D: Perbedaan antara revisi
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Bot: Memperbaiki format dan melengkapi tag #related |
||
| (7 revisi perantara oleh 2 pengguna tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{SHORTDESC:Huruf keempat dan konsonan ketiga dalam alfabet Latin}} | |||
{{Infobox huruf | {{Infobox huruf | ||
| Nama = D | | Nama = D | ||
| image = Latin D. | | image = Latin D.jpeg | ||
| image_caption = Huruf kapital 'D' dan huruf kecil 'd' dalam rupa huruf serif. | | image_caption = Huruf kapital 'D' dan huruf kecil 'd' dalam rupa huruf serif. | ||
| Huruf_sebelumnya = [[C]] | |||
| Huruf_selanjutnya = [[E]] | |||
| Sistem_penulisan = [[Alfabet Latin]] | | Sistem_penulisan = [[Alfabet Latin]] | ||
| Jenis = [[Huruf konsonan]] | | Jenis = [[Huruf konsonan]] | ||
| Baris 13: | Baris 16: | ||
}} | }} | ||
'''D''' atau '''d''' adalah huruf keempat dan [[huruf konsonan]] ketiga dalam [[alfabet Latin]] dasar ISO. Dalam [[bahasa Indonesia]], huruf ini melambangkan [[konsonan letup rongga-gigi bersuara]] yang diucapkan sebagai /d/ (mirip dengan pengucapan awalan pada kata "dua" atau "dinding"). Huruf ini merupakan salah satu konsonan dasar yang hampir selalu ada dalam berbagai ortografi bahasa di dunia yang menggunakan turunan alfabet Latin. | '''D''' atau '''d''' adalah huruf keempat dan [[huruf konsonan]] ketiga dalam [[alfabet Latin]] dasar ISO. Dalam [[bahasa Indonesia]], huruf ini melambangkan [[konsonan letup rongga-gigi bersuara]] yang diucapkan sebagai /d/ (mirip dengan pengucapan awalan pada kata "dua" atau "dinding"). [[Huruf]] ini merupakan salah satu konsonan dasar yang hampir selalu ada dalam berbagai ortografi bahasa di dunia yang menggunakan turunan alfabet Latin. | ||
Selain sebagai elemen dasar dalam sistem penulisan, huruf "D" juga digunakan secara luas dalam berbagai bidang lain sebagai simbol atau singkatan, seperti dalam [[matematika]], [[ilmu fisika]], [[ilmu kimia]], hingga sistem penomoran kuno seperti [[angka Romawi]]. | Selain sebagai elemen dasar dalam sistem penulisan, huruf "D" juga digunakan secara luas dalam berbagai bidang lain sebagai simbol atau singkatan, seperti dalam [[matematika]], [[ilmu fisika]], [[ilmu kimia]], hingga sistem penomoran kuno seperti [[angka Romawi]]. | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Akar sejarah huruf D berawal dari peradaban [[Timur Dekat kuno]]. Simbol tertua yang diyakini sebagai leluhur huruf D adalah [[hieroglif Mesir]] kuno yang menggambarkan wujud sebuah pintu, atau pada variasi lain menggambarkan bentuk seekor ikan. | [[Akar]] sejarah huruf D berawal dari peradaban [[Timur Dekat kuno]]. Simbol tertua yang diyakini sebagai leluhur huruf D adalah [[hieroglif Mesir]] kuno yang menggambarkan wujud sebuah pintu, atau pada variasi lain menggambarkan bentuk seekor ikan. | ||
Ketika bangsa [[Kanaan]] atau kaum pekerja Semit di Mesir mengembangkan [[abjad Proto-Sinaitik]] (sekitar tahun 1800 SM), mereka mengadaptasi piktogram pintu ini menjadi karakter linier. Bangsa [[Fenisia]] kemudian mengadopsi dan menyempurnakan bentuk ini, lalu menamainya ''[[dalet]]'' (yang dalam bahasa [[rumpun bahasa Semit|Semit]] berarti "pintu" atau "pintu kemah"). Pada masa abjad Fenisia, dalet digambarkan sebagai sebuah segitiga tanpa lengkungan. | Ketika bangsa [[Kanaan]] atau kaum pekerja Semit di Mesir mengembangkan [[abjad Proto-Sinaitik]] (sekitar tahun 1800 SM), mereka mengadaptasi piktogram pintu ini menjadi karakter linier. Bangsa [[Fenisia]] kemudian mengadopsi dan menyempurnakan bentuk ini, lalu menamainya ''[[dalet]]'' (yang dalam bahasa [[rumpun bahasa Semit|Semit]] berarti "pintu" atau "pintu kemah"). Pada masa abjad Fenisia, dalet digambarkan sebagai sebuah segitiga tanpa lengkungan. | ||
| Baris 35: | Baris 38: | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
=== Dalam bahasa === | === Dalam bahasa === | ||
* '''Bahasa Indonesia''': Huruf D dilafalkan sebagai konsonan letup rongga-gigi bersuara (/d/). Posisi lidah menempel pada gusi belakang gigi seri atas saat udara dilepaskan. | * '''Bahasa Indonesia''': [[Huruf]] D dilafalkan sebagai konsonan letup rongga-gigi bersuara (/d/). Posisi lidah menempel pada gusi belakang gigi seri atas saat udara dilepaskan. | ||
* '''Bahasa Inggris''': Huruf D umumnya dibunyikan sebagai /d/. Namun, sebagai akhiran pembentuk bentuk lampau (''past tense'') pada kata kerja beraturan (akhiran ''-ed''), huruf d sering kali dilebur dan diucapkan sebagai /t/ apabila berada setelah konsonan nirsuara (misalnya pada kata ''baked'' atau ''stopped''). | * '''Bahasa Inggris''': Huruf D umumnya dibunyikan sebagai /d/. Namun, sebagai akhiran pembentuk bentuk lampau (''past tense'') pada kata kerja beraturan (akhiran ''-ed''), huruf d sering kali dilebur dan diucapkan sebagai /t/ apabila berada setelah konsonan nirsuara (misalnya pada kata ''baked'' atau ''stopped''). | ||
* '''Bahasa Vietnam''': Dalam alfabet [[bahasa Vietnam]], huruf D yang berdiri sendiri diucapkan seperti /z/ atau /j/ bergantung pada dialek. Untuk melambangkan bunyi /d/ seperti dalam bahasa Indonesia, bahasa Vietnam menggunakan huruf D yang dicoret dengan garis horizontal, yaitu [[Đ]] (''d dengan garis''). | * '''Bahasa Vietnam''': Dalam alfabet [[bahasa Vietnam]], huruf D yang berdiri sendiri diucapkan seperti /z/ atau /j/ bergantung pada dialek. Untuk melambangkan bunyi /d/ seperti dalam bahasa Indonesia, bahasa Vietnam menggunakan huruf D yang dicoret dengan garis horizontal, yaitu [[Đ]] (''d dengan garis''). | ||
| Baris 44: | Baris 47: | ||
** ''d'' sering digunakan sebagai variabel standar untuk melambangkan jarak (''distance'') atau diameter dalam persamaan geometri murni. | ** ''d'' sering digunakan sebagai variabel standar untuk melambangkan jarak (''distance'') atau diameter dalam persamaan geometri murni. | ||
** ''D'' melambangkan kepadatan (''density'') atau perpindahan listrik. | ** ''D'' melambangkan kepadatan (''density'') atau perpindahan listrik. | ||
* '''Angka Romawi''': Huruf D kapital digunakan untuk melambangkan angka 500 (dipercaya merupakan separuh dari lambang kuno untuk 1000, ↀ, yang kemudian berevolusi menjadi M). | * '''Angka Romawi''': [[Huruf]] D kapital digunakan untuk melambangkan angka 500 (dipercaya merupakan separuh dari lambang kuno untuk 1000, ↀ, yang kemudian berevolusi menjadi [[M]]). | ||
* '''Ilmu Kimia''': D digunakan sebagai simbol tidak resmi untuk [[Deuterium]], yaitu [[isotop]] hidrogen yang memiliki satu proton dan satu neutron (sering disebut hidrogen berat). | * '''Ilmu Kimia''': D digunakan sebagai simbol tidak resmi untuk [[Deuterium]], yaitu [[isotop]] hidrogen yang memiliki satu proton dan satu neutron (sering disebut hidrogen berat). | ||
* '''Sistem penilaian''': D melambangkan nilai akademis yang "buruk" atau "kurang" (''Deficient''), biasanya merupakan nilai batas kelulusan paling bawah (''passing grade'') atau tidak lulus bergantung pada institusi. | * '''Sistem penilaian''': D melambangkan nilai akademis yang "buruk" atau "kurang" (''Deficient''), biasanya merupakan nilai batas kelulusan paling bawah (''passing grade'') atau tidak lulus bergantung pada institusi. | ||
* '''Musik''': D adalah nama [[nada]] kedua (Re) dalam sistem tangga nada diatonik C mayor konvensional. | * '''Musik''': D adalah nama [[nada]] kedua (Re) dalam sistem tangga nada diatonik [[C]] mayor konvensional. | ||
* '''Mata Uang''': Huruf 'd' dulunya digunakan sebagai singkatan untuk mata uang koin ''[[penny]]'' di Inggris sebelum desimalisasi (berasal dari kata Romawi ''[[denarius]]''). | * '''Mata Uang''': Huruf 'd' dulunya digunakan sebagai singkatan untuk mata uang koin ''[[penny]]'' di Inggris sebelum desimalisasi (berasal dari kata Romawi ''[[denarius]]''). | ||
| Baris 68: | Baris 71: | ||
| Unicode | | Unicode | ||
| 68 | | 68 | ||
| U+0044 | | [[U]]+0044 | ||
| 100 | | 100 | ||
| U+0064 | | U+0064 | ||
| Baris 110: | Baris 113: | ||
[[Kategori:Tipografi]] | [[Kategori:Tipografi]] | ||
{{#related: | {{#related: Perangkat lunak audio digital}} | ||
{{#related: | {{#related: Vokal}} | ||
{{#related: | {{#related: Mippedia Data}} | ||