Lompat ke isi

S

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
S
Huruf kapital 'S' dan huruf kecil 's' dalam rupa huruf serif.
Huruf kapital 'S' dan huruf kecil 's' dalam rupa huruf serif.
Karakteristik Huruf
Sistem Penulisan Alfabet Latin
Jenis Karakter Huruf konsonan
Sejarah asal Hieroglif Mesir (gigi / pedang)
Abjad Proto-Sinaitik
  ↳ Abjad Fenisia (Shin)
    ↳ Alfabet Yunani (Sigma)
      ↳ Alfabet Etruska kuno
Pengucapan (IPA) /s/, /z/, /ʃ/
Urutan Abjad Ke-19
Huruf Terkait Shin (Fenisia)
Sigma (Yunani)
Es (Kiril)
س (Arab)
Kode Karakter (Unicode)
Huruf Kapital U+0053
Huruf Kecil U+0073

S atau s adalah huruf kesembilan belas dan huruf konsonan kelima belas dalam alfabet Latin dasar ISO. Dalam bahasa Indonesia, huruf ini melambangkan konsonan desis rongga-gigi nirsuara (konsonan frikatif alveolar nirsuara) yang diucapkan secara konsisten sebagai /s/ (seperti pada kata "satu", "sama", dan "kuras").

Huruf S merupakan salah satu huruf konsonan yang paling sering digunakan dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk sebagai penanda bentuk jamak (plural) dalam bahasa Inggris dan Spanyol. Di luar kebahasaan, huruf S adalah simbol universal yang sangat krusial, mulai dari penunjuk arah Selatan pada kompas, ukuran pakaian, unsur belerang dalam kimia, hingga besaran entropi dalam termodinamika.

Sejarah evolusi huruf S dapat ditarik kembali ke masa peradaban Mesir Kuno. Piktogram awal yang menjadi cikal bakal huruf ini berasal dari hieroglif Mesir yang diyakini menggambarkan wujud sepasang gigi, pedang, atau busur panah.

Ketika bangsa penutur rumpun bahasa Semit purba mengadaptasi lambang ini ke dalam abjad Proto-Sinaitik, mereka menamainya shin (yang secara harfiah berarti "gigi" dalam bahasa Semit purba). Bentuk huruf shin pada masa ini menyerupai huruf W yang melambangkan sepasang gigi seri, dan digunakan untuk mewakili bunyi konsonan desis pascarongga-gigi nirsuara (/ʃ/ atau "sy").

Bangsa Fenisia kemudian mengadopsi dan menyederhanakan lambang ini ke dalam abjad linear mereka dengan bentuk zig-zag (seperti huruf W atau zig-zag yang miring). Ketika peradaban Yunani kuno menyerap alfabet Fenisia, mereka mengambil huruf shin ini dan mengubah namanya menjadi Sigma (Σ, σ, ς). Bangsa Yunani memutar arah bentuk zig-zag tersebut menjadi menyamping, dan mengubah nilai bunyinya dari /ʃ/ murni menjadi konsonan desis /s/.

Peradaban Etruska di Semenanjung Italia meminjam huruf Sigma dari bangsa Yunani. Namun, alih-alih mempertahankan bentuk zig-zag yang bersudut tajam, bangsa Etruska dan kemudian bangsa Romawi kuno perlahan-lahan menghaluskan sudut-sudut tersebut. Bangsa Romawi membulatkan bentuk zig-zag itu menjadi sebuah garis melengkung tunggal yang mengalir menyerupai wujud ular. Bentuk melengkung inilah yang diresmikan ke dalam abjad bahasa Latin klasik sebagai huruf S, dan dipertahankan bentuknya selama ribuan tahun hingga hari ini.

Tipografi

[sunting | sunting sumber]

Bentuk majuskula (kapital) "S" dan minuskula (kecil) "s" memiliki desain geometris yang identik, hanya dibedakan oleh ukurannya. Anatomi huruf S adalah salah satu yang paling rumit untuk digambar oleh para perancang rupa huruf (tipografer) karena tidak memiliki tiang lurus sama sekali. Huruf ini bertumpu pada sebuah garis lengkung ganda yang disebut tulang punggung (spine), yang berawal dari ujung atas, melengkung ke kiri, memotong ke kanan di tengah-tengah, dan diakhiri dengan lengkungan ke kiri di bagian bawah.

Dalam sejarah tipografi Abad Pertengahan hingga akhir abad ke-18, naskah bahasa Latin dan turunannya mengenal bentuk S panjang (long s), yang ditulis sebagai ſ. Wujud S panjang ini secara visual sangat menyerupai huruf "f" kecil, namun tanpa palang horizontal yang menyeberangi tiang (atau jika ada palang, hanya di sisi kirinya saja). Pada masa itu, aturan tipografi menetapkan bahwa S panjang (ſ) digunakan di awal dan tengah kata (seperti ſinfulneſſ), sementara s bundar yang kita kenal sekarang hanya digunakan di akhir kata. Penggunaan S panjang perlahan-lahan dihapuskan dan menghilang sepenuhnya pada abad ke-19 karena sangat sering memicu kebingungan pembacaan dengan huruf "f".

Penggunaan

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa

[sunting | sunting sumber]
  • Bahasa Indonesia: Huruf S dilafalkan murni sebagai konsonan desis rongga-gigi nirsuara (/s/). Selain itu, huruf S sangat krusial karena membentuk digraf (dwihuruf) sy. Gabungan ini digunakan untuk melambangkan konsonan desis pascarongga-gigi nirsuara (/ʃ/), yang mayoritas digunakan untuk mengeja kata serapan dari bahasa Arab (seperti "syarat", "syukur", "musyawarah").
  • Bahasa Inggris: Huruf S memegang peran tata bahasa yang sangat sentral sebagai penanda bentuk jamak (plural) pada kata benda (contoh: dog menjadi dogs), serta penanda kata kerja orang ketiga tunggal (contoh: he runs). Secara fonologis, huruf S dapat dilafalkan sebagai /s/ nirsuara (seperti pada sad, cats), sebagai konsonan bersuara /z/ apabila mendahului atau mengikuti huruf bersuara (seperti pada dogs, busy), sebagai bunyi /ʃ/ (seperti pada sugar, sure), atau sebagai /ʒ/ (seperti pada measure). Huruf S juga bisa menjadi senyap (contoh: island, debris). Selain itu, kombinasi sh digunakan murni untuk bunyi /ʃ/ (seperti shoe).
  • Bahasa Hungaria: Memiliki aturan ejaan yang unik dan berkebalikan dengan standar Eropa. Huruf S tunggal dibaca sebagai /ʃ/ (seperti bunyi "sy"), sedangkan gabungan dwihuruf sz dibaca sebagai /s/ biasa (contohnya, nama ibu kota Budapest dilafalkan "Budapesyt").
  • Bahasa Jerman: Huruf S di awal kata umumnya diucapkan mendengung sebagai /z/ (seperti pada Sonne). Bahasa Jerman juga mewarisi bentuk ligatur dari s panjang (ſ) dan z, atau ſ dan s, yang menghasilkan huruf unik khas Jerman yaitu Eszett (ß), yang melambangkan bunyi /s/ tajam.

Dalam berbagai bidang teknis

[sunting | sunting sumber]
  • Fisika dan Keinsinyuran:
    • Huruf $S$ kapital adalah lambang standar dalam termodinamika untuk mewakili besaran Entropi (tingkat ketidakteraturan sistem).
    • Huruf $s$ kecil adalah singkatan metrik standar (SI) untuk besaran waktu Sekon atau detik (dari bahasa Inggris: Second).
    • $s$ sering melambangkan jarak atau perpindahan (space/spatium) dalam persamaan kinematika klasik (misalnya s=vt).
  • Ilmu Kimia: S adalah lambang kimia standar untuk unsur Belerang (Sulfur).
  • Geografi dan Navigasi: S adalah lambang universal untuk arah mata angin Selatan (dari bahasa Inggris: South). Pada peta atau kompas, S selalu menunjuk ke arah kutub selatan.
  • Sistem Pengukuran: Huruf "S" merujuk pada label ukuran pakaian Small (Kecil), yang berada di bawah ukuran M (Medium).
  • Komputasi dan Web: Dalam bahasa markah HTML, *tag* <s> digunakan untuk memberikan efek coret tengah pada teks (strikethrough).

Kode komputasi

[sunting | sunting sumber]
Karakter S s
Nama Unicode LATIN CAPITAL LETTER S LATIN SMALL LETTER S
Pengodean desimal heksadesimal desimal heksadesimal
Unicode 83 U+0053 115 U+0073
UTF-8 83 53 115 73
Karakter referensi numerik &#83; &#x53; &#115; &#x73;
Keluarga EBCDIC 226 E2 162 A2
ASCII 83 53 115 73

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]