Lompat ke isi

Januari

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Januari
Ilustrasi Januari dari kalender Les Très Riches Heures du duc de Berry (sekitar abad ke-15).
Ilustrasi Januari dari kalender Les Très Riches Heures du duc de Berry (sekitar abad ke-15).
Karakteristik Kalender
Bulan ke- 1 (Pertama)
Jumlah hari 31
Sebelumnya Desember
Selanjutnya Februari
Detail Lainnya
Dinamai berdasarkan Janus, dewa Romawi penjaga pintu dan permulaan
Musim (B. Utara) Musim dingin
Musim (B. Selatan) Musim panas
Simbolisme Astrologi
Zodiak Kaprikornus (hingga 19 Jan)
Akuarius (sejak 20 Jan)
Batu kelahiran Garnet
Bunga Anyelir (Carnation) dan Tetes salju (Snowdrop)

Januari adalah bulan pertama dalam kalender Julian dan kalender Gregorian, dan merupakan salah satu dari tujuh bulan yang memiliki 31 hari. Hari pertama di bulan ini dikenal sebagai Hari Tahun Baru. Nama "Januari" diserap dari bahasa Belanda, januari, yang berakar dari bahasa Latin klasik, Ianuarius, yang berarti "Bulan Janus".

Dalam tradisi Romawi kuno, Januari dinamai berdasarkan Janus, yaitu dewa pintu, gerbang, transisi, waktu, dan permulaan. Dewa ini sering digambarkan memiliki dua wajah yang menghadap ke arah berlawanan: satu menghadap ke masa lalu dan satu lagi menatap ke masa depan, yang secara filosofis melambangkan peralihan dari tahun yang lama ke tahun yang baru.

Secara astronomis dan meteorologis, Januari rata-rata menjadi bulan terdingin dalam setahun di sebagian besar wilayah di Belahan Bumi Utara (tempat terjadinya musim dingin), dan merupakan bulan terpanas di sebagian besar wilayah di Belahan Bumi Selatan (tempat terjadinya musim panas).

Penamaan dan Kalender Romawi awal

[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya, kalender Romawi tradisional yang dikaitkan dengan raja pertama Roma, Romulus, hanya terdiri dari sepuluh bulan (berkisar 304 hari), yang dimulai dari bulan Maret (Martius) dan diakhiri pada bulan Desember. Periode musim dingin pada kalender ini tidak dihitung dan dianggap sebagai bulan-bulan hampa yang tidak memiliki nama.

Menurut tradisi sejarah historis Romawi, sekitar tahun 713 SM, raja kedua Roma, Numa Pompilius, menyempurnakan kalender tersebut dengan menambahkan dua bulan baru untuk menutupi masa kekosongan di musim dingin. Dua bulan tersebut adalah Ianuarius (Januari) dan Februarius (Februari). Pada masa ini, Januari awalnya memiliki 29 hari.

Pompilius meletakkan Januari di bagian awal kalender, namun penentuan awal tahun resmi sering kali masih ditetapkan pada 1 Maret karena bertepatan dengan saat para konsul Romawi mulai menjabat. Pada tahun 153 SM, hukum Romawi mengubah masa bakti para konsul menjadi 1 Januari. Oleh karena pergeseran politik tersebut, 1 Januari kemudian secara de facto diakui secara luas sebagai hari pertama dalam kalender Romawi.

Reformasi Julian

[sunting | sunting sumber]

Ketika Julius Caesar memperkenalkan reformasi kalendernya pada tahun 45 SM (yang melahirkan kalender Julian), ia mempertahankan 1 Januari sebagai awal tahun resmi dan menambahkan dua hari tambahan ke dalam bulan tersebut. Semenjak saat itu, Januari secara konsisten memiliki 31 hari sebagaimana yang digunakan di dunia modern saat ini.

Penggunaan di berbagai kebudayaan

[sunting | sunting sumber]

Sepanjang Abad Pertengahan di Eropa, meskipun kalender Julian terus digunakan, gereja-gereja Katolik sering memindahkan perayaan Tahun Baru ke tanggal-tanggal yang memiliki nilai keagamaan, seperti 25 Desember (Natal) atau 25 Maret (Pesta Kabar Sukacita). Meskipun demikian, nama bulan Januari terus dipertahankan sebagai bulan yang menempati posisi pasca-Desember. Hal ini akhirnya dibakukan kembali ketika Paus Gregorius XIII memperkenalkan Kalender Gregorian pada tahun 1582, yang mengembalikan 1 Januari sebagai penanda resmi dimulainya tahun baru bagi dunia Barat.

Karakteristik astronomi dan kalender

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun biasa (bukan tahun kabisat), bulan Januari selalu dimulai pada hari yang sama dengan bulan Oktober. Sementara itu, pada tahun kabisat, bulan Januari dimulai pada hari yang sama dengan bulan April dan Juli.

Bulan Januari selalu berakhir pada hari yang sama dengan bulan Februari dan Oktober pada tahun biasa, dan hari yang sama dengan bulan Juli pada tahun kabisat.

Hampir pada setiap tahunnya, bumi berada di perihelion—titik di mana orbitnya membawanya paling dekat dengan Matahari—selama bulan Januari, biasanya sekitar tanggal 3 hingga 5 Januari.

Simbolisme

[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa identitas simbolis historis dan kultural yang terkait dengan bulan Januari:

  • Batu kelahiran: Batu kelahiran untuk bulan ini adalah Garnet. Batu garnet secara tradisional melambangkan konsistensi dan kesetiaan.
  • Bunga kelahiran: Bunga yang dikaitkan dengan bulan Januari adalah Anyelir (Carnation) yang umumnya melambangkan cinta, kekaguman, dan keberuntungan; serta Galanthus (Snowdrop) yang melambangkan harapan dan kelahiran kembali.
  • Zodiak: Tanda-tanda zodiak di bulan ini adalah Kaprikornus (Kambing laut) hingga tanggal 19 Januari, dan Akuarius (Pembawa air) mulai dari tanggal 20 Januari ke atas. Batas tanggal zodiak dapat sedikit bergeser setiap tahunnya tergantung pada pergerakan rasi bintang secara presisi astronomis.

Perayaan dan Hari Libur

[sunting | sunting sumber]

Banyak perayaan penting baik sekuler maupun keagamaan yang berlangsung di bulan Januari. Beberapa di antaranya meliputi:

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]