Akor: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Bot: Memindahkan templat {{Tanpa referensi}} ke bagian atas artikel |
||
| (7 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Artikel bulanan}} | {{Artikel bulanan}} | ||
{{SHORTDESC:Kumpulan tiga nada atau lebih yang dimainkan secara bersamaan untuk menghasilkan harmoni}} | {{SHORTDESC:Kumpulan tiga nada atau lebih yang dimainkan secara bersamaan untuk menghasilkan harmoni}} | ||
{{Tanpa referensi}} | |||
{{Infobox akor | {{Infobox akor | ||
| nama | | nama = Akor | ||
| gambar | | gambar = Akor Gitar.jpg | ||
| keterangan_gambar = Representasi kumpulan akor untuk [[alat musik]] [[gitar]] | | keterangan_gambar = Representasi kumpulan akor untuk [[alat musik]] [[gitar]] | ||
| bidang | | bidang = [[Teori musik]], [[harmoni]] | ||
| elemen_penyusun | | elemen_penyusun = [[Nada]], [[interval (musik)|interval]], [[root (teori musik)|nada dasar]] | ||
| jenis_utama | | jenis_utama = [[Akor mayor|Mayor]], [[akor minor|minor]], [[akor berkurang|diminished]], [[akor berlebih|augmented]] | ||
| struktur_standar | | struktur_standar = [[Triad (musik)|Triad]], [[akor septim|septim]], [[akor ekstensi|ekstensi]] | ||
| fungsi_harmoni | | fungsi_harmoni = [[Tonika (musik)|Tonika]], [[subdominan]], [[dominan (musik)|dominan]] | ||
| instrumen_terkait = [[Gitar]], [[piano]], [[organ (alat musik)|organ]], [[harpa]] | | instrumen_terkait = [[Gitar]], [[piano]], [[organ (alat musik)|organ]], [[harpa]] | ||
}} | }} | ||
| Baris 19: | Baris 20: | ||
== Konstruksi dan Struktur == | == Konstruksi dan Struktur == | ||
Struktur dasar sebuah akor yang paling umum adalah '''triad''', yaitu akor yang terdiri dari tiga [[Nada|nada]] berbeda. Komponen utama pembentuk triad meliputi: | Struktur dasar sebuah akor yang paling umum adalah '''triad''', yaitu akor yang terdiri dari tiga [[Nada|nada]] berbeda. Komponen utama pembentuk triad meliputi: | ||
* '''[[Nada|Nada]] Dasar (''Root''):''' | * '''[[Nada|Nada]] Dasar (''Root''):'''Nada yang menjadi landasan dan penentu [[Nada]] akor. | ||
* '''[[Nada|Nada]] Terst (''Third''):''' | * '''[[Nada|Nada]] Terst (''Third''):'''Nada ketiga dari skala dasar yang menentukan kualitas akor (mayor atau minor). | ||
* '''[[Nada|Nada]] Kuint (''Fifth''):''' [[Nada|Nada]] kelima dari skala dasar yang memperkuat stabilitas suara akor. | * '''[[Nada|Nada]] Kuint (''Fifth''):''' [[Nada|Nada]] kelima dari skala dasar yang memperkuat stabilitas suara akor. | ||
| Baris 27: | Baris 28: | ||
=== Akor Mayor === | === Akor Mayor === | ||
Akor mayor memiliki kesan suara yang cerah, stabil, dan ceria. Terdiri dari [[Nada|nada]] dasar, terst mayor (4 semitone), dan kuint murni (7 semitone). Contoh: C-E-G. | Akor mayor memiliki kesan suara yang cerah, stabil, dan ceria. Terdiri dari [[Nada|nada]] dasar, terst mayor (4 semitone), dan kuint murni (7 semitone). Contoh: [[C]]-[[E]]-[[G]]. | ||
=== Akor Minor === | === Akor Minor === | ||
Akor minor sering kali dipersepsikan memiliki kesan suara yang sedih, gelap, atau melankolis. Terdiri dari [[Nada|nada]] dasar, terst minor (3 semitone), dan kuint murni (7 semitone). Contoh: C-Eb-G. | Akor minor sering kali dipersepsikan memiliki kesan suara yang sedih, gelap, atau melankolis. Terdiri dari [[Nada|nada]] dasar, terst minor (3 semitone), dan kuint murni (7 semitone). Contoh: [[C]]-Eb-[[G]]. | ||
=== Akor Diminished === | === Akor Diminished === | ||
Akor ini memiliki kesan suara yang tegang dan tidak stabil (disonansi). Terdiri dari tumpukan interval terst minor. Contoh: C-Eb-Gb. | Akor ini memiliki kesan suara yang tegang dan tidak stabil (disonansi). Terdiri dari tumpukan interval terst minor. Contoh: [[C]]-Eb-Gb. | ||
=== Akor Augmented === | === Akor Augmented === | ||
Akor augmented memiliki kesan suara yang mengambang atau misterius. Terdiri dari [[Nada|nada]] dasar, terst mayor, dan kuint yang dinaikkan (''augmented fifth''). Contoh: C-E-G#. | Akor augmented memiliki kesan suara yang mengambang atau misterius. Terdiri dari [[Nada|nada]] dasar, terst mayor, dan kuint yang dinaikkan (''augmented fifth''). Contoh: [[C]]-[[E]]-[[G]]#. | ||
== Fungsi dalam Harmoni == | == Fungsi dalam [[Harmoni]] == | ||
Dalam sistem [[Tonalitas|tonal]], akor memiliki fungsi spesifik dalam sebuah tangga [[Nada|nada]]: | Dalam sistem [[Tonalitas|tonal]], akor memiliki fungsi spesifik dalam sebuah tangga [[Nada|nada]]: | ||
# '''Tonika (I):''' Akor rumah yang memberikan kesan penyelesaian atau istirahat. | # '''Tonika ([[I]]):''' Akor rumah yang memberikan kesan penyelesaian atau istirahat. | ||
# '''Dominan (V):''' Akor yang menciptakan ketegangan kuat yang menuntut penyelesaian kembali ke Tonika. | # '''Dominan ([[V]]):''' Akor yang menciptakan ketegangan kuat yang menuntut penyelesaian kembali ke Tonika. | ||
# '''Subdominan (IV):''' Akor yang berfungsi sebagai jembatan atau pengembang [[Harmoni|harmoni]] menuju Dominan. | # '''Subdominan (IV):''' Akor yang berfungsi sebagai jembatan atau pengembang [[Harmoni|harmoni]] menuju Dominan. | ||
== Notasi Akor == | == Notasi Akor == | ||
Akor dapat dituliskan dalam berbagai bentuk notasi: | Akor dapat dituliskan dalam berbagai bentuk notasi: | ||
* '''Notasi Huruf:''' Menggunakan huruf kapital seperti C, Am, G7, atau Dmaj7. | * '''Notasi [[Huruf]]:''' Menggunakan huruf kapital seperti C, Am, G7, atau Dmaj7. | ||
* '''Angka Romawi:''' Digunakan dalam analisis [[Harmoni|harmoni]] untuk menunjukkan tingkatan akor dalam sebuah tangga [[Nada|nada]] (misalnya: I, IV, V). | * '''Angka Romawi:''' Digunakan dalam analisis [[Harmoni|harmoni]] untuk menunjukkan tingkatan akor dalam sebuah tangga [[Nada|nada]] (misalnya: I, IV, V). | ||
* '''Notasi Balok:''' Menuliskan [[Nada|nada]]-[[Nada|nada]] penyusun secara vertikal [[Nada]] garis paranada. | * '''Notasi Balok:''' Menuliskan [[Nada|nada]]-[[Nada|nada]] penyusun secara vertikal [[Nada]] garis paranada. | ||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 14.06
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber terpercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. |
|
Representasi kumpulan akor untuk alat musik gitar
|
|
| Karakteristik Teoretis | |
|---|---|
| Bidang | Teori musik, harmoni |
| Elemen penyusun | Nada, interval, nada dasar |
| Jenis utama | Mayor, minor, diminished, augmented |
| Struktur standar | Triad, septim, ekstensi |
| Fungsi harmoni | Tonika, subdominan, dominan |
| Instrumen terkait | Gitar, piano, organ, harpa |
Akor (bahasa Inggris: chord) adalah kumpulan tiga nada atau lebih yang dimainkan secara bersamaan (atau secara berurutan sebagai arpeggio) untuk menghasilkan suatu harmoni. Dalam teori musik, akor biasanya dibangun di atas sebuah nada dasar dengan penambahan interval-interval tertentu, paling umum adalah interval tutis (third) dan kelima (fifth).
Akor berfungsi sebagai dasar harmoni dalam sebagian besar musik Barat dan musik populer dunia. Penggunaan rangkaian akor dalam sebuah lagu dikenal dengan istilah progresif akor atau progresi akor, yang berfungsi untuk memberikan struktur emosional dan melodi Nada sebuah komposisi musik.
Konstruksi dan Struktur
Struktur dasar sebuah akor yang paling umum adalah triad, yaitu akor yang terdiri dari tiga nada berbeda. Komponen utama pembentuk triad meliputi:
- Nada Dasar (Root):Nada yang menjadi landasan dan penentu Nada akor.
- Nada Terst (Third):Nada ketiga dari skala dasar yang menentukan kualitas akor (mayor atau minor).
- Nada Kuint (Fifth): Nada kelima dari skala dasar yang memperkuat stabilitas suara akor.
Jenis-Jenis Akor
Berdasarkan interval antara nada -nada penyusunnya, akor diklasifikasikan menjadi empat kualitas utama:
Akor Mayor
Akor mayor memiliki kesan suara yang cerah, stabil, dan ceria. Terdiri dari nada dasar, terst mayor (4 semitone), dan kuint murni (7 semitone). Contoh: C-E-G.
Akor Minor
Akor minor sering kali dipersepsikan memiliki kesan suara yang sedih, gelap, atau melankolis. Terdiri dari nada dasar, terst minor (3 semitone), dan kuint murni (7 semitone). Contoh: C-Eb-G.
Akor Diminished
Akor ini memiliki kesan suara yang tegang dan tidak stabil (disonansi). Terdiri dari tumpukan interval terst minor. Contoh: C-Eb-Gb.
Akor Augmented
Akor augmented memiliki kesan suara yang mengambang atau misterius. Terdiri dari nada dasar, terst mayor, dan kuint yang dinaikkan (augmented fifth). Contoh: C-E-G#.
Fungsi dalam Harmoni
Dalam sistem tonal, akor memiliki fungsi spesifik dalam sebuah tangga nada:
- Tonika (I): Akor rumah yang memberikan kesan penyelesaian atau istirahat.
- Dominan (V): Akor yang menciptakan ketegangan kuat yang menuntut penyelesaian kembali ke Tonika.
- Subdominan (IV): Akor yang berfungsi sebagai jembatan atau pengembang harmoni menuju Dominan.
Notasi Akor
Akor dapat dituliskan dalam berbagai bentuk notasi:
- Notasi Huruf: Menggunakan huruf kapital seperti C, Am, G7, atau Dmaj7.
- Angka Romawi: Digunakan dalam analisis harmoni untuk menunjukkan tingkatan akor dalam sebuah tangga nada (misalnya: I, IV, V).
- Notasi Balok: Menuliskan nada-nada penyusun secara vertikal Nada garis paranada.
