Mippedia:Artikel bulanan/Maret: Perbedaan antara revisi
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| Baris 24: | Baris 24: | ||
* Katimus Cokelat : Menggunakan isian cokelat lumer (lava) untuk menarik minat generasi muda. | * Katimus Cokelat : Menggunakan isian cokelat lumer (lava) untuk menarik minat generasi muda. | ||
{{Navigasi Portal}} | {{Navigasi Portal}} | ||
Revisi per 23 Februari 2026 10.46
| Halaman ini adalah arsip dari Artikel bulanan pada bulan Maret. Untuk melihat koleksi lainnya, silakan kunjungi Mippedia:Artikel bulanan. |

Katimus adalah kudapan tradisional khas masyarakat Sunda yang terbuat dari campuran singkong parut, kelapa parut, dan gula merah. Makanan ini memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis alami yang berasal dari gula aren atau gula kelapa.
Sejarah
Katimus berakar dari tradisi kuliner agraris di Jawa Barat, di mana singkong menjadi salah satu komoditas pangan utama selain padi. Dahulu, katimus sering disajikan sebagai makanan pendamping saat bekerja di sawah atau sebagai teman minum teh di sore hari. Penggunaan daun pisang sebagai pembungkus menunjukkan kearifan lokal dalam memanfaatkan bahan alam untuk menjaga aroma dan kebersihan makanan.
Klasifikasi & Komposisi
Katimus termasuk dalam kelompok jajanan pasar atau "kue basah" yang diproses dengan cara dikukus (steamed). Komposisi utamanya meliputi:
- Bahan Utama : Singkong (Manihot esculenta) yang diparut halus.
- Pemanis : Gula merah atau gula aren yang disisir.
- Tekstur : Kelapa parut setengah tua untuk memberikan rasa gurih.
Inovasi Modern
Seiring perkembangan zaman, katimus kini tidak hanya disajikan secara tradisional. Beberapa variasi modern mulai bermunculan, seperti :
- Katimus Keju : Penambahan parutan keju di dalam adonan untuk perpaduan rasa tradisional dan barat.
- Katimus Cokelat : Menggunakan isian cokelat lumer (lava) untuk menarik minat generasi muda.
← Artikel sebelumnya – Artikel mendatang →
(Daftar – Sembarang – Arsip)