Tidak ada ringkasan suntingan
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Bot Pemeliharaan Otomatis: Patrol, Templating, Formatting, & Smart Wikilink.
 
Baris 4: Baris 4:
| image = Latin J.svg
| image = Latin J.svg
| image_caption = Huruf kapital 'J' dan huruf kecil 'j' dalam rupa huruf serif.
| image_caption = Huruf kapital 'J' dan huruf kecil 'j' dalam rupa huruf serif.
| Huruf_sebelumnya = [[I]]
| Huruf_sebelumnya = [[I]]
| Huruf_selanjutnya = [[K]]
| Huruf_selanjutnya = [[K]]
| Sistem_penulisan = [[Alfabet Latin]]
| Sistem_penulisan = [[Alfabet Latin]]
Baris 18: Baris 18:
'''J''' atau '''j''' adalah huruf kesepuluh dan [[huruf konsonan]] ketujuh dalam [[alfabet Latin]] dasar ISO. Dalam [[bahasa Indonesia]], huruf ini melambangkan [[konsonan gesek pascarongga-gigi bersuara]] yang diucapkan sebagai /dʒ/ (mirip dengan awalan kata "jalan" dan "jujur").  
'''J''' atau '''j''' adalah huruf kesepuluh dan [[huruf konsonan]] ketujuh dalam [[alfabet Latin]] dasar ISO. Dalam [[bahasa Indonesia]], huruf ini melambangkan [[konsonan gesek pascarongga-gigi bersuara]] yang diucapkan sebagai /dʒ/ (mirip dengan awalan kata "jalan" dan "jujur").  


Huruf J merupakan salah satu huruf yang paling akhir (paling muda) ditambahkan ke dalam alfabet Latin. Selama berabad-abad, huruf ini hanyalah variasi tulisan tangan dari huruf [[I]]. Di zaman modern, pelafalan huruf J sangat bervariasi di berbagai bahasa penjuru dunia—mulai dari dibunyikan sebagai /j/ seperti huruf "Y" dalam bahasa Jerman, hingga dibunyikan sebagai /h/ dalam bahasa Spanyol.
[[Huruf]] J merupakan salah satu huruf yang paling akhir (paling muda) ditambahkan ke dalam alfabet Latin. Selama berabad-abad, huruf ini hanyalah variasi tulisan tangan dari huruf [[I]]. Di zaman modern, pelafalan huruf J sangat bervariasi di berbagai bahasa penjuru dunia—mulai dari dibunyikan sebagai /j/ seperti huruf "[[Y]]" dalam bahasa Jerman, hingga dibunyikan sebagai /h/ dalam bahasa Spanyol.


== Sejarah ==
== [[Sejarah]] ==
Sejarah penciptaan huruf J tidak dapat dipisahkan dari huruf [[I]], karena pada dasarnya J adalah anak turunan langsung dari huruf tersebut. Pada masa [[Romawi kuno]], alfabet [[bahasa Latin]] klasik tidak memiliki huruf J. Huruf I digunakan secara bergantian untuk melambangkan dua hal: bunyi vokal /i/ (seperti pada kata ''Iulius'') dan konsonan hampiran /j/ (seperti y pada kata "yakin").
Sejarah penciptaan huruf J tidak dapat dipisahkan dari huruf [[I]], karena pada dasarnya J adalah anak turunan langsung dari huruf tersebut. Pada masa [[Romawi kuno]], alfabet [[bahasa Latin]] klasik tidak memiliki huruf J. Huruf [[I]] digunakan secara bergantian untuk melambangkan dua hal: bunyi vokal /i/ (seperti pada kata ''Iulius'') dan konsonan hampiran /j/ (seperti y pada kata "yakin").


Pemisahan bentuk huruf ini bermula secara perlahan pada [[Abad Pertengahan]] awal. Pada masa itu, para penulis naskah (juru tulis) mulai menambahkan lengkungan panjang ke bawah (''descender'') pada huruf I sekadar sebagai variasi kaligrafi (gaya ''swash''). Variasi melengkung ini, yang kelak menjadi bentuk "J", awalnya digunakan secara spesifik hanya sebagai huruf penutup pada rentetan huruf I, khususnya dalam penulisan [[angka Romawi]]. Sebagai contoh, angka Romawi untuk 13 (XIII) sering kali ditulis sebagai "XIIJ" di naskah-naskah kuno untuk mencegah orang lain menambahkan huruf "I" ekstra di belakangnya demi memalsukan dokumen finansial.
Pemisahan bentuk huruf ini bermula secara perlahan pada [[Abad Pertengahan]] awal. Pada masa itu, para penulis naskah (juru tulis) mulai menambahkan lengkungan panjang ke bawah (''descender'') pada huruf I sekadar sebagai variasi kaligrafi (gaya ''swash''). Variasi melengkung ini, yang kelak menjadi bentuk "J", awalnya digunakan secara spesifik hanya sebagai huruf penutup pada rentetan huruf I, khususnya dalam penulisan [[angka Romawi]]. Sebagai contoh, angka Romawi untuk 13 (XIII) sering kali ditulis sebagai "XIIJ" di naskah-naskah kuno untuk mencegah orang lain menambahkan huruf "I" ekstra di belakangnya demi memalsukan dokumen finansial.
Baris 36: Baris 36:
== Penggunaan ==
== Penggunaan ==
=== Dalam bahasa ===
=== Dalam bahasa ===
* '''Bahasa Indonesia''': Sejarah ejaan huruf J dalam bahasa Indonesia sangat unik akibat pengaruh kolonial. Pada era [[Ejaan van Ophuijsen]] (1901) dan [[Ejaan Soewandi]] (1947) yang dipengaruhi [[bahasa Belanda]], huruf '''J''' digunakan untuk melambangkan bunyi /j/ (y). Contohnya, kata "yakin" dan "yang" pada masa itu dieja sebagai ''jakin'' dan ''jang''. Sementara itu, bunyi /dʒ/ dilambangkan dengan dwihuruf '''Dj''' (contoh: ''Djakarta''). Perubahan besar terjadi saat [[Ejaan Yang Disempurnakan]] (EYD) diresmikan pada tahun 1972. Huruf "J" secara resmi dialihfungsikan untuk menggantikan "Dj" (membunyikan /dʒ/), sedangkan huruf "Y" didatangkan untuk menggantikan peran lama huruf "J".
* '''[[Bahasa Indonesia]]''': [[Sejarah]] ejaan huruf J dalam bahasa Indonesia sangat unik akibat pengaruh kolonial. Pada era [[Ejaan van Ophuijsen]] (1901) dan [[Ejaan Soewandi]] (1947) yang dipengaruhi [[bahasa Belanda]], huruf '''J''' digunakan untuk melambangkan bunyi /j/ (y). Contohnya, kata "yakin" dan "yang" pada masa itu dieja sebagai ''jakin'' dan ''jang''. Sementara itu, bunyi /dʒ/ dilambangkan dengan dwihuruf '''Dj''' (contoh: ''Djakarta''). Perubahan besar terjadi saat [[Ejaan Yang Disempurnakan]] (EYD) diresmikan pada tahun 1972. [[Huruf]] "J" secara resmi dialihfungsikan untuk menggantikan "Dj" (membunyikan /dʒ/), sedangkan huruf "[[Y]]" didatangkan untuk menggantikan peran lama huruf "J".
* '''Bahasa Inggris''': Huruf J secara konsisten diucapkan sebagai konsonan /dʒ/, seperti pada kata ''jump'', ''joy'', dan ''justice''. Huruf J adalah huruf paling jarang keempat yang digunakan dalam teks bahasa Inggris modern.
* '''[[Bahasa Inggris]]''': Huruf J secara konsisten diucapkan sebagai konsonan /dʒ/, seperti pada kata ''jump'', ''joy'', dan ''justice''. Huruf J adalah huruf paling jarang keempat yang digunakan dalam teks bahasa Inggris modern.
* '''Bahasa Spanyol''': Huruf J dibunyikan secara fonologis sebagai konsonan desis hulu-kerongkongan nirsuara (/x/) atau /h/ keras, menyerupai bunyi huruf "kh" atau "h". Oleh sebab itu, nama "Juan" dilafalkan sebagai "Hwan", dan nama cabai "Jalapeño" dibaca "Halapeno".
* '''[[Bahasa]] Spanyol''': Huruf J dibunyikan secara fonologis sebagai konsonan desis hulu-kerongkongan nirsuara (/x/) atau /h/ keras, menyerupai bunyi huruf "kh" atau "h". Oleh sebab itu, nama "Juan" dilafalkan sebagai "Hwan", dan nama cabai "Jalapeño" dibaca "Halapeno".
* '''Bahasa Prancis''': Huruf J mewakili bunyi konsonan desis pascarongga-gigi bersuara (/ʒ/), mirip dengan pengucapan "z" atau "sy" yang mendengung halus, seperti pada kata ''je'' (saya) atau ''jour'' (hari).
* '''Bahasa Prancis''': Huruf J mewakili bunyi konsonan desis pascarongga-gigi bersuara (/ʒ/), mirip dengan pengucapan "z" atau "sy" yang mendengung halus, seperti pada kata ''je'' (saya) atau ''jour'' (hari).
* '''Bahasa Jerman dan Belanda''': Mempertahankan fungsi asli dari Gian Giorgio Trissino, huruf J dibunyikan persis seperti huruf Y (/j/) dalam bahasa Indonesia (contoh: ''ja'' dibaca "ya").
* '''Bahasa Jerman dan Belanda''': Mempertahankan fungsi asli dari Gian Giorgio Trissino, huruf J dibunyikan persis seperti huruf Y (/j/) dalam bahasa Indonesia (contoh: ''ja'' dibaca "ya").
Baris 67: Baris 67:
| Unicode
| Unicode
| 74
| 74
| U+004A
| [[U]]+004A
| 106
| 106
| U+006A
| U+006A
Baris 97: Baris 97:


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[I]] (Huruf asal)
* [[I]] ([[Huruf]] asal)
* [[Y]] (Huruf berbunyi serupa dalam bahasa Jerman/Belanda)
* [[Y]] (Huruf berbunyi serupa dalam bahasa Jerman/Belanda)
* [[Dj (digraf)]]
* [[Dj (digraf)]]
* [[Ejaan Yang Disempurnakan]]
* [[Ejaan Yang Disempurnakan]]


== Referensi ==
== [[Referensi]] ==
{{Reflist}}
{{Reflist}}