Oktober
|
Ilustrasi Oktober dari kalender Les Très Riches Heures du duc de Berry (sekitar abad ke-15).
|
|
| Karakteristik Kalender | |
|---|---|
| Bulan ke- | 10 (Kesepuluh) |
| Jumlah hari | 31 |
| Sebelumnya | September |
| Selanjutnya | November |
| Detail Lainnya | |
| Dinamai berdasarkan | Bahasa Latin octo ("delapan") |
| Musim (B. Utara) | Musim gugur |
| Musim (B. Selatan) | Musim semi |
| Simbolisme Astrologi | |
| Zodiak | Libra (hingga 22 Okt) Skorpio (sejak 23 Okt) |
| Batu kelahiran | Opal dan Turmalin |
| Bunga | Calendula (Marigold) dan Kosmos |
Oktober adalah bulan kesepuluh dalam kalender Julian dan kalender Gregorian, serta merupakan bulan keenam dari tujuh bulan dalam setahun yang memiliki panjang 31 hari. Nama bulan ini diserap dari bahasa Belanda, oktober, yang berakar dari bahasa Latin klasik, October.
Secara meteorologis dan astronomis, Oktober merupakan pertengahan musim gugur di wilayah Belahan Bumi Utara, dan bertepatan dengan pertengahan musim semi di wilayah Belahan Bumi Selatan. Dalam siklus pergerakan iklim dan musim, bulan Oktober di Belahan Bumi Selatan memiliki karakteristik yang sangat ekuivalen dengan bulan April di Belahan Bumi Utara.
Etimologi dan Sejarah
[sunting | sunting sumber]Asal-usul Nama (Octo)
[sunting | sunting sumber]Kata October diturunkan secara langsung dari kata bahasa Latin, octo, yang berarti "delapan". Nama ini secara akurat merepresentasikan posisinya pada sistem kalender Romawi awal (sering disebut kalender Romulus yang bermula pada abad ke-8 SM), di mana penanggalan dalam satu tahun hanya terdiri dari sepuluh bulan yang dimulai pada bulan Maret. Pada masa itu, Oktober secara harfiah adalah bulan kedelapan.
Ketika raja kedua Roma, Numa Pompilius, menyisipkan bulan Januari dan Februari di permulaan kalender pada sekitar tahun 713 SM, posisi bulan ini bergeser menjadi bulan kesepuluh. Meskipun posisinya telah berubah, nama "Oktober" tetap dipertahankan dan terus digunakan sepanjang era Republik Romawi, Kekaisaran Romawi, hingga diadopsi secara luas di dunia modern.
Penamaan di Kebudayaan Lain
[sunting | sunting sumber]Pada masa Inggris Kuno (sebelum penaklukan Normandia), orang-orang Anglo-Saxon menyebut bulan Oktober sebagai Winterfylleth (secara harfiah bermakna "kepenuhan musim dingin" atau "bulan purnama musim dingin"). Nama ini diberikan karena mereka menganggap bahwa bulan purnama yang muncul di bulan ini menandakan dimulainya periode musim dingin yang pertama.
Dalam tradisi Slavia, Oktober sering disebut dengan istilah yang merujuk pada "bulan daun-daun berguguran" atau "bulan rami", yang sangat erat kaitannya dengan aktivitas agrikultur masyarakat prasejarah di Eropa Timur pada musim gugur.
Karakteristik astronomi dan kalender
[sunting | sunting sumber]Dalam sistem penanggalan kalender Masehi saat ini, pada tahun biasa (bukan tahun kabisat), bulan Oktober selalu dimulai pada hari yang sama dalam seminggu dengan bulan Januari. Sementara pada tahun kabisat, bulan Oktober tidak dimulai pada hari yang sama dengan bulan apa pun.
Terkait hari berakhirnya, bulan Oktober selalu berakhir pada hari yang sama dalam seminggu dengan bulan Februari di setiap tahunnya, dan juga berakhir pada hari yang sama dengan bulan Januari hanya pada tahun biasa.
Bulan Oktober juga terkenal dengan beberapa fenomena hujan meteor reguler. Tiga hujan meteor utama yang jatuh pada bulan ini meliputi:
- Draconids: Biasanya memuncak pada sekitar tanggal 8 atau 9 Oktober.
- Orionids: Salah satu hujan meteor yang paling terang, berasal dari sisa-sisa Komet Halley, yang umumnya mencapai puncaknya antara 21 dan 22 Oktober.
- Taurids Selatan: Hujan meteor minor yang memuncak di akhir Oktober hingga awal November.
Simbolisme
[sunting | sunting sumber]Berikut adalah identitas simbolis yang secara tradisional dikaitkan dengan bulan Oktober:
- Batu kelahiran: Batu kelahiran untuk bulan ini adalah Opal (yang dipercaya masyarakat kuno mengandung keajaiban dari semua batu permata karena spektrum warnanya) dan Turmalin (terutama turmalin merah muda yang melambangkan kasih sayang dan penyembuhan emosional).
- Bunga kelahiran: Bunga yang menjadi simbol bulan Oktober adalah Calendula atau Marigold (melambangkan kehangatan, perlindungan, dan kesuksesan) serta bunga Kosmos (yang menyimbolkan kedamaian, ketertiban, dan harmoni).
- Zodiak: Tanda-tanda astrologi untuk bulan ini adalah Libra (Timbangan) yang menempati periode hingga tanggal 22 Oktober, dan Skorpio (Kalajengking) yang dimulai sejak tanggal 23 Oktober hingga bulan berakhir.
Perayaan dan Hari Libur
[sunting | sunting sumber]Berbagai peringatan nasional dan hari penting internasional yang berlangsung di bulan Oktober antara lain:
- 1 Oktober: Hari Kesaktian Pancasila di Indonesia, hari nasional untuk memperingati kelangsungan ideologi Pancasila pasca-peristiwa Gerakan 30 September.
- 2 Oktober: Hari Batik Nasional, diperingati untuk merayakan ditetapkannya Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO.
- 5 Oktober: Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI).
- 24 Oktober: Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Day), memperingati berlakunya Piagam PBB pada tahun 1945.
- 28 Oktober: Hari Sumpah Pemuda, memperingati ikrar para pemuda-pemudi Indonesia pada Kongres Pemuda II tahun 1928.
- 31 Oktober: Halloween (Malam Para Kudus), sebuah perayaan sekuler dan tradisional yang dirayakan secara luas di negara-negara Barat dengan kegiatan seperti trick-or-treating dan pesta kostum.
- Hari Senin Pertama: Hari Habitat Sedunia.
