Lompat ke isi

K

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
K
Huruf kapital 'K' dan huruf kecil 'k' dalam rupa huruf serif.
Huruf kapital 'K' dan huruf kecil 'k' dalam rupa huruf serif.
Urutan Huruf
Huruf sebelumnya J
Huruf selanjutnya L
Karakteristik Huruf
Sistem Penulisan Alfabet Latin
Jenis Karakter Huruf konsonan
Sejarah asal Hieroglif Mesir (tangan terbuka)
Abjad Proto-Sinaitik
  ↳ Abjad Fenisia (Kaf)
    ↳ Alfabet Yunani (Kapa)
      ↳ Alfabet Etruska kuno
Pengucapan (IPA) /k/, /ʔ/
Urutan Abjad Ke-11
Huruf Terkait Kaf (Fenisia)
Kapa (Yunani)
Ka (Kiril)
ك (Arab)
Kode Karakter (Unicode)
Huruf Kapital U+004B
Huruf Kecil U+006B

K atau k adalah huruf kesebelas dan huruf konsonan kedelapan dalam alfabet Latin dasar ISO. Dalam bahasa Indonesia, huruf ini secara umum melambangkan konsonan letup langit-langit belakang nirsuara yang diucapkan sebagai /k/ (seperti pada awalan kata "kucing" dan "kaku").

Huruf K memiliki sejarah evolusi yang cukup dinamis. Sempat diabaikan secara luas pada masa Kekaisaran Romawi yang lebih memilih menggunakan huruf C, huruf K akhirnya bangkit kembali pada Abad Pertengahan untuk mengatasi kebingungan pengucapan dalam bahasa-bahasa Eropa. Di luar bidang bahasa, huruf K jamak digunakan dalam ranah sains untuk melambangkan suhu mutlak, unsur kimia, dan sebagai awalan standar (prefiks) untuk kelipatan ribuan.

Perkembangan huruf K dimulai dari sebuah hieroglif Mesir kuno yang menggambarkan bentuk sebuah telapak tangan terbuka (dengan jari-jari yang merentang). Ketika lambang ini diserap oleh para pekerja Semit di Mesir ke dalam abjad Proto-Sinaitik, makna aslinya tetap dipertahankan.

Bangsa Fenisia kemudian mengadopsi simbol piktogram tersebut ke dalam abjad linear mereka dan menamainya kaf (yang secara harfiah berarti "telapak tangan" dalam bahasa Semit kuno). Pada masa ini, wujud huruf kaf digambar seperti sebuah garis bersudut yang menyerupai bentuk tiga jari atau tangan yang sedang menengadah. Huruf ini mewakili bunyi konsonan letup langit-langit belakang nirsuara /k/.

Ketika bangsa Yunani kuno mengadopsi abjad Fenisia, mereka mengambil huruf kaf dan menyesuaikan namanya menjadi kapa (Κ). Bangsa Yunani meluruskan tiang vertikalnya dan menempatkan dua garis diagonal di sebelah kanannya, sehingga melahirkan bentuk huruf K yang kita kenal sekarang. Kapa dibunyikan persis seperti nilai aslinya, yaitu /k/.

Perjalanan huruf ini mengalami pasang surut ketika masuk ke Semenanjung Italia. Bangsa Etruska menggunakan kombinasi C, K, dan Q untuk melambangkan bunyi /k/. Namun, ketika bangsa Romawi kuno mengadopsi abjad tersebut untuk menulis bahasa Latin, mereka memutuskan untuk hampir sepenuhnya membuang huruf K dan menggunakan huruf C (serta sesekali Q) secara dominan untuk melambangkan bunyi /k/ dan /g/. Dalam naskah Latin klasik, huruf K hanya dipertahankan untuk segelintir kata pinjaman kuno dari bahasa Yunani, yang paling terkenal adalah kata Kalendae (hari pertama dalam penanggalan Romawi, yang menjadi cikal bakal kata "kalender").

Nasib huruf K terselamatkan setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi. Pada Abad Pertengahan, banyak bahasa turunan Latin (seperti bahasa Prancis dan Italia kuno) mengalami pergeseran fonologis di mana huruf C yang diikuti vokal "e" atau "i" berubah bunyinya menjadi lembut (seperti /s/ atau /tʃ/). Hal ini menyebabkan huruf C tidak dapat lagi digunakan secara konsisten untuk melambangkan bunyi /k/ yang "keras". Untuk menghindari kebingungan, para ahli bahasa dan penulis di seluruh penjuru Eropa mulai mempopulerkan kembali huruf K dari masa Yunani untuk secara spesifik melambangkan bunyi /k/ murni.

Tipografi

[sunting | sunting sumber]

Secara struktural, huruf majuskula (kapital) "K" terdiri dari satu tiang tegak lurus (stem), sebuah garis diagonal yang mengarah ke atas (arm), dan sebuah garis diagonal yang mengarah ke bawah (leg). Titik pertemuan ketiga garis ini sering kali berada tepat di bagian tengah tiang vertikal pada sebagian besar rupa huruf gaya serif maupun sans-serif.

Huruf minuskula (kecil) "k" memiliki tinggi keseluruhan yang sama dengan bentuk kapitalnya karena tiang vertikalnya memiliki goresan naik yang memanjang ke atas (ascender). Perbedaan utamanya terletak pada proporsi "lengan" dan "kaki" diagonalnya, yang pada huruf "k" kecil tidak memanjang sampai ke ujung atas tiang. Pada beberapa rupa huruf kaligrafi bergaya tulisan tangan (seperti naskah script), garis diagonal atas pada huruf "k" kecil sering kali dibentuk menjadi lengkungan atau sebuah celah bulat tertutup (loop).

Penggunaan

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa

[sunting | sunting sumber]
  • Bahasa Indonesia: Huruf K memiliki keunikan fonologis dalam pelafalan bahasa Indonesia. Di posisi awal atau tengah kata, huruf K dibunyikan murni sebagai /k/ (contoh: "kamu", "buka"). Namun, ketika huruf K berada di akhir kata (posisi koda suku kata), huruf ini sering kali dilafalkan sebagai konsonan letup celah-suara atau bunyi hamzah (/ʔ/). Contohnya, posisi alat ucap kita saat mengucapkan kata "bapak", "tidak", dan "anak" berbeda dengan saat mengucapkan "kamu"; udara akan terhenti tiba-tiba di pita suara (bukan di langit-langit mulut). Ejaan baku bahasa Indonesia tidak memiliki huruf tersendiri untuk bunyi letup celah-suara ini, sehingga huruf K memikul tugas ganda tersebut.
  • Bahasa Inggris: Huruf K selalu dilafalkan sebagai /k/ "keras", seperti pada kata king dan keep. Namun, huruf K menjadi huruf senyap (silent letter) dan tidak dibunyikan sama sekali apabila berada di awal sebuah kata dan langsung diikuti oleh huruf N, yang merupakan sisaan dari cara pelafalan bahasa Inggris Kuno (contoh: knight, knife, know).
  • Bahasa Jepang: Dalam sistem Romanisasi Hepburn untuk bahasa Jepang, K merupakan salah satu konsonan dominan yang menyusun baris huruf kana Ka, Ki, Ku, Ke, dan Ko (か, き, く, け, こ).

Dalam berbagai bidang teknis

[sunting | sunting sumber]
  • Sains dan Fisika:
    • K kapital adalah simbol standar internasional (SI) untuk Kelvin, yaitu satuan pengukuran suhu mutlak. (Perhatikan bahwa Kelvin tidak menggunakan simbol derajat ° di depannya, cukup "K").
    • $k$ kecil (sering dicetak miring) digunakan sebagai lambang Konstanta Boltzmann dalam fisika termal, dan sebagai konstanta laju reaksi dalam mekanika klasik.
  • Ilmu Kimia: K adalah lambang kimia standar untuk unsur Kalium (yang dalam bahasa Inggris disebut Potassium).
  • Matematika dan Pengukuran: Huruf "k" (kecil) adalah awalan (prefiks) SI untuk Kilo-, yang berarti dikali 1.000 ($10^3$). Contohnya adalah km (kilometer) atau kg (kilogram). Dalam bahasa gaul dan perbankan, "10K" sering diartikan sebagai "10 ribu".
  • Komputasi: K atau KB adalah singkatan dari Kilobita (Kilobyte). Dalam sistem biner komputer, nilai K terkadang tidak dihitung sebagai 1.000 bulat, melainkan 1.024 ($2^{10}$).
  • Olahraga: Dalam papan skor permainan Bisbol (baseball), huruf K digunakan untuk melambangkan lemparan Strikeout. (K dipakai karena huruf S sudah dipakai untuk lambang Sacrifice).
  • Warna: Dalam sistem model warna CMYK yang digunakan oleh mesin cetak, huruf K merujuk pada Key (Kunci), yaitu tinta warna Hitam gelap, untuk membedakannya dengan rona biru Cyan (C).

Kode komputasi

[sunting | sunting sumber]
Karakter K k
Nama Unicode LATIN CAPITAL LETTER K LATIN SMALL LETTER K
Pengodean desimal heksadesimal desimal heksadesimal
Unicode 75 U+004B 107 U+006B
UTF-8 75 4B 107 6B
Karakter referensi numerik K K k k
Keluarga EBCDIC 210 D2 146 92
ASCII 75 4B 107 6B

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  • C (Huruf Romawi berbunyi serupa)
  • Kapa (Huruf Yunani)
  • Kaf (Huruf Ibrani/Fenisia)
  • Ka (Kiril)

Referensi

[sunting | sunting sumber]