Lompat ke isi

Sejarah (genre buku)

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Revisi sejak 30 Agustus 2026 01.47 oleh Admin (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '{{Infobox genre buku | Nama = Sejarah (Genre Buku) | Klasifikasi utama = Nonfiksi | Fokus cerita = Peristiwa masa lalu, tokoh nyata, evolusi masyarakat, dan analisis zaman | Karakteristik = ya | Gaya penulisan = Naratif, analitis, akademis, atau deskriptif | Sumber bahan = Sumber primer, sumber sekunder, arsip, artefak, dokumentasi lisan | Subgenre = Sejarah populer, biografi sejarah, sejarah militer, seja...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Sejarah (Genre Buku)
Klasifikasi utama Nonfiksi
Fokus tulisan Peristiwa masa lalu, tokoh nyata, evolusi masyarakat, dan analisis zaman
Karakteristik genre
Gaya penulisan Naratif, analitis, akademis, atau deskriptif
Sumber bahan Sumber primer, sumber sekunder, arsip, artefak, dokumentasi lisan
Subgenre Sejarah populer, biografi sejarah, sejarah militer, sejarah sosial, sejarah naratif
Perintis awal Herodotus, Tukidides, Sima Qian
Penulis terkemuka Edward Gibbon, Barbara Tuchman, Jared Diamond, Yuval Noah Harari
Contoh karya Sejarah Mippedia (buku)

Dalam konteks penerbitan dan kesusastraan, sejarah adalah sebuah genre buku nonfiksi yang memuat narasi, deskripsi, atau analisis kronologis mengenai peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lalu.

Berbeda dengan historiografi yang murni merupakan disiplin ilmu akademis tentang metode penelitian sejarah, genre buku sejarah lebih berfokus pada penyajian kembali hasil penelitian sejarah tersebut kepada khalayak pembaca, baik dalam bentuk tulisan populer maupun referensi akademis.

Buku dalam genre sejarah memiliki kewajiban mutlak terhadap keakuratan faktual. Para penulis atau sejarawan yang menyusun buku di genre ini harus menyandarkan narasinya pada bukti-bukti yang dapat diverifikasi, seperti dokumen arsip, kesaksian tertulis, sumber primer, atau temuan arkeologi. Meskipun demikian, genre sejarah tetap mengandalkan kemampuan naratif dan gaya penceritaan sastra untuk menarik minat pembaca, terutama pada subgenre sejarah naratif dan sejarah populer.

Karakteristik utama

Genre buku sejarah memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari genre nonfiksi lainnya (seperti jurnalisme yang berfokus pada peristiwa terkini) dan sastra imajinatif (seperti fiksi sejarah):

  • Keterikatan pada fakta: Tidak seperti fiksi, penulis buku sejarah tidak diperkenankan untuk menciptakan tokoh imajiner, mengubah garis waktu, atau mereka-reka dialog fiktif yang tidak pernah diucapkan oleh tokoh sejarah.
  • Penggunaan sumber (sitasi): Karya sejarah yang mapan selalu menyertakan rujukan yang transparan (biasanya dalam bentuk catatan kaki, catatan akhir, atau bibliografi) untuk memungkinkan pembaca melacak dari mana asal informasi tersebut.
  • Interpretasi dan perspektif: Fakta-fakta masa lalu tidak dapat berbicara sendiri. Oleh karena itu, buku sejarah selalu melibatkan interpretasi penulis (sejarawan) dalam menyusun sebab-akibat suatu peristiwa. Dua buku sejarah yang menceritakan peristiwa yang sama (misalnya Perang Dunia II) dapat memiliki sudut pandang dan analisis yang sangat berbeda.
  • Struktur naratif: Buku sejarah berkualitas umumnya memiliki struktur penceritaan yang kuat, meliputi pembukaan, perkembangan konflik sosial/politik, klimaks sejarah, dan dampaknya (resolusi), menyerupai alur dalam penceritaan prosa.

Perkembangan genre

Era kuno

Tradisi penulisan buku sejarah bermula di Yunani Kuno pada abad ke-5 SM. Herodotus merintis genre ini melalui karyanya Historiai, yang mencoba mendokumentasikan asal-usul Perang Yunani-Persia. Tak lama setelahnya, Tukidides menulis Sejarah Perang Peloponnesos, yang memperkenalkan metode penulisan sejarah yang jauh lebih kritis dan mengesampingkan peran dewa-dewa (mitologi), menjadikannya buku sejarah sekuler pertama. Di Tiongkok, penulisan sejarah sebagai genre sastra dimulai pada masa Dinasti Han oleh sejarawan agung Sima Qian melalui mahakaryanya, Catatan Sejarawan Agung (Shiji).

Abad pertengahan hingga Pencerahan

Pada Abad Pertengahan, penulisan sejarah lebih sering berwujud kronik (catatan tahunan) yang mendaftar peristiwa per tahun tanpa banyak analisis naratif mendalam, atau berupa Hagiografi (kisah hidup orang-orang suci).

Memasuki Abad Pencerahan, penulisan sejarah bertransformasi menjadi karya prosa literatur yang megah. Puncak keemasan buku sejarah pada masa ini adalah terbitnya mahakarya enam volume tulisan sejarawan Inggris, Edward Gibbon, berjudul Sejarah Kemunduran dan Kejatuhan Kekaisaran Romawi (1776–1789). Buku ini dipuji tidak hanya karena ketelitian risetnya, tetapi juga karena kualitas sastranya yang elegan dan ironi di dalam gaya penceritaannya.

Sejarah populer era modern

Pada abad ke-20 dan ke-21, genre buku sejarah terbagi dengan jelas antara monograf akademis (ditujukan untuk kalangan universitas) dan sejarah populer. Buku sejarah populer ditulis tanpa menggunakan jargon (istilah rumit) akademis agar mudah dinikmati masyarakat luas. Tokoh seperti Barbara Tuchman, yang menulis buku sejarah pemenang Penghargaan Pulitzer The Guns of August, membuktikan bahwa sebuah buku sejarah nonfiksi murni dapat sukses besar dan laris layaknya novel komersial.

Pada era kontemporer, penulisan sejarah makro (Big History) yang menggabungkan biologi, geografi, dan sosiologi sangat populer, contohnya seperti buku best-seller Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia karya Yuval Noah Harari dan Guns, Germs, and Steel karya Jared Diamond.

Perbedaan dengan fiksi sejarah

Sering terjadi kebingungan di kalangan pembaca antara buku di genre "sejarah" dan genre "fiksi sejarah".

  • Buku di dalam genre sejarah sepenuhnya menguraikan kenyataan berdasarkan riset historis yang dapat dibuktikan. (Contoh: Buku The Rise and Fall of the Third Reich karya William L. Shirer).
  • Sebaliknya, fiksi sejarah adalah karya novel karangan belaka yang berlatar belakang di sebuah periode masa lalu yang nyata. Tokoh fiktif dapat dimasukkan untuk berinteraksi dengan tokoh nyata, atau alur sejarah dimodifikasi untuk tujuan dramatisasi. (Contoh: Novel A Tale of Two Cities karya Charles Dickens).

Subgenre utama

Genre sejarah di toko buku dan perpustakaan memiliki beberapa payung klasifikasi, antara lain:

  • Sejarah naratif: Ditulis murni sebagai cerita yang mengalir, menyoroti karakter dan peristiwa secara kronologis.
  • Biografi sejarah: Fokus secara eksklusif pada kehidupan nyata dari figur sejarah tunggal.
  • Sejarah militer: Mengulas peperangan, doktrin tempur, pertempuran, dan kehidupan prajurit di masa lalu.
  • Sejarah sosial dan budaya: Fokus pada kehidupan rakyat biasa, adat istiadat, atau evolusi peradaban masyarakat bawah dari bawah ke atas, alih-alih hanya berfokus pada raja atau jenderal militer.
  • Sejarah revisionis: Buku yang ditulis untuk menantang atau mengubah sudut pandang penulisan sejarah tradisional yang telah diterima sebelumnya, berdasarkan ditemukannya arsip baru.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar