M
|
Huruf kapital 'M' dan huruf kecil 'm' dalam rupa huruf serif.
|
|
| Karakteristik Huruf | |
|---|---|
| Sistem Penulisan | Alfabet Latin |
| Jenis Karakter | Huruf konsonan |
| Sejarah asal | Hieroglif Mesir (riak air) ↳ Abjad Proto-Sinaitik ↳ Abjad Fenisia (Mem) ↳ Alfabet Yunani (Mu) ↳ Alfabet Etruska kuno |
| Pengucapan (IPA) | /m/ |
| Urutan Abjad | Ke-13 |
| Huruf Terkait | Mem (Fenisia) Mu (Yunani) Em (Kiril) م (Arab) |
| Kode Karakter (Unicode) | |
| Huruf Kapital | U+004D |
| Huruf Kecil | U+006D |
M atau m adalah huruf ketiga belas dan huruf konsonan kesepuluh dalam alfabet Latin dasar ISO. Dalam bahasa Indonesia, huruf ini melambangkan konsonan sengau dwibibir bersuara (konsonan nasal bilabial) yang diucapkan secara konsisten sebagai /m/ (seperti pada kata "makan", "malam", dan "asam").
Huruf M adalah salah satu konsonan yang paling stabil dan umum ditemukan di hampir seluruh bahasa di dunia. Hal ini disebabkan karena bunyi /m/ merupakan salah satu bunyi paling awal dan paling mudah yang dapat diucapkan oleh bayi (yang menghasilkan kata dasar universal seperti "mama" atau "ibu" dalam berbagai bahasa). Dalam ilmu pengetahuan dan sains, M memiliki spektrum kegunaan yang sangat luas, mulai dari satuan meter untuk panjang, lambang massa, hingga angka Romawi untuk seribu.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Evolusi wujud huruf M adalah salah satu rekam jejak paling jelas dari perjalanan piktogram kuno menjadi huruf modern. Akar bentuk zig-zag dari huruf M bermula dari lambang hieroglif Mesir yang menggambar wujud riak atau gelombang air di sungai Nil.
Sekitar milenium kedua Sebelum Masehi, bangsa penutur rumpun bahasa Semit yang bermukim atau bekerja di Mesir mengadaptasi lambang gelombang air ini ke dalam abjad Proto-Sinaitik. Mereka menamai huruf tersebut mem (yang secara harfiah berarti "air" dalam bahasa Semit kuno) dan menggunakannya untuk melambangkan bunyi konsonan /m/ awal dari kata tersebut (prinsip akrofoni). Wujud abjad Proto-Sinaitik ini masih sangat identik dengan gambar gelombang air yang berkelok-kelok.
Bangsa Fenisia kemudian mengadopsi dan menyederhanakan lambang mem tersebut, mempertajam sudut-sudut lengkungannya menjadi garis zig-zag lurus dengan sebuah tiang ekor di sisi kanan bawah. Ketika bangsa Yunani kuno menyerap abjad Fenisia, mereka mengganti namanya menjadi mu (Μ, μ). Bangsa Yunani mengubah arah tulisan dari kiri ke kanan, sehingga mereka menyeimbangkan struktur zig-zag huruf tersebut secara simetris, menjadikannya sejajar dan disangga oleh dua tiang vertikal di kanan dan kiri.
Bentuk simetris mu (M) dari Yunani ini kemudian dipinjam oleh peradaban Etruska tanpa mengubah fungsi maupun nilai bunyinya. Bangsa Romawi kuno lantas mengambil huruf M dari Etruska dan meresmikannya ke dalam abjad bahasa Latin klasik. Bentuk dan bunyi huruf M dipertahankan keutuhannya selama berabad-abad hingga menjadi rupa huruf modern yang digunakan di seluruh dunia saat ini.
Tipografi
[sunting | sunting sumber]Bentuk majuskula (kapital) "M" secara umum terdiri dari dua tiang lurus vertikal (stems) paralel, yang saling dihubungkan di bagian atas oleh dua garis diagonal (sering disebut tiang dalam) yang mengarah ke bawah dan bertemu di titik tengah (membuat rupa huruf V di dalamnya). Pada banyak rupa huruf serif awal, sudut puncak di mana garis vertikal dan diagonal bertemu sering dibuat tumpul atau rata, namun pada rupa huruf modern sudut ini umumnya dibuat tajam. Titik perpotongan tengah huruf M (verteks) pada sebagian rupa huruf menyentuh garis dasar terbawah (baseline), sementara pada beberapa desain lain (seperti Garamond), titik tersebut menggantung di atas garis dasar.
Huruf minuskula (kecil) "m" diturunkan langsung dari bentuk kapitalnya melalui proses penulisan kursif dan naskah unksial (uncial). Penulisan cepat menggunakan pena bulu pada akhir Kekaisaran Romawi mengubah lekukan tajam "M" menjadi dua buah lengkungan yang menyerupai bukit (arches). Pada aksara Karoling (Carolingian minuscule) abad ke-8, bentuk ini semakin dibakukan menjadi huruf "m" kecil dengan tiga kaki penyangga berturut-turut, seperti sepasang huruf "n" kecil yang digabungkan.
Penggunaan
[sunting | sunting sumber]Dalam bahasa
[sunting | sunting sumber]- Bahasa Indonesia: Huruf M dibunyikan secara konsisten sebagai konsonan nasal bilabial /m/. Posisi pelafalannya di mana bibir atas dan bawah dirapatkan (dwibibir) untuk menghalangi aliran udara dari mulut, sementara pita suara digetarkan, dan udara dilepaskan melalui rongga hidung (sengau).
- Bahasa Inggris: Serupa dengan bahasa Indonesia, M diucapkan sebagai /m/ secara konsisten dalam kata-kata seperti map, moon, dan memory. M juga merupakan satu-satunya huruf konsonan yang jamak digunakan untuk menirukan suara orang yang sedang berpikir atau bersenandung tanpa membuka mulut (seperti interjeksi "Hmm" atau "Mmm" dalam literatur).
- Bahasa Prancis: Apabila huruf M berada di akhir suku kata setelah vokal (seperti pada kata faim atau nom), huruf ini tidak dibunyikan secara terpisah melainkan hanya berfungsi untuk menyengaukan (nasalisasi) huruf vokal yang mendahuluinya.
Dalam berbagai bidang teknis
[sunting | sunting sumber]- Sistem Metrik dan Pengukuran:
- m (huruf kecil) adalah simbol resmi internasional untuk Meter, yang merupakan satuan pokok ukuran panjang dalam SI (Sistem Internasional).
- M (kapital) adalah awalan standar (prefiks) metrik untuk Mega-, yang menandakan perkalian 1 juta atau 106 (contoh: MW untuk Megawatt).
- m (kecil) merupakan awalan standar untuk mili-, yang menandakan pembagian seperseribu atau 10-3 (contoh: mm untuk milimeter).
- Fisika dan Keinsinyuran:
- Huruf $m$ kecil lazim digunakan sebagai variabel matematika yang melambangkan besaran massa, seperti dalam persamaan kesetaraan massa-energi Einstein yang sangat terkenal, yaitu $E = mc^2$.
- Huruf kapital $M$ digunakan untuk melambangkan **Momen gaya** (torsi).
- Ilmu Kimia: $M$ sering digunakan untuk mewakili **Molaritas** (konsentrasi suatu zat dalam larutan), sementara $m$ digunakan untuk molalitas.
- Matematika dan Uang:
- Dalam sistem penomoran Angka Romawi, huruf M melambangkan angka 1.000. Ini diambil dari bahasa Latin mille yang berarti seribu.
- Dalam keuangan (khususnya bahasa Inggris), M kapital singkatan dari Million (juta), misalnya $100M merujuk pada 100 juta Dolar.
- Komputasi: M atau MB melambangkan kapasitas data Megabita (Megabyte).
- Astronomis: Dalam katalog benda langit Messier, huruf M digunakan sebagai awalan, misalnya M31 untuk Galaksi Andromeda.
Kode komputasi
[sunting | sunting sumber]| Karakter | M | m | ||
|---|---|---|---|---|
| Nama Unicode | LATIN CAPITAL LETTER M | LATIN SMALL LETTER M | ||
| Pengodean | desimal | heksadesimal | desimal | heksadesimal |
| Unicode | 77 | U+004D | 109 | U+006D |
| UTF-8 | 77 | 4D | 109 | 6D |
| Karakter referensi numerik | M | M | m | m |
| Keluarga EBCDIC | 212 | D4 | 148 | 94 |
| ASCII | 77 | 4D | 109 | 6D |
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]- Mu (Huruf Yunani)
- Mem (Huruf Ibrani/Fenisia)
- Em (Kiril)
- Meter
- Angka Romawi
Referensi
[sunting | sunting sumber]