Lompat ke isi

September: Perbedaan antara revisi

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
←Membuat halaman berisi '{{Infobox bulan | Nama = September | image = Les Très Riches Heures du duc de Berry septembre.jpg | image_caption = Ilustrasi September dari kalender ''Les Très Riches Heures du duc de Berry'' (sekitar abad ke-15). | Urutan = 9 (Kesembilan) | Jumlah_hari = 30 | Bulan_sebelumnya = Agustus | Bulan_selanjutnya = Oktober | Penamaan = Bahasa Latin ''septem'' ("tujuh") | Musim_utara = Mu...'
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
k 🤖 Sync metadata: Bulan kesembilan dalam kalender Julian dan Gregorian
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Baris 1: Baris 1:
{{SHORTDESC:Bulan kesembilan dalam kalender Julian dan Gregorian}}
{{Infobox bulan
{{Infobox bulan
| Nama              = September
| Nama              = September

Revisi terkini sejak 6 September 2026 10.51

September
Ilustrasi September dari kalender Les Très Riches Heures du duc de Berry (sekitar abad ke-15).
Ilustrasi September dari kalender Les Très Riches Heures du duc de Berry (sekitar abad ke-15).
Karakteristik Kalender
Bulan ke- 9 (Kesembilan)
Jumlah hari 30
Sebelumnya Agustus
Selanjutnya Oktober
Detail Lainnya
Dinamai berdasarkan Bahasa Latin septem ("tujuh")
Musim (B. Utara) Musim gugur
Musim (B. Selatan) Musim semi
Simbolisme Astrologi
Zodiak Virgo (hingga 22 Sep)
Libra (sejak 23 Sep)
Batu kelahiran Safir (Sapphire)
Bunga Aster dan Morning glory

September adalah bulan kesembilan dalam kalender Julian dan kalender Gregorian, serta merupakan bulan ketiga dari empat bulan dalam setahun yang memiliki panjang 30 hari. Nama bulan ini diserap dari bahasa Belanda, september, yang berakar dari bahasa Latin klasik, September.

Secara meteorologis dan astronomis, bulan September menandai masa transisi iklim yang signifikan. Di Belahan Bumi Utara, bulan September menandai akhir musim panas dan permulaan musim gugur. Sebaliknya, di Belahan Bumi Selatan, bulan ini menandai berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim semi. Berdasarkan pergerakan musim tersebut, bulan September di Belahan Bumi Selatan memiliki karakteristik iklim yang ekuivalen dengan bulan Maret di Belahan Bumi Utara.

Etimologi dan Sejarah

[sunting | sunting sumber]

Asal-usul Nama (Septem)

[sunting | sunting sumber]

Kata September diturunkan secara etimologis dari akar kata bahasa Latin, septem, yang berarti "tujuh". Nama ini secara historis mencerminkan posisinya dalam sistem kalender Romawi awal (kalender Romulus yang bermula pada abad ke-8 SM), di mana penanggalan satu tahun hanya terdiri dari sepuluh bulan dan dimulai pada bulan Maret (Martius). Pada masa itu, September secara harfiah merupakan bulan ketujuh.

Ketika raja kedua Roma, Numa Pompilius, mereformasi sistem penanggalan pada sekitar tahun 713 SM dengan menyisipkan bulan Januari dan Februari di permulaan tahun, posisi bulan September bergeser menjadi bulan kesembilan. Kendati posisinya telah berubah di dalam urutan kalender, nama "September" tetap dipertahankan dan tidak diubah selama era Republik Romawi, Kekaisaran Romawi, hingga diadopsi secara universal oleh dunia modern.

Penamaan di Kebudayaan Lain

[sunting | sunting sumber]

Pada masa Inggris Kuno (sebelum Penaklukan Normandia atas Inggris), bangsa Anglo-Saxon menyebut bulan September dengan istilah Gerstmonath, yang secara harfiah berarti "bulan jelai" (barley month), karena pada bulan tersebut hasil panen gandum jelai dikumpulkan.

Dalam kalender Revolusi Prancis yang sempat berlaku pada akhir abad ke-18, bulan September (beririsan dengan bulan Oktober) dinamai Vendémiaire, yang diambil dari kata bahasa Latin untuk pemetikan buah anggur (musim panen anggur).

Karakteristik astronomi dan kalender

[sunting | sunting sumber]

Fenomena astronomi paling penting yang terjadi pada bulan ini adalah Ekuinoks September (equinox vernal di selatan dan equinox autumnal di utara), yang biasanya jatuh pada tanggal 22 atau 23 September setiap tahunnya. Pada hari tersebut, Matahari berada tepat di atas ekuator Bumi, sehingga durasi siang dan malam hari berlangsung hampir sama panjang di seluruh permukaan planet.

Dalam perhitungan kalender Masehi, bulan September memiliki pola siklus hari yang unik. Pada setiap tahun (baik tahun biasa maupun tahun kabisat), bulan September selalu dimulai pada hari yang sama dalam seminggu dengan bulan Desember. Selain itu, bulan September tidak pernah berakhir pada hari yang sama dalam seminggu dengan bulan lainnya di tahun yang sama.

Hujan meteor utama yang biasanya aktif pada bulan September adalah September Perseids dan Aurigids, meskipun intensitasnya tidak sebesar hujan meteor di bulan Agustus atau November.

Simbolisme

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah identitas simbolis yang secara tradisional dikaitkan dengan bulan September:

  • Batu kelahiran: Batu kelahiran untuk bulan ini adalah Safir (Sapphire). Batu permata mulia yang umumnya berwarna biru tua ini secara historis melambangkan kebijaksanaan, kesetiaan, ketulusan, kemurnian, dan perlindungan.
  • Bunga kelahiran: Bunga yang menjadi simbol bulan September adalah bunga Aster (yang melambangkan kesabaran, keanggunan, dan cinta kasih) serta Morning glory (yang menyimbolkan kasih sayang yang tak bertepi dan kefanaan hidup).
  • Zodiak: Tanda-tanda zodiak astrologi di bulan ini adalah Virgo (Gadis) yang berlangsung hingga tanggal 22 September, dan Libra (Timbangan) yang dimulai sejak tanggal 23 September hingga akhir bulan.

Perayaan dan Hari Libur

[sunting | sunting sumber]

Bulan September diisi oleh berbagai peringatan penting, baik yang bersifat nasional di Indonesia maupun internasional:

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]