Lompat ke isi

C: Perbedaan antara revisi

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Tidak ada ringkasan suntingan
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tidak ada ringkasan suntingan
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{SHORTDESC:Huruf ketiga dan konsonan kedua dalam alfabet Latin}}
{{SHORTDESC:Huruf ketiga dan konsonan kedua dalam alfabet Latin}}  
{{Infobox huruf
{{Infobox huruf
| Nama = C
| Nama = C
| image = Latin C.png
| image = Latin C.jpeg
| image_caption = Huruf kapital 'C' dan huruf kecil 'c' dalam rupa huruf serif.
| image_caption = Huruf kapital 'C' dan huruf kecil 'c' dalam rupa huruf serif.
| Huruf_sebelumnya  = [[B]]
| Huruf_selanjutnya = [[D]]
| Sistem_penulisan = [[Alfabet Latin]]
| Sistem_penulisan = [[Alfabet Latin]]
| Jenis = [[Huruf konsonan]]
| Jenis = [[Huruf konsonan]]

Revisi terkini sejak 6 September 2026 00.40

C
Huruf kapital 'C' dan huruf kecil 'c' dalam rupa huruf serif.
Huruf kapital 'C' dan huruf kecil 'c' dalam rupa huruf serif.
Urutan Huruf
Huruf sebelumnya B
Huruf selanjutnya D
Karakteristik Huruf
Sistem Penulisan Alfabet Latin
Jenis Karakter Huruf konsonan
Sejarah asal Hieroglif Mesir (tongkat lempar/bumerang)
Abjad Proto-Sinaitik
  ↳ Abjad Fenisia (Gimel)
    ↳ Alfabet Yunani (Gama)
      ↳ Alfabet Etruska kuno
Pengucapan (IPA) /k/, /s/, /tʃ/, /ts/, /dʒ/
Urutan Abjad Ke-3
Huruf Terkait Gimel (Fenisia)
Gama (Yunani)
G (Alfabet Latin)
C (Kiril)
Kode Karakter (Unicode)
Huruf Kapital U+0043
Huruf Kecil U+0063

C atau c adalah huruf ketiga dalam alfabet Latin dasar ISO. Dalam bahasa Indonesia, huruf ini melambangkan konsonan gesek pascarongga-gigi nirsuara yang diucapkan sebagai /tʃ/ (mirip dengan pengucapan awalan kata "cicak"). Namun, dalam bahasa Inggris dan banyak bahasa Eropa lainnya, huruf ini memiliki variasi pengucapan yang cukup kompleks, paling sering dibunyikan sebagai /k/ (konsonan letup langit-langit belakang nirsuara) atau /s/ (konsonan desis rongga-gigi nirsuara) bergantung pada huruf vokal yang mengikutinya.

Selain fungsi linguistiknya, huruf "C" digunakan secara ekstensif dalam ilmu pengetahuan dan sains, seperti dalam fisika untuk melambangkan kecepatan cahaya, dalam kimia sebagai simbol unsur karbon, dan dalam ilmu komputer sebagai nama bahasa pemrograman yang sangat populer.

Sejarah huruf C saling terkait erat dengan sejarah huruf G. Keduanya berasal dari akar yang sama, yaitu huruf abjad Fenisia bernama gimel. Gimel diperkirakan berasal dari adaptasi abjad Proto-Sinaitik yang mengambil inspirasi dari hieroglif Mesir berbentuk tongkat lempar (sejenis bumerang) atau mungkin menggambarkan punuk unta (kata gamal dalam bahasa Semit berarti unta). Dalam abjad Fenisia, gimel melambangkan konsonan letup langit-langit belakang bersuara (/g/).

Ketika bangsa Yunani kuno mengadopsi abjad Fenisia, mereka menyebut huruf ini sebagai gama (Γ). Bentuk gama pada masa Yunani awal berupa sudut tajam yang menghadap ke kanan atau kiri.

Perubahan besar terjadi ketika huruf ini diserap oleh bangsa Etruska di Semenanjung Italia. Bahasa Etruska tidak memiliki konsonan bersuara seperti /g/, /b/, atau /d/. Oleh karena itu, bangsa Etruska menggunakan huruf gama (yang bentuk lengkungnya mulai melunak mirip bulan sabit) murni untuk melambangkan bunyi konsonan nirsuara /k/.

Bangsa Romawi kuno kemudian mengadopsi alfabet Etruska untuk menulis bahasa Latin. Pada awalnya, bahasa Latin menggunakan huruf C, K, dan Q secara bersamaan untuk melambangkan bunyi /k/ sekaligus /g/. Seiring berjalannya waktu, penggunaan huruf K mulai ditinggalkan dan huruf C digunakan secara dominan untuk melambangkan bunyi /k/ dan /g/ sekaligus.

Kebingungan akibat satu huruf melambangkan dua bunyi yang berbeda ini akhirnya diselesaikan pada abad ke-3 SM oleh seorang pendidik Romawi bernama Spurius Carvilius Ruga. Ia memodifikasi huruf C dengan menambahkan garis horizontal kecil di bagian bawahnya, sehingga terciptalah huruf baru, yaitu G, khusus untuk bunyi /g/. Huruf C kemudian dibiarkan murni untuk melambangkan bunyi /k/ dalam bahasa Latin klasik.

Tipografi

[sunting | sunting sumber]

Secara tipografis, bentuk huruf C merupakan salah satu huruf yang mengalami perubahan paling sedikit sejak era Kekaisaran Romawi. Bentuk aslinya yang melengkung berasal dari penyederhanaan sudut tajam pada huruf gama Yunani.

Huruf kecil "c" (minuskula) memiliki bentuk yang sama persis dengan huruf kapitalnya (majuskula), hanya berbeda pada proporsi dan ukuran. Baik bentuk dua tingkat maupun satu tingkat tidak berlaku pada huruf ini. Dalam kaligrafi dan rupa huruf miring (italic), huruf c kecil sering kali ditulis dengan sedikit goresan penghubung atau terminal berbentuk tetesan air (teardrop terminal) di ujung atas lengkungannya pada rupa huruf gaya serif klasik seperti Garamond atau Baskerville.

Penggunaan

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa

[sunting | sunting sumber]
  • Bahasa Indonesia: Saat ini, huruf C konsisten diucapkan sebagai konsonan gesek pascarongga-gigi nirsuara (/tʃ/). Sebelum tahun 1972, ejaan bahasa Indonesia (seperti Ejaan Soewandi) belum menggunakan huruf C mandiri untuk bunyi ini, melainkan menggunakan dwihuruf Tj (sebagai warisan ejaan bahasa Belanda). Contohnya, kata "cara" dan "cinta" dulunya ditulis "tjara" dan "tjinta". Huruf C mulai resmi diadopsi untuk menggantikan Tj sejak berlakunya Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
  • Bahasa Inggris: Huruf C memiliki dua pengucapan utama. Huruf ini dibunyikan "keras" sebagai /k/ apabila diikuti oleh vokal a, o, atau u (seperti pada cat, cot, cut). Sebaliknya, huruf C dibunyikan "lembut" sebagai /s/ apabila diikuti oleh vokal e, i, atau y (seperti pada center, city, cycle). Jika digabung dengan H membentuk digraf "ch", ia umumnya berbunyi /tʃ/ (seperti chair).
  • Bahasa Italia: Huruf C diucapkan sebagai /k/ di depan a, o, u, tetapi diucapkan sebagai /tʃ/ di depan e dan i (contoh: ciao).
  • Bahasa pinyin (Tiongkok): Dalam pinyin bahasa Mandarin, huruf C digunakan untuk melambangkan bunyi aspirasi desis rongga-gigi nirsuara /tsʰ/ (mirip ucapan "ts" pada kata "patung" dalam aksen tertentu, namun dihembuskan dengan kuat).

Dalam berbagai bidang teknis

[sunting | sunting sumber]
  • Sains dan Matematika:
    • Dalam Fisika, c kecil adalah lambang standar universal untuk kecepatan cahaya dalam ruang hampa (berasal dari kata Latin celeritas yang berarti "kecepatan"). Persamaan yang paling terkenal adalah teori relativitas Einstein, $E = mc^2$.
    • Dalam ilmu Kimia, C adalah lambang kimia untuk unsur Karbon.
    • Dalam sistem metrik dan termodinamika, °C melambangkan derajat Celsius, yaitu satuan suhu.
    • Di elektronika, C melambangkan Kapasitansi dan satuan listrik Coulomb.
  • Komputasi:
    • C adalah nama salah satu bahasa pemrograman komputer tingkat menengah yang paling luas digunakan dalam sejarah ilmu komputer. Varian turunannya termasuk C++ dan C#.
  • Matematika dan Angka: Dalam sistem Angka Romawi, huruf C bernilai 100 (berasal dari kata Latin centum yang berarti seratus).
  • Sistem penilaian: C melambangkan predikat "cukup" atau rata-rata dalam sistem penilaian akademis standar.
  • Musik: C adalah nama nada pertama (Do) dalam sistem tangga nada diatonik C mayor (C - D - E - F - G - A - B - C).

Kode komputasi

[sunting | sunting sumber]
Karakter C c
Nama Unicode LATIN CAPITAL LETTER C LATIN SMALL LETTER C
Pengodean desimal heksadesimal desimal heksadesimal
Unicode 67 U+0043 99 U+0063
UTF-8 67 43 99 63
Karakter referensi numerik C C c c
Keluarga EBCDIC 195 C3 131 83
ASCII 67 43 99 63

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]