwondo" secara resmi diusulkan dan diadopsi pada tanggal 11 April 1955 dalam sebuah dewan khusus para master bela diri di Korea Selatan, yang didorong oleh Jenderal Choi Hong Hi. Nama ini dibentuk dari tiga karakter Hanja (Sino-Korea):

  • Tae (태/跆): Berarti "kaki", "menghancurkan dengan kaki", atau "menendang".
  • Kwon (권/拳): Berarti "kepalan tangan", "meninju", atau "menghancurkan dengan tangan".
  • Do (도/道): Berarti "jalan", "metode", "disiplin", atau "filosofi kehidupan".

Bila digabungkan, Taekwondo secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai "Jalan Kaki dan Tangan" atau "Seni Menendang dan Meninju". Penggunaan sufiks -do menunjukkan bahwa disiplin ini bukan sekadar teknik pertarungan fisik semata, melainkan juga sebuah metode pengembangan moral dan mental yang menuntut disiplin tinggi dari para praktisinya.

Akar Kuno dan Masa Penjajahan

[sunting | sunting sumber]

Meskipun Taekwondo modern baru diformalkan pada pertengahan abad ke-20, narasi sejarah Korea sering kali menelusuri akar filosofis dan teknisnya ke zaman Tiga Kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, dan Silla) sekitar tahun 50 SM. Pada masa itu, para prajurit elite Silla yang dikenal sebagai Hwarang mempraktikkan seni pertarungan tangan kosong primitif bernama Subak. Seni ini kemudian melahirkan sebuah permainan kompetitif tradisional yang berfokus pada teknik kaki dan sapuan yang disebut Taekkyeon.

Pada tahun 1910 hingga 1945, kekaisaran Jepang menjajah semenanjung Korea (Era Kolonial Jepang). Selama periode ini, praktik seni bela diri lokal dan budaya Korea secara ketat dilarang oleh pemerintah pendudukan. Akibatnya, banyak pemuda Korea yang belajar atau dipaksa bergabung ke dalam militer Jepang daratan, di mana mereka mulai mempelajari seni bela diri Jepang, terutama Karate (gaya Shotokan dan Shudokan) serta Judo.

Pembentukan Sembilan Kwan

[sunting | sunting sumber]

Setelah kemerdekaan Korea pada akhir Perang Dunia II tahun 1945, para seniman bela diri Korea kembali ke tanah air mereka dan mendirikan berbagai perguruan atau institut bela diri yang dikenal dengan istilah Kwan. Pada awal dekade 1950-an, terdapat lima kwan utama (Chung Do Kwan, Song Moo Kwan, Moo Duk Kwan, Jidokwan, dan Chang Moo Kwan) yang kemudian berkembang menjadi sembilan kwan (dikenal sebagai "Sembilan Kwan Asli").

Pada masa awal ini, seni bela diri yang diajarkan belum bernama Taekwondo. Mereka diajarkan dengan nama seperti Tang Soo Do (Jalan Tangan Tiongkok), Kong Soo Do (Jalan Tangan Kosong/terjemahan langsung dari Karate-do), atau Tae Soo Do. Masing-masing kwan memiliki gaya yang berbeda, namun hampir semuanya sangat kental dipengaruhi oleh teknik Kihon (dasar) dan Kata (jurus) dari Karate.

Penyatuan dan Kelahiran Taekwondo

[sunting | sunting sumber]

Pada masa Perang Korea (1950–1953), militer Korea Selatan merasa perlu memiliki satu sistem bela diri terpadu untuk latihan pasukan infantrinya. Jenderal Choi Hong Hi, salah satu jenderal paling berpengaruh di militer Korea dan pendiri Oh Do Kwan, memprakarsai standardisasi kurikulum ini. Pada tahun 1955, faksi-faksi kwan setuju untuk menyatukan nama bela diri mereka menjadi "Taekwondo". Nama ini dipilih karena selain terdengar mirip dengan seni kuno Taekkyeon, secara politis nama ini menghapus jejak pengaruh penjajahan Jepang (Karate).

Pada tahun 1959, Asosiasi Taekwondo Korea (KTA) secara resmi didirikan sebagai badan pengatur nasional pertama.

Perpecahan Organisasi (ITF dan WT)

[sunting | sunting sumber]

Sejarah Taekwondo tidak lepas dari konflik politik. Pada tahun 1966, Jenderal Choi Hong Hi mendirikan International Taekwon-Do Federation (ITF) di Seoul. Namun, akibat perselisihan politik yang intens dengan rezim militer Korea Selatan, Choi diasingkan dan ia memindahkan markas besar ITF ke Kanada (dan kemudian mendapatkan dukungan dari Korea Utara).

Sebagai respons, pemerintah Korea Selatan (di bawah instruksi Presiden Park Chung-hee) mencabut dukungan terhadap ITF dan membangun institusi baru. Pada tahun 1972, pusat pelatihan global Taekwondo yang disebut Kukkiwon didirikan di Seoul. Setahun kemudian, pada tahun 1973, World Taekwondo Federation (WTF, yang kini berganti nama menjadi World Taekwondo / WT) dibentuk. World Taekwondo difokuskan untuk mengubah Taekwondo dari sistem pertempuran mematikan menjadi olahraga kompetitif modern. Berkat diplomasi olahraga yang agresif dari Korea Selatan, Taekwondo versi WT berhasil masuk menjadi cabang olahraga demonstrasi di Olimpiade Musim Panas 1988 di Seoul, dan menjadi olahraga medali resmi sejak Olimpiade Musim Panas 2000.

Komponen Latihan

[sunting | sunting sumber]

Kurikulum pelatihan Taekwondo sangat terstruktur dan secara umum dibagi ke dalam empat komponen esensial:

1. Poomsae atau Teul (Jurus)

[sunting | sunting sumber]

Poomsae (istilah dalam WT) atau Teul/Tul (istilah dalam ITF) adalah padanan dari Kata dalam Karate. Ini adalah serangkaian gerakan bertahan dan menyerang yang dirangkai dalam satu pola koreografi wajib untuk menghadapi lawan imajiner. Poomsae melatih pernapasan, postur kuda-kuda (seogi), keseimbangan tubuh, dan memori otot. Setiap tingkatan sabuk memiliki Poomsae wajib yang harus dikuasai sebelum praktisi diizinkan mengikuti ujian kenaikan tingkat (sabuk). Di kelas global, Poomsae juga memiliki kategori perlombaannya sendiri yang dinilai berdasarkan keindahan, kekuatan (power), dan presisi ritme.

2. Kyorugi atau Matsogi (Pertarungan)

[sunting | sunting sumber]

Kyorugi adalah aplikasi taktis (sparring atau pertarungan bebas).

  • Dalam sistem WT (Olimpiade): Kyorugi merupakan pertarungan kontak penuh (full contact). Taekwondoin diwajibkan memakai alat pelindung badan (Hogu), pelindung kepala (Headguard), serta pelindung tulang kering dan lengan. Sistem ini melarang keras pukulan ke arah wajah/kepala, namun sangat memperbolehkan (dan memberi poin sangat tinggi) untuk tendangan keras ke arah kepala. Hal ini melahirkan gaya bertarung dengan kuda-kuda miring yang lincah dan berfokus murni pada kecepatan kaki.
  • Dalam sistem ITF: Pertarungan (Matsogi) bersifat kontak ringan hingga medium (semi-contact). Berbeda dengan WT, ITF mengizinkan pukulan lurus ke arah wajah dan tidak menggunakan pelindung badan atau kepala yang masif, melainkan sarung tangan dan bantalan kaki.

3. Kyokpa (Pemecahan)

[sunting | sunting sumber]

Kyokpa adalah uji kekuatan, fokus, dan presisi teknik dengan cara memecahkan benda keras, seperti papan kayu, genteng, atau batu bata. Pemecahan ini dapat dilakukan menggunakan kepalan tangan, pisau tangan, siku, namun paling sering didemonstrasikan dengan teknik tendangan melompat ganda di udara. Latihan ini berguna untuk mengukur penetrasi tenaga (daya hancur) tanpa mencederai lawan manusia.

4. Hoshinsul (Pertahanan Diri)

[sunting | sunting sumber]

Hoshinsul adalah aplikasi praktis Taekwondo untuk menghadapi situasi berbahaya di jalanan. Kurikulum ini mencakup teknik yang tidak diizinkan dalam ranah olahraga Kyorugi, seperti membanting, teknik sapuan (sweeping), serangan ke alat vital, meloloskan diri dari kuncian pergelangan tangan, hingga teknik melumpuhkan penyerang yang bersenjata tajam.

Terminologi dan Teknik Dasar

[sunting | sunting sumber]

Meskipun setiap aliran memiliki spesifikasi teknis, semua teknik diinstruksikan menggunakan Bahasa Korea.

  • Kuda-kuda (Seogi): Penempatan pijakan kaki dasar untuk mendistribusikan bobot tubuh. Contoh: Kuda-kuda depan (Ap-kubi), kuda-kuda belakang (Dwit-kubi), dan kuda-kuda duduk/berkuda (Juchum-seogi).
  • Tendangan (Chagi): Ini adalah senjata utama dalam Taekwondo. Berbagai jenis tendangan meliputi:
    • Ap chagi: Tendangan lurus ke depan menggunakan bantalan depan telapak kaki.
    • Dollyo chagi: Tendangan melingkar (roundhouse) menggunakan punggung kaki yang diayunkan sejajar pinggang ke arah rusuk atau kepala lawan.
    • Yeop chagi: Tendangan samping menggunakan pisau kaki bagian luar dengan daya dorong yang sangat kuat.
    • Dwi chagi: Tendangan membelakang. Praktisi berputar 180 derajat membelakangi lawan sebelum melepaskan tendangan ke arah dada/perut.
    • Naeryo chagi: Tendangan kapak. Kaki diayunkan tinggi ke atas kepala lalu dijatuhkan dengan tumit menghantam tulang selangka atau wajah lawan.
  • Pukulan (Jireugi) dan Serangan (Chigi): Serangan tangan dasar termasuk pukulan lurus (Momtong jireugi), serangan pisau tangan (Sonnal chigi), dan serangan siku (Palkup chigi).
  • Tangkisan (Makgi): Pertahanan pasif untuk mementahkan serangan lawan, seperti tangkisan bawah (Arae makgi) dan tangkisan atas (Olgul makgi).

Seragam dan Tingkatan

[sunting | sunting sumber]

Seragam latihan resmi untuk Taekwondo disebut Dobok. Tidak seperti seragam Karate (Dogi) yang bagian atasnya berupa jaket silang yang harus diikat, Dobok Taekwondo modern (terutama tipe Kukkiwon/WT) sering kali berdesain leher V (V-neck) tanpa kancing seperti kaus tarik, yang dirancang khusus agar tidak mudah terbuka atau tersingkap selama praktisi melakukan banyak tendangan lompat dan akrobatik.

Tingkatan praktisi ditandai dengan sabuk berwarna (Ti). Sistem hirarki Taekwondo terbagi menjadi dua kelompok besar:

  • Geup (Tingkat Murid): Dimulai dari sabuk putih (Geup 10) yang merupakan tingkatan paling dasar, turun secara numerik hingga Geup 1 (sabuk merah setrip hitam atau sabuk cokelat, bergantung pada aturan negara). Warna sabuk peralihan umumnya meliputi kuning, hijau, biru, dan merah.
  • Dan (Tingkat Sabuk Hitam): Setelah lulus dari Geup 1, praktisi memasuki tingkat mahir yang disebut Dan. Tingkat ini bergerak secara kronologis naik dari Dan 1 hingga Dan 9 (atau Dan 10 sebagai tingkat kehormatan agung). Seorang praktisi yang memegang sabuk Dan secara umum disebut Yudanja (pemegang sabuk hitam), dan seorang instruktur senior (Dan 4 ke atas) disebut Sabeum.

Filosofi dan Nilai Moral

[sunting | sunting sumber]

Di samping pelatihan fisik yang sangat menuntut, Taekwondo didasarkan pada lima pilar moral atau filosofi yang diwariskan dari prinsip-prinsip etika konfusianisme Korea. Kelima pilar ini wajib dihafalkan, dihayati, dan diamalkan oleh setiap Taekwondoin dalam kehidupan sehari-hari, yang dikenal sebagai Janji Taekwondo (Tenets of Taekwondo):

  1. Ye-ui (예의 / Courtesy): Sikap sopan santun, menghargai instruktur, senior, dan sesama rekan.
  2. Yom-chi (염치 / Integrity): Kejujuran dan integritas. Kemampuan untuk membedakan yang benar dan yang salah, serta memiliki rasa bersalah jika melakukan kesalahan.
  3. In-nae (인내 / Perseverance): Ketekunan dan kegigihan. Mampu mengatasi kesulitan fisik maupun mental dan tidak mudah menyerah.
  4. Guk-gi (극기 / Self-Control): Pengendalian diri atas emosi. Tidak menggunakan kemampuan bela diri untuk bertindak sewenang-wenang atau mencari masalah (arogan).
  5. Baek-jul-bool-gool (백절불굴 / Indomitable Spirit): Semangat pantang menyerah dan keberanian murni, meskipun dihadapkan pada musuh yang jauh lebih besar atau situasi yang sulit.

Lihat Pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]