Lompat ke isi

Agustus

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Agustus
Ilustrasi Agustus dari kalender Les Très Riches Heures du duc de Berry (sekitar abad ke-15).
Ilustrasi Agustus dari kalender Les Très Riches Heures du duc de Berry (sekitar abad ke-15).
Karakteristik Kalender
Bulan ke- 8 (Kedelapan)
Jumlah hari 31
Sebelumnya Juli
Selanjutnya September
Detail Lainnya
Dinamai berdasarkan Augustus, Kaisar Romawi pertama
Musim (B. Utara) Musim panas
Musim (B. Selatan) Musim dingin
Simbolisme Astrologi
Zodiak Leo (hingga 22 Ags)
Virgo (sejak 23 Ags)
Batu kelahiran Peridot, Spinel, dan Sardoniks
Bunga Gladiol dan Poppy

Agustus adalah bulan kedelapan dalam kalender Julian dan kalender Gregorian, dan merupakan bulan kelima dari tujuh bulan dalam setahun yang memiliki panjang 31 hari. Nama bulan ini diserap dari bahasa Belanda, augustus, yang berakar dari bahasa Latin klasik, Augustus. Bulan ini secara khusus dinamai demikian untuk menghormati kaisar pertama Kekaisaran Romawi, yakni Augustus (yang sebelumnya dikenal sebagai Oktavianus).

Di Belahan Bumi Utara, Agustus bertepatan dengan pertengahan hingga akhir musim panas secara meteorologis. Sebaliknya, di Belahan Bumi Selatan, bulan ini bertepatan dengan pertengahan hingga akhir musim dingin. Oleh karena itu, bulan Agustus di Belahan Bumi Selatan memiliki karakteristik iklim yang secara umum setara dengan bulan Februari di Belahan Bumi Utara.

Sejarah dan Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Era Kalender Romawi Kuno (Sextilis)

[sunting | sunting sumber]

Sebelum mendapatkan namanya yang sekarang, bulan ini aslinya bernama Sextilis dalam bahasa Latin, yang secara harfiah berarti "keenam". Nama ini secara akurat mencerminkan posisinya sebagai bulan keenam dalam sistem kalender Romawi awal (kalender Romulus yang berawal pada abad ke-8 SM), di mana permulaan tahun dihitung mulai dari bulan Maret dan satu tahun hanya terdiri dari sepuluh bulan. Pada masa itu, bulan Sextilis hanya memiliki durasi 29 hari.

Setelah raja Numa Pompilius melakukan penyesuaian kalender dengan menambahkan bulan Januari dan Februari pada sekitar tahun 713 SM, posisi Sextilis bergeser menjadi bulan kedelapan, namun ia tetap mempertahankan nama aslinya selama berabad-abad pada era Republik Romawi.

Perubahan nama menjadi Augustus

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 8 SM, Senat Romawi mengeluarkan keputusan untuk mengubah nama bulan Sextilis menjadi Augustus guna menghormati Kaisar Augustus. Pemilihan bulan Sextilis sebagai bulan yang didedikasikan untuk sang kaisar tidaklah dilakukan secara acak. Menurut sejarah, Senat memilih bulan ini karena beberapa kemenangan militer dan pencapaian politik terbesar Augustus terjadi pada bulan Sextilis. Pencapaian paling menonjol yang terjadi di bulan ini adalah penaklukan Mesir (jatuhnya Aleksandria dan kematian Kleopatra) yang sekaligus mengakhiri serangkaian perang saudara Romawi yang panjang.

Mitos penambahan hari

[sunting | sunting sumber]

Terdapat sebuah mitos atau kesalahpahaman sejarah yang sangat populer mengenai panjang bulan Agustus. Mitos tersebut mengklaim bahwa bulan Agustus pada awalnya hanya memiliki 30 hari, sementara bulan Juli memiliki 31 hari. Mitos tersebut beranggapan bahwa Kaisar Augustus merebut satu hari dari bulan Februari dan menambahkannya ke bulan Agustus agar bulannya memiliki jumlah hari yang sama persis (31 hari) dengan bulan Juli milik Julius Caesar, karena Augustus tidak ingin bulannya terlihat lebih rendah derajatnya.

Klaim ini pertama kali dicetuskan oleh cendekiawan abad ke-13 bernama Johannes de Sacrobosco dan terbukti tidak akurat. Bukti-bukti historis dan peninggalan kalender kuno menunjukkan bahwa bulan Sextilis sejatinya telah memiliki 31 hari sejak berlakunya reformasi kalender Julian oleh Julius Caesar pada tahun 45 SM, puluhan tahun sebelum bulan tersebut berganti nama menjadi Augustus.

Karakteristik astronomi dan kalender

[sunting | sunting sumber]

Fenomena langit tahunan yang paling terkenal di bulan Agustus adalah hujan meteor Perseid. Hujan meteor ini merupakan salah satu fenomena yang paling terang dan paling mudah diamati di Belahan Bumi Utara, di mana sisa-sisa debu dari Komet Swift-Tuttle memasuki atmosfer Bumi. Puncak hujan meteor ini biasanya terjadi antara tanggal 11 hingga 13 Agustus setiap tahunnya.

Dalam hal siklus penanggalan, pada tahun biasa (bukan tahun kabisat), bulan Agustus tidak dimulai pada hari yang sama dalam seminggu dengan bulan lainnya. Namun pada tahun kabisat, bulan Agustus selalu dimulai pada hari yang sama dengan bulan Februari. Bulan Agustus selalu berakhir pada hari yang sama dalam seminggu dengan bulan November di setiap tahunnya.

Simbolisme

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah identitas simbolis yang secara tradisional dikaitkan dengan bulan Agustus:

  • Batu kelahiran: Bulan ini memiliki tiga batu kelahiran, yaitu Peridot (permata hijau terang yang melambangkan kekuatan dan perlindungan), Spinel (batu yang sering dikira sebagai rubi, melambangkan kebangkitan dan perlindungan), serta Sardoniks (melambangkan keberanian dan komunikasi yang jelas).
  • Bunga kelahiran: Bunga yang menjadi simbol bulan Agustus adalah Gladiol (Gladiolus), yang bermakna kekuatan karakter, ketulusan, dan integritas; serta bunga Poppy, terutama berwarna merah yang melambangkan imajinasi dan penghormatan.
  • Zodiak: Tanda-tanda astrologi di bulan ini adalah Leo (Singa) yang berlangsung hingga tanggal 22 Agustus, dan Virgo (Gadis/Perawan) yang dimulai dari tanggal 23 Agustus dan seterusnya.

Perayaan dan Hari Libur

[sunting | sunting sumber]

Bulan Agustus menjadi tuan rumah bagi sejumlah hari kemerdekaan dan peringatan internasional yang penting, meliputi:

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]