Lompat ke isi

O

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
O
Huruf kapital 'O' dan huruf kecil 'o' dalam rupa huruf serif.
Huruf kapital 'O' dan huruf kecil 'o' dalam rupa huruf serif.
Karakteristik Huruf
Sistem Penulisan Alfabet Latin
Jenis Karakter Huruf vokal
Sejarah asal Hieroglif Mesir (mata)
Abjad Proto-Sinaitik
  ↳ Abjad Fenisia (Ayin)
    ↳ Alfabet Yunani (Omikron)
      ↳ Alfabet Etruska kuno
Pengucapan (IPA) /o/, /ɔ/
Urutan Abjad Ke-15
Huruf Terkait Ayin (Fenisia)
Omikron & Omega (Yunani)
O (Kiril)
و (Arab)
Kode Karakter (Unicode)
Huruf Kapital U+004F
Huruf Kecil U+006F

O atau o adalah huruf kelima belas dan huruf vokal keempat dalam alfabet Latin dasar ISO. Dalam bahasa Indonesia, huruf ini secara umum melambangkan vokal bulat setengah tertutup belakang yang diucapkan sebagai /o/ (seperti pada kata "toko", "soto", dan "obat"), atau sebagai vokal terbuka /ɔ/ (seperti pada kata "otak", "tokoh", dan "botak").

Di antara seluruh huruf dalam alfabet Latin, wujud huruf O adalah salah satu yang paling purba dan paling stabil sepanjang sejarah, karena bentuk fisiknya nyaris tidak mengalami perubahan berarti sejak ribuan tahun yang lalu. Selain sangat fundamental dalam ranah kebahasaan, huruf O memiliki peran penting dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari lambang unsur oksigen dalam kimia, notasi algoritma dalam ilmu komputer (Big O notation), hingga lambang golongan darah universal.

Akar sejarah huruf O dapat ditelusuri dari peradaban Mesir Kuno. Leluhur paling awal dari huruf ini adalah sebuah hieroglif Mesir yang menggambar wujud sebelah mata manusia.

Sekitar milenium kedua Sebelum Masehi, ketika para pekerja Semit di Mesir mengadaptasi sistem penulisan ini menjadi abjad Proto-Sinaitik, mereka menyederhanakan gambar mata tersebut menjadi sebuah lingkaran piktografis (terkadang masih digambar dengan titik pupil di tengahnya). Bangsa Fenisia kemudian mengadopsi dan meresmikan lambang ini ke dalam abjad linear mereka menjadi sebuah lingkaran kosong murni, serta menamainya ayin (yang secara harfiah berarti "mata" dalam bahasa Semit purba).

Pada bahasa Fenisia, huruf ayin sama sekali bukan huruf vokal. Huruf tersebut melambangkan konsonan desis hulu-kerongkongan bersuara (/ʕ/), yaitu sebuah bunyi serak yang dihasilkan jauh di belakang tenggorokan (mirip dengan pelafalan huruf Ain dalam bahasa Arab).

Perubahan drastis terjadi ketika bangsa Yunani kuno mengadopsi abjad Fenisia. Karena bahasa Yunani tidak memiliki bunyi konsonan serak hulu-kerongkongan tersebut, huruf ayin menjadi tidak berguna bagi mereka. Alih-alih membuangnya, bangsa Yunani mengalihfungsikan lambang lingkaran tersebut untuk mewakili bunyi vokal /o/ pendek, dan menamainya omikron (yang secara harfiah berarti "O kecil"). Untuk bunyi /o/ yang lebih panjang, bangsa Yunani belakangan menciptakan huruf lain yang disebut omega (Ω, yang berarti "O besar").

Bentuk bundar omikron ini kemudian dipinjam oleh peradaban Etruska tanpa mengubah fungsi vokalnya. Bangsa Romawi kuno lantas mengadopsi huruf ini secara langsung ke dalam abjad bahasa Latin klasik. Wujud lingkarannya dipertahankan selama ribuan tahun tanpa perubahan dasar, menjadikannya salah satu warisan tipografi paling otentik di dunia hingga saat ini.

Tipografi

[sunting | sunting sumber]

Secara struktural, huruf majuskula (kapital) "O" dan huruf minuskula (kecil) "o" memiliki desain yang identik, hanya dibedakan oleh ukurannya saja. Pada masa lalu, wujud huruf O digambar sebagai lingkaran geometris yang bulat sempurna (seperti terlihat pada prasasti peninggalan Romawi). Namun, pada rupa huruf modern (baik gaya serif maupun sans-serif), bentuk huruf O sering kali dimampatkan secara horizontal sehingga wujudnya lebih menyerupai elips tegak atau oval.

Bentuk huruf "O" kapital membawa satu kerugian besar dalam dunia tipografi dan keinsinyuran modern: bentuknya sering kali identik dan tidak dapat dibedakan dengan angka Nol (0). Dalam banyak rupa huruf komputer purba dan sistem telegraf, angka nol dan huruf O dibagikan ke dalam tombol dan kawat sandi yang sama. Untuk mencegah kebingungan fatal—terutama dalam pembacaan kode lisensi, koordinat militer, dan pemrograman komputer—para perancang mesin ketik dan *font* komputer modern akhirnya mulai menyisipkan sebuah garis miring diagonal di dalam angka 0 (nol bergaris miring, ), atau menambahkan sebuah titik di tengah angka 0, agar dapat dibedakan secara tegas dari huruf O.

Penggunaan

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa

[sunting | sunting sumber]
  • Bahasa Indonesia: Pelafalan vokal huruf O terbagi menjadi dua varian utama (alofon):
    • Vokal tertutup /o/: Diucapkan saat rongga mulut agak tertutup dan bibir membulat (seperti pada "roti", "soto", "mobil").
    • Vokal terbuka /ɔ/: Diucapkan saat rahang lebih turun dan rongga mulut lebih terbuka (seperti pada "pohon", "tolong", "bola").
  • Bahasa Inggris: Seperti lazimnya huruf vokal dalam bahasa Inggris yang terdampak Pergeseran Vokal Besar (Great Vowel Shift), pengucapan huruf O sangat bervariasi. Ia bisa dibunyikan sebagai diftong /oʊ/ (seperti go, bone), vokal pendek /ɒ/ (seperti hot, lot), vokal /ʌ/ (seperti love, son), atau vokal /uː/ yang menyerupai bunyi 'u' panjang (seperti do, move).
  • Bahasa Prancis: Huruf O dibunyikan menyerupai aslinya, namun bahasa Prancis memiliki dwihuruf au dan trihuruf eau yang juga dibunyikan murni sebagai vokal /o/ (contohnya, kata eau dan bureau).
  • Bahasa Jerman dan Swedia: Huruf O sering kali dipasangkan dengan tanda diakritik umlaut di atasnya menjadi Ö (atau ö). Huruf ini melambangkan bunyi vokal bulat depan (seperti /ø/ atau /œ/), yang posisinya diucapkan di antara bunyi "o" dan "e" dengan bibir dimanyunkan.

Dalam berbagai bidang teknis

[sunting | sunting sumber]
  • Sains dan Kedokteran:
    • O adalah lambang kimia untuk unsur murni Oksigen, salah satu gas paling esensial bagi kehidupan di Bumi.
    • O adalah golongan darah pendonor universal dalam Sistem golongan darah ABO.
  • Matematika dan Ilmu Komputer:
    • Huruf O kapital digunakan untuk notasi Big O ($O(n)$) dalam ilmu komputer untuk mendeskripsikan kompleksitas waktu, ruang, dan efisiensi sebuah algoritma.
    • Huruf $O$ digunakan untuk merepresentasikan titik asal (Origin) pada sebuah bidang sistem koordinat Kartesius (0,0).
  • Singkatan dan Gelar: Di negara-negara berbahasa Inggris, awalan "O'" pada nama keluarga (seperti O'Connor, O'Neill) berasal dari bahasa Irlandia kuno "Ó" yang bermakna "cucu dari" atau "keturunan dari".

Kode komputasi

[sunting | sunting sumber]
Karakter O o
Nama Unicode LATIN CAPITAL LETTER O LATIN SMALL LETTER O
Pengodean desimal heksadesimal desimal heksadesimal
Unicode 79 U+004F 111 U+006F
UTF-8 79 4F 111 6F
Karakter referensi numerik O O o o
Keluarga EBCDIC 214 D6 150 96
ASCII 79 4F 111 6F

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]