I: Perbedaan antara revisi
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Bot: Memperbaiki format dan melengkapi tag #related |
||
| (4 revisi perantara oleh 2 pengguna tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{SHORTDESC:Huruf kesembilan dan vokal ketiga dalam alfabet Latin}} | |||
{{Infobox huruf | {{Infobox huruf | ||
| Nama = I | | Nama = I | ||
| image = Latin I.svg | | image = Latin I.svg | ||
| image_caption = Huruf kapital 'I' dan huruf kecil 'i' dalam rupa huruf serif. | | image_caption = Huruf kapital 'I' dan huruf kecil 'i' dalam rupa huruf serif. | ||
| Huruf_sebelumnya = [[H]] | |||
| Huruf_selanjutnya = [[J]] | |||
| Sistem_penulisan = [[Alfabet Latin]] | | Sistem_penulisan = [[Alfabet Latin]] | ||
| Jenis = [[Huruf vokal]] | | Jenis = [[Huruf vokal]] | ||
| Baris 20: | Baris 23: | ||
Evolusi huruf I dimulai dari peradaban [[Mesir Kuno]]. Leluhur paling awal dari huruf ini adalah sebuah [[hieroglif Mesir]] yang menggambarkan bentuk lengan dan tangan manusia. Ketika bangsa Kanaan purba mengadaptasi sistem penulisan ini menjadi [[abjad Proto-Sinaitik]] sekitar tahun 1800 SM, mereka menyederhanakan bentuk piktogram lengan tersebut menjadi lambang linier. | Evolusi huruf I dimulai dari peradaban [[Mesir Kuno]]. Leluhur paling awal dari huruf ini adalah sebuah [[hieroglif Mesir]] yang menggambarkan bentuk lengan dan tangan manusia. Ketika bangsa Kanaan purba mengadaptasi sistem penulisan ini menjadi [[abjad Proto-Sinaitik]] sekitar tahun 1800 SM, mereka menyederhanakan bentuk piktogram lengan tersebut menjadi lambang linier. | ||
Bangsa [[Fenisia]] kemudian mengadopsi lambang ini dan menamainya ''[[yod]]'' (yang dalam bahasa [[rumpun bahasa Semit|Semit]] secara harfiah berarti "lengan" atau "tangan"). Dalam abjad Fenisia, huruf ''yod'' melambangkan bunyi [[konsonan hampiran langit-langit bersuara]] (/j/), yaitu bunyi yang sama dengan huruf "Y" pada kata "yakin" dalam bahasa Indonesia. Bentuk huruf ''yod'' pada masa ini menyerupai kail pancing atau garis vertikal yang menekuk tajam di bagian atasnya. | Bangsa [[Fenisia]] kemudian mengadopsi lambang ini dan menamainya ''[[yod]]'' (yang dalam bahasa [[rumpun bahasa Semit|Semit]] secara harfiah berarti "lengan" atau "tangan"). Dalam abjad Fenisia, huruf ''yod'' melambangkan bunyi [[konsonan hampiran langit-langit bersuara]] (/j/), yaitu bunyi yang sama dengan huruf "[[Y]]" pada kata "yakin" dalam bahasa Indonesia. Bentuk huruf ''yod'' pada masa ini menyerupai kail pancing atau garis vertikal yang menekuk tajam di bagian atasnya. | ||
Perubahan fungsi yang sangat drastis terjadi ketika bangsa [[Yunani kuno]] menyerap abjad Fenisia. Karena bahasa Yunani tidak memiliki bunyi konsonan /j/ pada masa itu, mereka tidak membutuhkan huruf tersebut sebagai konsonan. Sebaliknya, mereka sangat membutuhkan huruf untuk melambangkan bunyi vokal /i/. Oleh karena itu, bangsa Yunani mengalihfungsikan huruf ''yod'' menjadi huruf vokal, meluruskannya menjadi sebuah garis vertikal sederhana, dan menamainya ''[[iota]]'' (Ι). | Perubahan fungsi yang sangat drastis terjadi ketika bangsa [[Yunani kuno]] menyerap abjad Fenisia. Karena bahasa Yunani tidak memiliki bunyi konsonan /j/ pada masa itu, mereka tidak membutuhkan huruf tersebut sebagai konsonan. Sebaliknya, mereka sangat membutuhkan huruf untuk melambangkan bunyi vokal /i/. Oleh karena itu, bangsa Yunani mengalihfungsikan huruf ''yod'' menjadi huruf vokal, meluruskannya menjadi sebuah garis vertikal sederhana, dan menamainya ''[[iota]]'' (Ι). | ||
| Baris 27: | Baris 30: | ||
== Tipografi == | == Tipografi == | ||
Bentuk majuskula (kapital) "I" adalah yang paling sederhana di antara seluruh huruf Latin, hanya berupa satu garis lurus vertikal sejajar. Namun, kesederhanaan desain ini sering kali menimbulkan ambiguitas visual, karena pada banyak [[rupa huruf]] sans-serif modern (seperti [[Arial]] atau [[Helvetica]]), huruf "I" kapital terlihat sama persis dengan huruf "l" (L kecil) atau angka "1". Untuk mengatasi hal ini, banyak perancang tipografi, terutama pada tipe rupa huruf serif (seperti [[Times New Roman]]), menambahkan palang horizontal melintang (''crossbars'' atau ''serifs'') di ujung atas dan bawah tiang vertikal tersebut. | Bentuk majuskula (kapital) "I" adalah yang paling sederhana di antara seluruh huruf Latin, hanya berupa satu garis lurus vertikal sejajar. Namun, kesederhanaan desain ini sering kali menimbulkan ambiguitas visual, karena pada banyak [[rupa huruf]] sans-serif modern (seperti [[Arial]] atau [[Helvetica]]), huruf "I" kapital terlihat sama persis dengan huruf "l" ([[L]] kecil) atau angka "1". Untuk mengatasi hal ini, banyak perancang tipografi, terutama pada tipe rupa huruf serif (seperti [[Times New Roman]]), menambahkan palang horizontal melintang (''crossbars'' atau ''serifs'') di ujung atas dan bawah tiang vertikal tersebut. | ||
Huruf minuskula (kecil) "i" memiliki ciri khas yang sangat ikonis, yaitu keberadaan titik kecil di atas tiang vertikalnya. Titik ini secara akademis disebut sebagai '''''tittle'''''. Pada awalnya, naskah Latin klasik tidak memiliki titik pada huruf "i". Titik ini baru mulai ditambahkan secara luas pada abad ke-11 masehi di era tulisan tangan [[Abad Pertengahan]]. | [[Huruf]] minuskula (kecil) "i" memiliki ciri khas yang sangat ikonis, yaitu keberadaan titik kecil di atas tiang vertikalnya. Titik ini secara akademis disebut sebagai '''''tittle'''''. Pada awalnya, naskah Latin klasik tidak memiliki titik pada huruf "i". Titik ini baru mulai ditambahkan secara luas pada abad ke-11 masehi di era tulisan tangan [[Abad Pertengahan]]. | ||
Pada masa itu, gaya kaligrafi yang populer (seperti tulisan ''Blackletter'' atau aksara Gotik) sangat kaku dan tebal. Akibatnya, rentetan huruf-huruf yang berdekatan seperti i, u, m, dan n menjadi terlihat seperti barisan pagar vertikal (''minims'') yang nyaris mustahil untuk dibedakan satu sama lain secara visual (contohnya, kata "minimum" terlihat seperti belasan garis lurus berjejer). Untuk memudahkan pembacaan, para juru tulis mulai membubuhkan tanda coretan miring tipis di atas huruf "i" untuk menandai posisinya. Seiring berjalannya waktu dan penemuan mesin cetak, coretan miring ini berevolusi secara permanen menjadi sebuah titik bulat yang kita kenal sekarang. | Pada masa itu, gaya kaligrafi yang populer (seperti tulisan ''Blackletter'' atau aksara Gotik) sangat kaku dan tebal. Akibatnya, rentetan huruf-huruf yang berdekatan seperti i, u, m, dan n menjadi terlihat seperti barisan pagar vertikal (''minims'') yang nyaris mustahil untuk dibedakan satu sama lain secara visual (contohnya, kata "minimum" terlihat seperti belasan garis lurus berjejer). Untuk memudahkan pembacaan, para juru tulis mulai membubuhkan tanda coretan miring tipis di atas huruf "i" untuk menandai posisinya. Seiring berjalannya waktu dan penemuan mesin cetak, coretan miring ini berevolusi secara permanen menjadi sebuah titik bulat yang kita kenal sekarang. | ||
| Baris 35: | Baris 38: | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
=== Dalam bahasa === | === Dalam bahasa === | ||
* '''Bahasa Indonesia''': Huruf I secara konsisten dilafalkan sebagai vokal /i/. Huruf ini juga dapat membentuk [[diftong]] jika digabungkan dengan huruf vokal lain di akhir suku kata, yaitu '''ai''' (seperti pada "pandai") dan '''oi''' (seperti pada "amboi"). | * '''Bahasa Indonesia''': [[Huruf]] I secara konsisten dilafalkan sebagai vokal /i/. Huruf ini juga dapat membentuk [[diftong]] jika digabungkan dengan huruf vokal lain di akhir suku kata, yaitu '''ai''' (seperti pada "pandai") dan '''oi''' (seperti pada "amboi"). | ||
* '''Bahasa Inggris''': Memiliki sistem pengucapan huruf I yang sangat kompleks akibat peristiwa Pergeseran Vokal Besar (''[[Great Vowel Shift]]''). Huruf I dapat diucapkan sebagai vokal pendek /ɪ/ (seperti pada ''bit'', ''sit''), vokal panjang yang menjadi diftong /aɪ/ (seperti pada ''bite'', ''ice''), atau vokal /iː/ menyerupai bunyi aslinya (biasanya pada kata serapan seperti ''machine''). | * '''Bahasa Inggris''': Memiliki sistem pengucapan huruf I yang sangat kompleks akibat peristiwa Pergeseran [[Vokal]] Besar (''[[Great Vowel Shift]]''). Huruf I dapat diucapkan sebagai vokal pendek /ɪ/ (seperti pada ''bit'', ''sit''), vokal panjang yang menjadi diftong /aɪ/ (seperti pada ''bite'', ''ice''), atau vokal /iː/ menyerupai bunyi aslinya (biasanya pada kata serapan seperti ''machine''). | ||
* '''Bahasa Turki dan Azerbaijan''': Alfabet bahasa [[Turki]] sangat unik karena membedakan secara tegas antara huruf "I bertitik" dan "I tanpa titik". Dalam bahasa ini, ''' | * '''Bahasa Turki dan Azerbaijan''': [[Alfabet]] bahasa [[Turki]] sangat unik karena membedakan secara tegas antara huruf "I bertitik" dan "I tanpa titik". Dalam bahasa ini, '''İ''' (huruf besar dengan titik) dan '''i''' (huruf kecil bertitik) melambangkan bunyi /i/ biasa, sedangkan '''I''' (huruf besar tanpa titik) dan '''ı''' (huruf kecil tanpa titik) melambangkan vokal takbulat tertutup belakang (/ɯ/, mirip bunyi pepet yang lebih dalam). | ||
=== Dalam berbagai bidang teknis === | === Dalam berbagai bidang teknis === | ||
* '''Matematika''': | * '''Matematika''': | ||
** Huruf $i$ kecil secara universal merupakan simbol standar untuk melambangkan ''' | ** [[Huruf]] $i$ kecil secara universal merupakan simbol standar untuk melambangkan '''bilangan imajiner''' dalam matematika kompleks, di mana nilai <math>i = \sqrt{-1}</math>. | ||
** Huruf $i$ dan $j$ sangat umum digunakan sebagai simbol variabel indeks dalam notasi penjumlahan matematika (sigma) atau operasi matriks. | ** Huruf $i$ dan $j$ sangat umum digunakan sebagai simbol variabel indeks dalam notasi penjumlahan matematika (sigma) atau operasi matriks. | ||
* '''Fisika dan Keinsinyuran''': | * '''Fisika dan Keinsinyuran''': | ||
** '''I''' (kapital) adalah lambang standar untuk besaran ''' | ** '''I''' (kapital) adalah lambang standar untuk besaran '''arus listrik''' (berasal dari kata bahasa Prancis ''intensité du courant''). | ||
** '''I''' digunakan untuk melambangkan '''momen inersia''' dalam mekanika klasik. | ** '''I''' digunakan untuk melambangkan '''momen inersia''' dalam mekanika klasik. | ||
* '''Kimia''': '''I''' adalah lambang kimia resmi untuk unsur ''' | * '''Kimia''': '''I''' adalah lambang kimia resmi untuk unsur '''Iodin''' (Yodium). | ||
* '''Matematika Sejarah''': Dalam sistem bilangan ''' | * '''Matematika [[Sejarah]]''': Dalam sistem bilangan '''Angka Romawi''', huruf I mewakili angka 1. Angka-angka selanjutnya dibentuk dengan menggabungkannya (II = 2, III = 3, IV = 4). | ||
* '''Linguistik''': Huruf I kapital digunakan sebagai kata ganti orang pertama tunggal dalam bahasa Inggris (''I'', yang berarti "Saya"). Bahasa Inggris adalah satu-satunya bahasa modern yang selalu mengkapitalisasi kata ganti orang pertama secara mandiri. | * '''Linguistik''': Huruf I kapital digunakan sebagai kata ganti orang pertama tunggal dalam bahasa Inggris (''I'', yang berarti "Saya"). [[Bahasa Inggris]] adalah satu-satunya bahasa modern yang selalu mengkapitalisasi kata ganti orang pertama secara mandiri. | ||
== Kode komputasi == | == Kode komputasi == | ||
| Baris 68: | Baris 71: | ||
| Unicode | | Unicode | ||
| 73 | | 73 | ||
| U+0049 | | [[U]]+0049 | ||
| 105 | | 105 | ||
| U+0069 | | U+0069 | ||
| Baris 101: | Baris 104: | ||
* [[Yod]] (Huruf Ibrani/Fenisia) | * [[Yod]] (Huruf Ibrani/Fenisia) | ||
* [[J]] (Huruf Latin turunan) | * [[J]] (Huruf Latin turunan) | ||
* [[İ|I bertitik dan tanpa titik]] (Alfabet Turki) | * [[İ|I bertitik dan tanpa titik]] ([[Alfabet]] Turki) | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
| Baris 110: | Baris 113: | ||
[[Kategori:Tipografi]] | [[Kategori:Tipografi]] | ||
{{#related: | {{#related: Perangkat lunak audio digital}} | ||
{{#related: | {{#related: Vokal}} | ||
{{#related: | {{#related: Mippedia Data}} | ||