Lompat ke isi

Autobiografi

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Revisi sejak 7 Agustus 2026 16.02 oleh Admin (bicara | kontrib) (🤖 Sync metadata: Catatan riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang itu sendiri)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Autobiografi atau otobiografi (berasal dari bahasa Yunani: autos yang berarti "sendiri", bios yang berarti "hidup", dan graphien yang berarti "menulis") adalah catatan riwayat hidup seseorang yang ditulis atau diceritakan oleh orang itu sendiri. Sebagai salah satu cabang karya nonfiksi dan sastra, autobiografi memberikan persepsi subjektif, ingatan pribadi, serta refleksi batin mengenai perjalanan hidup, pengalaman unik, dan pandangan dunia dari sang penulis.

Autobiografi berbeda dari biografi biasa yang ditulis oleh orang lain, serta berbeda dari memoar yang umumnya hanya berfokus pada periode tertentu, peristiwa spesifik, atau tema terbatas dalam kehidupan penulis.

Sejarah dan Perkembangan

[sunting | sunting sumber]

Tradisi penulisan autobiografi telah berlangsung selama ribuan tahun dan berkembang seiring meningkatnya kesadaran individu dalam sejarah peradaban.

Era Kuno dan Abad Pertengahan

[sunting | sunting sumber]
  • Peradaban Kuno: Catatan otobiografis awal umumnya berbentuk prasasti atau dokumen politik yang memuji diri sendiri, seperti Res Gestae Divi Augusti karya Kaisar Augustus.
  • Pengakuan St. Agustinus: Karya Confessiones (Pengakuan) yang ditulis oleh Agustinus dari Hippo pada abad ke-4 Masehi dianggap sebagai autobiografi Barat sejati pertama. Karya ini menyoroti refleksi spiritual, pencarian iman, dan konflik batin pribadi.

Era Modern

[sunting | sunting sumber]
  • Abad Pencerahan: Penulisan autobiografi berkembang pesat dengan fokus pada refleksi sekuler dan perkembangan karakter. Karya Les Confessions karya Jean-Jacques Rousseau (abad ke-18) memelopori keterbukaan emosional dan pengakuan kekurangan diri secara jujur.
  • Abad ke-20 dan 21: Autobiografi menjadi genre populer bagi berbagai kalangan, mulai dari pemimpin politik, ilmuwan, seniman, hingga masyarakat awam yang memiliki pengalaman hidup unik.

Ciri Khas dan Unsur

[sunting | sunting sumber]

Sebagai karya tulis naratif, autobiografi memiliki beberapa ciri utama:

  • Sudut Pandang Orang Pertama: Menggunakan kata ganti "aku" atau "saya" untuk menyampaikan peristiwa secara langsung.
  • Subjektivitas dan Perspektif Batin: Menyoroti perasaan pribadi, motivasi, penyesalan, dan interpretasi internal terhadap peristiwa sejarah yang dialami.
  • Kronologi Hidup: Secara umum merangkum rentang waktu yang panjang, mulai dari masa kanak-kanak, pendidikan, perjuangan karier, hingga puncaknya di masa dewasa.

Jenis dan Bentuk Karangan

[sunting | sunting sumber]

Autobiografi dapat dipublikasikan dalam berbagai format dan bantuan penulisan:

  • Autobiografi Tradisional: Naskah murni yang ditulis sendiri secara mandiri oleh tokoh yang bersangkutan dari awal hingga akhir.
  • Autobiografi Kolaboratif: Ditulis oleh sang tokoh dengan bantuan penyunting profesional atau juru tulis untuk merapikan struktur bahasa.
  • Autobiografi dengan Penulis Bayangan (Ghostwritten): Disusun oleh penulis bayangan profesional melalui proses wawancara mendalam, tetapi nama yang tercantum sebagai penulis utama tetaplah sang tokoh.

Perbedaan dengan Genre Terkait

[sunting | sunting sumber]
  • Biografi: Catatan hidup yang ditulis oleh pihak ketiga/penulis lain berdasarkan riset obyektif.
  • Memoar: Menfokuskan narasi pada satu fragmen waktu, krisis, atau kenangan bertema spesifik (misalnya masa perang atau masa jabatan politik), bukan keseluruhan perjalanan hidup.
  • Diari / Jurnal: Catatan harian mentah yang ditulis secara spontan tanpa perancangan narasi komprehensif untuk publikasi.

Lihat Pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]