Lompat ke isi

ASEAN: Perbedaan antara revisi

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Baris 52: Baris 52:
[[Kategori:Asia Tenggara]]
[[Kategori:Asia Tenggara]]
[[Kategori:Geopolitik]]
[[Kategori:Geopolitik]]
{{#related: 1967}}
{{#related: 8 Agustus}}
{{#related: Adam Malik}}

Revisi terkini sejak 10 Agustus 2026 14.03

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (bahasa Inggris: Association of Southeast Asian Nations, disingkat ASEAN) adalah organisasi kawasan geopolitik dan ekonomi dari negara-negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini didirikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, pengembangan kebudayaan, serta menjaga perdamaian dan stabilitas regional di antara negara-negara anggotanya.

ASEAN mencakup wilayah daratan dan lautan seluas lebih dari 4,5 juta kilometer persegi dengan total populasi mencapai lebih dari 670 juta jiwa. Kedudukan Sekretariat ASEAN berada di Jakarta, Indonesia.

Sejarah Pendirian

[sunting | sunting sumber]

Deklarasi Bangkok 1967

[sunting | sunting sumber]

ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok (Deklarasi ASEAN) oleh lima menteri luar negeri dari negara pendiri:

Pendirian organisasi ini terutama didorong oleh dorongan bersama untuk membendung penyebaran pengaruh komunisme selama Perang Dingin, menstabilkan hubungan antarnegara tetangga, serta mempercepat pembangunan ekonomi kawasan pasca-dekolonisasi.

Perkembangan Keanggotaan

[sunting | sunting sumber]

Setelah dibentuk oleh lima negara pendiri, anggota ASEAN bertambah secara bertahap melalui proses ekspansi kawasan:

  1. Brunei Darussalam: Bergabung pada 8 Januari 1984.
  2. Vietnam: Bergabung pada 28 Juli 1995.
  3. Laos: Bergabung pada 23 Juli 1997.
  4. Myanmar: Bergabung pada 23 Juli 1997.
  5. Kamboja: Bergabung pada 30 April 1999.
  6. Timor Leste: Diterima secara prinsip sebagai anggota ke-11 dan sedang menjalani tahapan integrasi penuh.

Tiga Pilar Masyarakat ASEAN

[sunting | sunting sumber]

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-9 tahun 2003 di Bali, para pemimpin sepakat membentuk Masyarakat ASEAN (ASEAN Community) yang ditopang oleh tiga pilar utama:

  • Masyarakat Politik-Keamanan ASEAN (APSC): Memastikan negara-negara di kawasan hidup secara damai, demokratis, dan harmonis tanpa konflik bersenjata.
  • Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA / AEC): Mewujudkan integrasi ekonomi kawasan menuju pasar tunggal dan basis produksi yang kompetitif dengan arus bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil.
  • Masyarakat Sosial-Budaya ASEAN (ASCC): Meningkatkan kualitas hidup masyarakat kawasan melalui kerja sama pendidikan, lingkungan hidup, penanggulangan bencana, dan pelestarian budaya.

Prinsip Utama dan "Prinsip ASEAN"

[sunting | sunting sumber]

Kerja sama antarnegara anggota diatur oleh prinsip-prinsip dasar yang tertuang dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC 1976), antara lain:

  • Penghormatan terhadap kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, dan integritas wilayah seluruh bangsa.
  • Hak setiap negara untuk memimpin keberadaan nasionalnya bebas dari campur tangan luar.
  • Prinsip Non-Intervensi: Tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara anggota lain.
  • Penyelesaian perbedaan atau perselisihan secara damai melalui konsensus (*ASEAN Way*).

Lihat Pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]