Tangga nada: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi '{{SHORTDESC:Rangkaian nada yang disusun berdasarkan urutan jenjang tinggi rendahnya frekuensi}} {{Infobox musik | nama = Tangga nada | gambar = C_major_scale_ascending_and_descending.png | ukuran_gambar = 300px | keterangan = Notasi tangga nada C mayor naik dan turun yang menunjukkan susunan interval utuh (whole step) dan setengah (half step). | nama_lain = Skala musik, ''scale'' | jenis = Str...' Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Tidak ada ringkasan suntingan Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
{{Infobox musik | {{Infobox musik | ||
| nama = Tangga nada | | nama = Tangga nada | ||
| gambar = | | gambar = | ||
| keterangan = | |||
| keterangan = | |||
| nama_lain = Skala musik, ''scale'' | | nama_lain = Skala musik, ''scale'' | ||
| jenis = Struktur [[Melodi]] / Kerangka [[Harmoni]] | | jenis = Struktur [[Melodi]] / Kerangka [[Harmoni]] | ||
Revisi per 12 Maret 2026 18.01
| Nama lain | Skala musik, scale |
|---|---|
| Klasifikasi | Elemen dasar Musik |
| Jenis | Struktur Melodi / Kerangka Harmoni |
| Subjek terkait | Teori musik, Komposisi musik, Modal musik |
| Unsur dasar | Nada, Interval |
| Jumlah nada | 5 (pentatonis), 7 (diatonis), 12 (kromatis) |
| Sistem penalaan | Temperamen merata, Just intonation |
| Wilayah budaya | Global (Barat, Timur, Tradisional) |
Tangga nada atau skala musik ( bahasa Inggris: scale ) adalah rangkaian nada yang disusun berurutan berdasarkan jenjang tinggi rendahnya frekuensi atau titik nadanya. Dalam teori musik, tangga nada berfungsi sebagai kerangka dasar untuk menciptakan melodi dan harmoni dalam sebuah komposisi musik.
Susunan nada dalam suatu tangga nada ditentukan oleh jarak antar-nada yang disebut sebagai interval. Tangga nada dapat disusun secara menaik (ascending) dari nada rendah ke nada tinggi, maupun menurun (descending) dari nada tinggi ke nada rendah. Identitas suatu tangga nada ditentukan oleh jumlah nada yang dikandungnya serta pola interval spesifik di antara nada-nada tersebut.
Struktur dan Pembentukan
Sebagian besar tangga nada dalam musik Barat didasarkan pada interval oktaf, yaitu jarak antara satu nada dengan nada lain yang memiliki frekuensi dua kali lipatnya. Di dalam satu oktaf tersebut, nada-nada dibagi menjadi beberapa tingkatan. Penamaan tingkatan nada dalam tangga nada biasanya menggunakan istilah:
- Tonika: Nada dasar atau nada tingkat pertama.
- Supertonika: Nada tingkat kedua.
- Median: Nada tingkat ketiga.
- Subdominan: Nada tingkat keempat.
- Dominan: Nada tingkat kelima.
- Submedian: Nada tingkat keenam.
- Leading tone: Nada tingkat ketujuh yang menuntun kembali ke tonika.
Jenis-Jenis Tangga Nada
Berdasarkan jumlah nada dan pola intervalnya, tangga nada diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok utama:
Tangga Nada Diatonis
Tangga nada ini terdiri dari tujuh nada berbeda dalam satu oktaf dengan pola interval yang terdiri dari jarak satu (whole step) dan setengah (half step).
- Mayor: Memiliki pola interval 1 - 1 - ½ - 1 - 1 - 1 - ½. Memberikan kesan karakter yang cerah dan ceria.
- Minor: Memiliki pola interval 1 - ½ - 1 - 1 - ½ - 1 - 1. Memberikan kesan karakter yang melankolis atau sedih.
Tangga Nada Pentatonis
Tangga nada yang hanya menggunakan lima nada pokok dalam satu oktaf. Jenis ini sangat dominan dalam musik tradisional di seluruh dunia, termasuk Gamelan di Indonesia yang mengenal sistem:
- Pelog: Memiliki tujuh nada namun biasanya digunakan dalam konfigurasi lima nada dengan interval yang khas.
- Slendro: Memiliki lima nada dengan jarak interval yang relatif hampir sama rata.
Tangga Nada Kromatis
Tangga nada yang terdiri dari dua belas nada yang masing-masing berjarak setengah nada (semitone). Skala ini mencakup seluruh nada yang tersedia dalam sistem musik Barat.
Peran dalam Budaya dan Psikologi
Tangga nada tidak hanya sekadar teknis matematis, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan budaya dan persepsi emosional manusia. Di Timur Tengah, terdapat sistem Maqam yang menggunakan interval perempat nada (quarter tones), yang tidak ditemukan dalam sistem tangga nada Barat konvensional. Perbedaan struktur ini menciptakan "warna" musik yang berbeda secara signifikan antar-peradaban.