Lompat ke isi

Komunikasi

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Revisi sejak 12 Maret 2026 16.39 oleh Admin (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '{{SHORTDESC:Proses pertukaran informasi antar individu melalui sistem simbol bersama}} '''Komunikasi''' adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, atau gagasan) dari satu pihak ke pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-geri...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, atau gagasan) dari satu pihak ke pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik tubuh atau menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, atau mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut dengan Komunikasi nonverbal.

Etimologi

Secara etimologis, kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communicare yang berarti "membagi" atau "menjadi milik bersama". Istilah ini merujuk pada upaya untuk membangun "kesamaan" (commonness) antara pengirim pesan dan penerima pesan.

Komponen Dasar

Untuk terjadinya sebuah proses komunikasi, diperlukan komponen-komponen utama sebagai berikut:

  • Pengirim (Sender): Pihak yang memprakarsai komunikasi dan mengirimkan pesan.
  • Pesan (Message): Informasi atau materi yang dikomunikasikan.
  • Saluran (Channel): Media yang digunakan untuk mengirimkan pesan (udara, kabel, gelombang elektromagnetik, dsb).
  • Penerima (Receiver): Pihak yang menerima dan menerjemahkan pesan.
  • Umpan Balik (Feedback): Tanggapan dari penerima yang memungkinkan pengirim mengetahui apakah pesan dipahami.
  • Gangguan (Noise): Faktor-faktor yang menghambat kelancaran proses komunikasi.

Sejarah

Sejarah komunikasi berkembang seiring dengan evolusi peradaban manusia:

  1. Zaman Prasejarah: Penggunaan lukisan gua, simbol petroglif, dan sinyal api.
  2. Era Tulisan: Penemuan papirus di Mesir dan sistem tulisan paku di Mesopotamia.
  3. Era Cetak: Penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1450 mengubah cara informasi disebarkan secara massal.
  4. Era Telekomunikasi: Penemuan Telegraf, Telepon, dan Radio pada abad ke-19 dan awal ke-20.
  5. Era Digital: Munculnya Internet, Media sosial, dan teknologi komputasi awan yang memungkinkan komunikasi instan global.

Bentuk-Bentuk Komunikasi

Berdasarkan cara penyampaian dan jumlah partisipan, komunikasi dapat diklasifikasikan menjadi:

Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi yang terjadi di dalam diri sendiri, seperti berpikir, merenung, atau berdoa.

Komunikasi Interpersonal

Proses pertukaran informasi antara dua orang atau lebih yang biasanya terjadi secara tatap muka atau melalui media personal.

Komunikasi Massa

Proses komunikasi di mana pesan dikirimkan melalui media cetak atau elektronik kepada khalayak luas dan heterogen. Karakteristik utamanya adalah adanya penjaga gerbang (editor) dan sifatnya yang satu arah.

Teori Komunikasi

Beberapa model teori yang sering digunakan dalam studi akademik meliputi:

  • Model Lasswell: Dirumuskan oleh Harold Lasswell (1948) dengan pertanyaan: Who says what in which channel to whom with what effect?
  • Teori Shannon-Weaver: Sering disebut sebagai "ibu dari semua model", yang berfokus pada transmisi pesan teknis dan gangguan.
  • Determinis Teknologi: Teori dari Marshall McLuhan yang menyatakan bahwa "medium adalah pesan" (the medium is the message).

Fungsi Komunikasi

Dalam kehidupan sosial, komunikasi menjalankan beberapa fungsi kritis:

  1. Informasi: Menyediakan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
  2. Sosialisasi: Menghubungkan individu dengan nilai-nilai masyarakat.
  3. Motivasi: Mendorong individu untuk mencapai tujuan tertentu.
  4. Ekspresi Emosional: Sarana untuk menunjukkan perasaan dan kebutuhan.

Lihat Pula