Gitar
|
Tampilan depan dan belakang dari gitar klasik.
|
|
| Klasifikasi | Alat musik dawai (Petik) |
|---|---|
| Hornbostel-Sachs | 321.322 (Kordofon komposit) |
| Diciptakan | Abad ke-15 (bentuk awal di Spanyol) |
| Rentang nada | Umumnya E2 hingga E6 (pada gitar 24 fret) |
| Instrumen terkait | Lute, Vihuela, Ukulele, Bass elektrik, Banjo |
Gitar adalah sebuah instrumen musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik, umumnya menggunakan jari-jemari tangan atau sebuah plektrum (pick). Gitar terbentuk atas sebuah badan (body) berongga atau padat, dengan leher (neck) panjang yang menjadi tempat menempelnya papan fret (fretboard). Instrumen ini secara tradisional memiliki enam dawai yang terbuat dari bahan usus hewan, nilon, atau kawat baja, yang membentang dari kepala gitar (headstock) hingga ke jembatan (bridge) di bagian badan.
Dalam klasifikasi Hornbostel-Sachs, gitar termasuk dalam kategori kordofon komposit, di mana suara dihasilkan oleh getaran dawai yang kemudian diperkuat secara akustik melalui rongga resonansi, atau secara elektronik melalui pikup (pickup) dan amplifier.
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Kata "gitar" dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Belanda gitaar, yang berakar dari bahasa Spanyol guitarra. Kata Spanyol tersebut diturunkan dari bahasa Arab Andalusia qitara (قيثارة), yang bersumber dari bahasa Latin cithara, dan akhirnya berakar dari bahasa Yunani Kuno kithara (κιθάρα). Menariknya, akhiran -tar juga ditemukan dalam bahasa Persia Kuno yang memiliki arti "dawai" atau "senar".
Instrumen yang menyerupai gitar telah digunakan sejak ribuan tahun lalu pada peradaban kuno di Asia Tengah dan daerah kuno di Mesopotamia. Namun, cikal bakal gitar modern baru mulai terbentuk di Eropa pada akhir Abad Pertengahan.
Era Renaisans dan Barok
[sunting | sunting sumber]Pada abad ke-15 dan ke-16 di Spanyol, terdapat dua instrumen yang mendominasi, yaitu vihuela dan lute. Vihuela memiliki bentuk badan seperti angka delapan yang sangat mirip dengan gitar modern, namun menggunakan sistem penalaan (tuning) yang mirip dengan lute. Pada era Barok, "gitar barok" dengan lima pasang dawai (course) mulai populer dan menggantikan vihuela di Spanyol.
Lahirnya Gitar Klasik Modern
[sunting | sunting sumber]Desain gitar klasik modern seperti yang dikenal saat ini sebagian besar merupakan hasil mahakarya seorang pembuat alat musik (luthier) asal Spanyol bernama Antonio de Torres Jurado pada abad ke-19. Ia memperbesar ukuran badan gitar, mengubah proporsi kurva, dan memperkenalkan pola *fan bracing* (penopang kipas) di dalam papan suara. Inovasi Torres meningkatkan volume dan proyeksi nada secara drastis, menjadikannya standar rancangan instrumen dawai modern.
Era Gitar Elektrik
[sunting | sunting sumber]Pada dekade 1920-an dan 1930-an, kebutuhan akan instrumen yang lebih keras di dalam grup musik Big band memicu penciptaan gitar elektrik. Inovator seperti George Beauchamp, Adolph Rickenbacker, Les Paul, dan Leo Fender mulai merancang gitar dengan pikup elektromagnetik. Pengenalan gitar berbadan padat (solid-body) pada era 1950-an seperti Fender Telecaster dan Gibson Les Paul mengubah lanskap musik global dan memicu lahirnya genre Rock and roll.
Jenis-Jenis Gitar
[sunting | sunting sumber]Gitar secara garis besar dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan cara suara diperkuat:
1. Gitar Akustik
[sunting | sunting sumber]Gitar akustik mengandalkan rongga udara di dalam badan gitar untuk memantulkan dan memperkuat getaran dawai secara alami.
- Gitar klasik: Menggunakan dawai nilon dan memiliki papan fret yang lebar serta datar. Identik dengan musik klasik, flamenco, dan musik tradisional Spanyol.
- Gitar akustik senar baja: Menggunakan dawai kawat baja (steel-string), menghasilkan suara yang lebih nyaring dan metalik. Sangat umum dalam genre pop, country, dan folk.
2. Gitar Elektrik
[sunting | sunting sumber]Gitar elektrik tidak bergantung pada rongga resonansi akustik (meskipun ada jenis *hollow-body*). Instrumen ini menggunakan transduser elektromagnetik (pikup) untuk mengubah getaran dawai baja menjadi sinyal listrik. Sinyal ini kemudian disalurkan ke amplifier untuk menghasilkan suara. Gitar elektrik memungkinkan manipulasi suara yang luas melalui penggunaan pedal efek seperti distorsi.
Anatomi dan Konstruksi
[sunting | sunting sumber]Sebuah gitar modern umumnya terdiri dari komponen-komponen berikut:
- Kepala (Headstock): Bagian paling ujung leher tempat terpasangnya pemutar (tuning pegs) untuk mengatur ketegangan dawai.
- Mur (Nut): Batangan kecil dari tulang atau plastik di ujung papan fret yang menjaga posisi dawai.
- Leher (Neck): Kayu memanjang yang menjadi tempat bersandarnya papan fret.
- Papan Fret (Fretboard): Permukaan tempat pemain menekan dawai. Terdapat batangan logam tipis yang disebut fret untuk menentukan nada.
- Badan (Body): Kotak resonansi pada gitar akustik, atau papan kayu padat pada gitar elektrik. Terdapat lubang suara (soundhole) pada jenis akustik.
- Jembatan (Bridge): Penambat ujung dawai pada badan gitar.
Penalaan Standar
[sunting | sunting sumber]Meskipun terdapat ratusan metode penalaan alternatif, penalaan (tuning) standar yang paling umum digunakan di seluruh dunia dari dawai paling tebal (bernada rendah) ke paling tipis (bernada tinggi) adalah:
- Dawai ke-6: E (E rendah)
- Dawai ke-5: A
- Dawai ke-4: D
- Dawai ke-3: G
- Dawai ke-2: B
- Dawai ke-1: E (E tinggi)
Lihat Pula
[sunting | sunting sumber]
