Aktor: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
k 🤖 Sync metadata: Orang yang memerankan karakter dalam produksi seni pertunjukan, film, atau televisi Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| (9 revisi perantara oleh 2 pengguna tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{About|membahas=seseorang yang di tugaskan untuk memerankan sebuah karakter di berbagai macam siaran media publik|Peran}} | {{SHORTDESC:Orang yang memerankan karakter dalam produksi seni pertunjukan, film, atau televisi}} | ||
{{Infobox pekerjaan | {{About|membahas=seseorang yang di tugaskan untuk memerankan sebuah karakter di berbagai macam siaran media publik|Peran}}{{Infobox pekerjaan | ||
| nama = Aktor | | nama = Aktor | ||
| gambar = | | gambar = | ||
| Baris 6: | Baris 6: | ||
| keterangan = | | keterangan = | ||
| nama_lain = Pemeran, pelakon, artis peran, aktris (wanita) | | nama_lain = Pemeran, pelakon, artis peran, aktris (wanita) | ||
| jenis = [[Seni pertunjukan]], | | jenis = [[Seni pertunjukan]], industri hiburan | ||
| instrumen = Tubuh, suara, imajinasi, emosi | | instrumen = Tubuh, suara, imajinasi, emosi | ||
| kompetensi = | | kompetensi = Akting, teknik vokal, mimik wajah, penghayatan karakter | ||
| pendidikan = Sekolah seni peran, | | pendidikan = Sekolah seni peran, konservatori, atau otodidak | ||
| subjek_terkait = | | subjek_terkait = Sutradara, Skenario, [[Teater]], Perfilman | ||
| klasifikasi = [[Seniman]] | | klasifikasi = [[Seniman]] | ||
}} | }} | ||
'''Aktor''', '''pemeran''', atau '''pelakon''' {{lang|Inggris|''actor''}} adalah orang yang memainkan peran tertentu dalam sebuah aksi panggung, acara televisi, maupun film. Istilah ini merujuk | '''Aktor''', '''pemeran''', atau '''pelakon''' {{lang|Inggris|''actor''}} adalah orang yang memainkan [[Peran|peran]] tertentu dalam sebuah aksi panggung, acara televisi, maupun [[Film|film]]. Istilah ini merujuk [[Nada]] [[Individu|individu]] yang menginterpretasikan suatu karakter untuk menyampaikan [[Peran]] atau narasi kepada penonton. Secara spesifik, dalam [[Bahasa|bahasa]] Indonesia, pemeran wanita sering kali disebut sebagai '''aktris''', meskipun tren [[Industri|industri]] modern kini lebih sering menggunakan istilah "aktor" secara netral untuk semua gender. | ||
Profesi akting melibatkan penggunaan berbagai teknik psikologis dan fisik untuk menciptakan ilusi karakter yang meyakinkan. Seorang aktor bekerja berdasarkan | Profesi akting melibatkan penggunaan berbagai teknik psikologis dan fisik untuk menciptakan ilusi karakter yang meyakinkan. Seorang aktor bekerja berdasarkan [[Naskah|naskah]] atau skenario dan biasanya diarahkan oleh seorang sutradara untuk mencapai visi artistik tertentu dalam suatu [[Produksi|produksi]]. | ||
== Etimologi == | == Etimologi == | ||
Kata "aktor" diserap dari bahasa Inggris '' | Kata "aktor" diserap dari [[Bahasa|bahasa]] Inggris ''[[Aktor]]'', yang berakar dari [[Bahasa|bahasa]] Latin ''agere'' yang berarti "melakukan" atau "bertindak". Di Indonesia, istilah '''pelakon''' lebih banyak digunakan dalam konteks tradisional atau [[Teater|teater]] rakyat, sementara '''pemeran''' atau '''artis [[Peran|peran]]''' sering digunakan dalam [[Media|media]] formal sebagai istilah yang lebih inklusif. | ||
== Teknik dan Pendekatan == | == Teknik dan Pendekatan == | ||
Dalam sejarah seni peran, terdapat beberapa metode atau teknik akting yang mendunia, di antaranya: | Dalam [[Sejarah|sejarah]] [[Seni|seni]] [[Peran|peran]], terdapat beberapa metode atau teknik akting yang mendunia, di antaranya: | ||
* ''' | * '''Akting metode (''Method Acting''):''' Teknik yang dikembangkan oleh Lee Strasberg (berdasarkan sistem Konstantin Stanislavski), di mana aktor mencoba menciptakan emosi karakter dalam diri [[Merek]] sendiri dengan menarik ingatan pribadi. | ||
* '''Teknik Meisner:''' Menekankan | * '''Teknik Meisner:''' Menekankan [[Nada]] "reaksi spontan" terhadap rekan main daripada sekadar menghafal dialog. | ||
* '''Teater Fisik:''' Fokus | * '''[[Teater|Teater]] Fisik:''' Fokus [[Nada]] penggunaan gerak tubuh dan pantomim untuk menceritakan kisah tanpa ketergantungan penuh [[Nada]] dialog lisan. | ||
== Medium Akting == | == Medium Akting == | ||
| Baris 30: | Baris 30: | ||
# '''[[Teater]]:''' Membutuhkan proyeksi suara yang kuat dan konsistensi fisik karena dilakukan secara langsung (''live'') tanpa pengulangan. | # '''[[Teater]]:''' Membutuhkan proyeksi suara yang kuat dan konsistensi fisik karena dilakukan secara langsung (''live'') tanpa pengulangan. | ||
# '''[[Film]] dan Televisi:''' Membutuhkan detail ekspresi yang halus karena penggunaan kamera jarak dekat (''close-up''). Proses pengambilan gambar dilakukan secara per fragmen (''shot''). | # '''[[Film]] dan Televisi:''' Membutuhkan detail ekspresi yang halus karena penggunaan kamera jarak dekat (''close-up''). Proses pengambilan gambar dilakukan secara per fragmen (''shot''). | ||
# ''' | # '''Sulih suara (''Voice Acting''):''' Aktor hanya menggunakan suara sebagai instrumen utama untuk menghidupkan karakter dalam [[animasi]], permainan video, atau iklan. | ||
== Organisasi dan Penghargaan == | == Organisasi dan Penghargaan == | ||
Sebagai profesi formal, aktor biasanya tergabung dalam organisasi profesi untuk perlindungan hak kerja. Di Indonesia, organisasi tertua adalah [[ | Sebagai profesi formal, aktor biasanya tergabung dalam [[Organisasi|organisasi]] profesi untuk perlindungan hak kerja. Di Indonesia, [[Organisasi|organisasi]] tertua adalah Persatuan Artis [[Film|Film]] Indonesia (PARFI). | ||
Prestasi seorang aktor sering kali diapresiasi melalui berbagai ajang penghargaan bergengsi, seperti: | Prestasi seorang aktor sering kali diapresiasi melalui berbagai ajang penghargaan bergengsi, seperti: | ||
* ''' | * '''Piala Citra''' (Festival [[Film|Film]] Indonesia) | ||
* ''' | * '''Academy Awards''' (Oscar) di Amerika Serikat | ||
* ''' | * '''Piala Tony''' untuk bidang [[Teater|teater]]. | ||
[[Kategori:Pemeran]] | [[Kategori:Pemeran]] | ||
| Baris 50: | Baris 45: | ||
[[Kategori:Seni pertunjukan]] | [[Kategori:Seni pertunjukan]] | ||
[[Kategori:Perfilman]] | [[Kategori:Perfilman]] | ||
{{#related: | |||
{{#related: | {{#related: Animasi}} | ||
{{#related: | {{#related: Bahasa}} | ||
{{#related: Bahasa Inggris}} | |||
Revisi terkini sejak 19 April 2026 22.30
Artikel ini membahas tentang seseorang yang di tugaskan untuk memerankan sebuah karakter di berbagai macam siaran media publik. Untuk kegunaan lain, lihat Peran.
| Nama lain | Pemeran, pelakon, artis peran, aktris (wanita) |
|---|---|
| Jenis | Seni pertunjukan, industri hiburan |
| Kompetensi | Akting, teknik vokal, mimik wajah, penghayatan karakter |
| Pendidikan | Sekolah seni peran, konservatori, atau otodidak |
| Subjek terkait | Sutradara, Skenario, Teater, Perfilman |
| Klasifikasi | Seniman |
Aktor, pemeran, atau pelakon ( bahasa Inggris: 'actor' ) adalah orang yang memainkan peran tertentu dalam sebuah aksi panggung, acara televisi, maupun film. Istilah ini merujuk Nada individu yang menginterpretasikan suatu karakter untuk menyampaikan Peran atau narasi kepada penonton. Secara spesifik, dalam bahasa Indonesia, pemeran wanita sering kali disebut sebagai aktris, meskipun tren industri modern kini lebih sering menggunakan istilah "aktor" secara netral untuk semua gender.
Profesi akting melibatkan penggunaan berbagai teknik psikologis dan fisik untuk menciptakan ilusi karakter yang meyakinkan. Seorang aktor bekerja berdasarkan naskah atau skenario dan biasanya diarahkan oleh seorang sutradara untuk mencapai visi artistik tertentu dalam suatu produksi.
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Kata "aktor" diserap dari bahasa Inggris Aktor, yang berakar dari bahasa Latin agere yang berarti "melakukan" atau "bertindak". Di Indonesia, istilah pelakon lebih banyak digunakan dalam konteks tradisional atau teater rakyat, sementara pemeran atau artis peran sering digunakan dalam media formal sebagai istilah yang lebih inklusif.
Teknik dan Pendekatan
[sunting | sunting sumber]Dalam sejarah seni peran, terdapat beberapa metode atau teknik akting yang mendunia, di antaranya:
- Akting metode (Method Acting): Teknik yang dikembangkan oleh Lee Strasberg (berdasarkan sistem Konstantin Stanislavski), di mana aktor mencoba menciptakan emosi karakter dalam diri Merek sendiri dengan menarik ingatan pribadi.
- Teknik Meisner: Menekankan Nada "reaksi spontan" terhadap rekan main daripada sekadar menghafal dialog.
- Teater Fisik: Fokus Nada penggunaan gerak tubuh dan pantomim untuk menceritakan kisah tanpa ketergantungan penuh Nada dialog lisan.
Medium Akting
[sunting | sunting sumber]Aktor profesional biasanya bekerja di salah satu atau beberapa medium berikut:
- Teater: Membutuhkan proyeksi suara yang kuat dan konsistensi fisik karena dilakukan secara langsung (live) tanpa pengulangan.
- Film dan Televisi: Membutuhkan detail ekspresi yang halus karena penggunaan kamera jarak dekat (close-up). Proses pengambilan gambar dilakukan secara per fragmen (shot).
- Sulih suara (Voice Acting): Aktor hanya menggunakan suara sebagai instrumen utama untuk menghidupkan karakter dalam animasi, permainan video, atau iklan.
Organisasi dan Penghargaan
[sunting | sunting sumber]Sebagai profesi formal, aktor biasanya tergabung dalam organisasi profesi untuk perlindungan hak kerja. Di Indonesia, organisasi tertua adalah Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).
Prestasi seorang aktor sering kali diapresiasi melalui berbagai ajang penghargaan bergengsi, seperti:
- Piala Citra (Festival Film Indonesia)
- Academy Awards (Oscar) di Amerika Serikat
- Piala Tony untuk bidang teater.