M: Perbedaan antara revisi
k 🤖 Sync metadata: Huruf ketiga belas dan konsonan kesepuluh dalam alfabet Latin Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Bot Pemeliharaan Otomatis: Patrol, Templating, Formatting, & Smart Wikilink. |
||
| Baris 16: | Baris 16: | ||
'''M''' atau '''m''' adalah huruf ketiga belas dan [[huruf konsonan]] kesepuluh dalam [[alfabet Latin]] dasar ISO. Dalam [[bahasa Indonesia]], huruf ini melambangkan [[konsonan sengau dwibibir bersuara]] (konsonan nasal bilabial) yang diucapkan secara konsisten sebagai /m/ (seperti pada kata "makan", "malam", dan "asam"). | '''M''' atau '''m''' adalah huruf ketiga belas dan [[huruf konsonan]] kesepuluh dalam [[alfabet Latin]] dasar ISO. Dalam [[bahasa Indonesia]], huruf ini melambangkan [[konsonan sengau dwibibir bersuara]] (konsonan nasal bilabial) yang diucapkan secara konsisten sebagai /m/ (seperti pada kata "makan", "malam", dan "asam"). | ||
Huruf M adalah salah satu konsonan yang paling stabil dan umum ditemukan di hampir seluruh bahasa di dunia. Hal ini disebabkan karena bunyi /m/ merupakan salah satu bunyi paling awal dan paling mudah yang dapat diucapkan oleh bayi (yang menghasilkan kata dasar universal seperti "mama" atau "ibu" dalam berbagai bahasa). Dalam ilmu pengetahuan dan sains, M memiliki spektrum kegunaan yang sangat luas, mulai dari satuan meter untuk panjang, lambang massa, hingga angka Romawi untuk seribu. | [[Huruf]] M adalah salah satu konsonan yang paling stabil dan umum ditemukan di hampir seluruh bahasa di dunia. Hal ini disebabkan karena bunyi /m/ merupakan salah satu bunyi paling awal dan paling mudah yang dapat diucapkan oleh bayi (yang menghasilkan kata dasar universal seperti "mama" atau "ibu" dalam berbagai bahasa). Dalam ilmu pengetahuan dan sains, M memiliki spektrum kegunaan yang sangat luas, mulai dari satuan meter untuk panjang, lambang massa, hingga angka Romawi untuk seribu. | ||
== Sejarah == | == [[Sejarah]] == | ||
Evolusi wujud huruf M adalah salah satu rekam jejak paling jelas dari perjalanan piktogram kuno menjadi huruf modern. Akar bentuk zig-zag dari huruf M bermula dari lambang [[hieroglif Mesir]] yang menggambar wujud riak atau gelombang air di sungai Nil. | Evolusi wujud huruf M adalah salah satu rekam jejak paling jelas dari perjalanan piktogram kuno menjadi huruf modern. [[Akar]] bentuk zig-zag dari huruf M bermula dari lambang [[hieroglif Mesir]] yang menggambar wujud riak atau gelombang air di sungai Nil. | ||
Sekitar milenium kedua Sebelum Masehi, bangsa penutur [[rumpun bahasa Semit]] yang bermukim atau bekerja di Mesir mengadaptasi lambang gelombang air ini ke dalam [[abjad Proto-Sinaitik]]. Mereka menamai huruf tersebut ''mem'' (yang secara harfiah berarti "air" dalam bahasa Semit kuno) dan menggunakannya untuk melambangkan bunyi konsonan /m/ awal dari kata tersebut (prinsip akrofoni). Wujud abjad Proto-Sinaitik ini masih sangat identik dengan gambar gelombang air yang berkelok-kelok. | Sekitar milenium kedua Sebelum Masehi, bangsa penutur [[rumpun bahasa Semit]] yang bermukim atau bekerja di Mesir mengadaptasi lambang gelombang air ini ke dalam [[abjad Proto-Sinaitik]]. Mereka menamai huruf tersebut ''mem'' (yang secara harfiah berarti "air" dalam bahasa Semit kuno) dan menggunakannya untuk melambangkan bunyi konsonan /m/ awal dari kata tersebut (prinsip akrofoni). Wujud abjad Proto-Sinaitik ini masih sangat identik dengan gambar gelombang air yang berkelok-kelok. | ||
| Baris 28: | Baris 28: | ||
== Tipografi == | == Tipografi == | ||
Bentuk majuskula (kapital) "M" secara umum terdiri dari dua tiang lurus vertikal (''stems'') paralel, yang saling dihubungkan di bagian atas oleh dua garis diagonal (sering disebut tiang dalam) yang mengarah ke bawah dan bertemu di titik tengah (membuat rupa huruf V di dalamnya). Pada banyak [[rupa huruf]] serif awal, sudut puncak di mana garis vertikal dan diagonal bertemu sering dibuat tumpul atau rata, namun pada rupa huruf modern sudut ini umumnya dibuat tajam. Titik perpotongan tengah huruf M (verteks) pada sebagian rupa huruf menyentuh garis dasar terbawah (''baseline''), sementara pada beberapa desain lain (seperti [[Garamond]]), titik tersebut menggantung di atas garis dasar. | Bentuk majuskula (kapital) "M" secara umum terdiri dari dua tiang lurus vertikal (''stems'') paralel, yang saling dihubungkan di bagian atas oleh dua garis diagonal (sering disebut tiang dalam) yang mengarah ke bawah dan bertemu di titik tengah (membuat rupa huruf [[V]] di dalamnya). Pada banyak [[rupa huruf]] serif awal, sudut puncak di mana garis vertikal dan diagonal bertemu sering dibuat tumpul atau rata, namun pada rupa huruf modern sudut ini umumnya dibuat tajam. Titik perpotongan tengah huruf M (verteks) pada sebagian rupa huruf menyentuh garis dasar terbawah (''baseline''), sementara pada beberapa desain lain (seperti [[Garamond]]), titik tersebut menggantung di atas garis dasar. | ||
Huruf minuskula (kecil) "m" diturunkan langsung dari bentuk kapitalnya melalui proses penulisan kursif dan naskah unksial (''uncial''). Penulisan cepat menggunakan pena bulu pada akhir [[Kekaisaran Romawi]] mengubah lekukan tajam "M" menjadi dua buah lengkungan yang menyerupai bukit (''arches''). Pada aksara [[Karoling]] (''Carolingian minuscule'') abad ke-8, bentuk ini semakin dibakukan menjadi huruf "m" kecil dengan tiga kaki penyangga berturut-turut, seperti sepasang huruf "n" kecil yang digabungkan. | Huruf minuskula (kecil) "m" diturunkan langsung dari bentuk kapitalnya melalui proses penulisan kursif dan naskah unksial (''uncial''). Penulisan cepat menggunakan pena bulu pada akhir [[Kekaisaran Romawi]] mengubah lekukan tajam "M" menjadi dua buah lengkungan yang menyerupai bukit (''arches''). Pada aksara [[Karoling]] (''Carolingian minuscule'') abad ke-8, bentuk ini semakin dibakukan menjadi huruf "m" kecil dengan tiga kaki penyangga berturut-turut, seperti sepasang huruf "n" kecil yang digabungkan. | ||
| Baris 34: | Baris 34: | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
=== Dalam bahasa === | === Dalam bahasa === | ||
* '''Bahasa Indonesia''': Huruf M dibunyikan secara konsisten sebagai konsonan nasal bilabial /m/. Posisi pelafalannya di mana bibir atas dan bawah dirapatkan (dwibibir) untuk menghalangi aliran udara dari mulut, sementara pita suara digetarkan, dan udara dilepaskan melalui rongga hidung (sengau). | * '''[[Bahasa Indonesia]]''': [[Huruf]] M dibunyikan secara konsisten sebagai konsonan nasal bilabial /m/. Posisi pelafalannya di mana bibir atas dan bawah dirapatkan (dwibibir) untuk menghalangi aliran udara dari mulut, sementara pita suara digetarkan, dan udara dilepaskan melalui rongga hidung (sengau). | ||
* '''Bahasa Inggris''': Serupa dengan bahasa Indonesia, M diucapkan sebagai /m/ secara konsisten dalam kata-kata seperti ''map'', ''moon'', dan ''memory''. M juga merupakan satu-satunya huruf konsonan yang jamak digunakan untuk menirukan suara orang yang sedang berpikir atau bersenandung tanpa membuka mulut (seperti interjeksi ''"Hmm"'' atau ''"Mmm"'' dalam literatur). | * '''[[Bahasa Inggris]]''': Serupa dengan bahasa Indonesia, M diucapkan sebagai /m/ secara konsisten dalam kata-kata seperti ''map'', ''moon'', dan ''memory''. M juga merupakan satu-satunya huruf konsonan yang jamak digunakan untuk menirukan suara orang yang sedang berpikir atau bersenandung tanpa membuka mulut (seperti interjeksi ''"Hmm"'' atau ''"Mmm"'' dalam literatur). | ||
* '''Bahasa Prancis''': Apabila huruf M berada di akhir suku kata setelah vokal (seperti pada kata ''faim'' atau ''nom''), huruf ini tidak dibunyikan secara terpisah melainkan hanya berfungsi untuk menyengaukan (nasalisasi) huruf vokal yang mendahuluinya. | * '''[[Bahasa]] Prancis''': Apabila huruf M berada di akhir suku kata setelah vokal (seperti pada kata ''faim'' atau ''nom''), huruf ini tidak dibunyikan secara terpisah melainkan hanya berfungsi untuk menyengaukan (nasalisasi) huruf vokal yang mendahuluinya. | ||
=== Dalam berbagai bidang teknis === | === Dalam berbagai bidang teknis === | ||
| Baris 44: | Baris 44: | ||
** '''m''' (kecil) merupakan awalan standar untuk '''mili-''', yang menandakan pembagian seperseribu atau 10<sup>-3</sup> (contoh: mm untuk milimeter). | ** '''m''' (kecil) merupakan awalan standar untuk '''mili-''', yang menandakan pembagian seperseribu atau 10<sup>-3</sup> (contoh: mm untuk milimeter). | ||
* '''Fisika dan Keinsinyuran''': | * '''Fisika dan Keinsinyuran''': | ||
** Huruf $m$ kecil lazim digunakan sebagai variabel matematika yang melambangkan besaran '''massa''', seperti dalam persamaan kesetaraan massa-energi Einstein yang sangat terkenal, yaitu $E = mc^2$. | ** [[Huruf]] $m$ kecil lazim digunakan sebagai variabel matematika yang melambangkan besaran '''massa''', seperti dalam persamaan kesetaraan massa-energi Einstein yang sangat terkenal, yaitu $[[E]] = mc^2$. | ||
** Huruf kapital $M$ digunakan untuk melambangkan **Momen gaya** (torsi). | ** Huruf kapital $M$ digunakan untuk melambangkan **Momen gaya** (torsi). | ||
* '''Ilmu Kimia''': $M$ sering digunakan untuk mewakili **Molaritas** (konsentrasi suatu zat dalam larutan), sementara $m$ digunakan untuk molalitas. | * '''Ilmu Kimia''': $M$ sering digunakan untuk mewakili **Molaritas** (konsentrasi suatu zat dalam larutan), sementara $m$ digunakan untuk molalitas. | ||
| Baris 71: | Baris 71: | ||
| Unicode | | Unicode | ||
| 77 | | 77 | ||
| U+004D | | [[U]]+004D | ||
| 109 | | 109 | ||
| U+006D | | U+006D | ||
| Baris 107: | Baris 107: | ||
* [[Angka Romawi]] | * [[Angka Romawi]] | ||
== Referensi == | == [[Referensi]] == | ||
{{Reflist}} | {{Reflist}} | ||