Bahasa Inggris
| English | |
|
|
|
| Profil Bahasa | |
|---|---|
| Dituturkan di | Seluruh dunia (terutama di Anglosfer) |
| Total penutur | Sekitar 1,4 miliar (2023) • Penutur jati: ~380 juta • Penutur bahasa kedua: ~1,08 miliar |
| Rumpun bahasa | Indo-Eropa • Jermanik •• Jermanik Barat ••• Anglo-Frisia •••• Inggris |
| Sistem penulisan | Alfabet Latin (Alfabet bahasa Inggris) |
| Status Resmi | |
| Bahasa resmi di | 67 negara berdaulat, 27 entitas non-berdaulat, PBB, Uni Eropa, dll. |
| Lembaga pengatur | Tidak ada pengatur resmi (De facto: Oxford English Dictionary, Merriam-Webster) |
| Kode Bahasa | |
| ISO 639-1 | en |
| ISO 639-2 | eng |
| ISO 639-3 | eng |
Bahasa Inggris (bahasa Inggris: English) adalah sebuah Bahasa Jermanik Barat yang dituturkan secara luas dan pertama kali diucapkan di Inggris pada Abad Pertengahan Awal. Saat ini, bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak dituturkan di dunia jika menggabungkan penutur jati dan penutur sebagai bahasa kedua. Bahasa ini dinamai dari suku Angle, salah satu suku Jermanik kuno yang bermigrasi ke pulau Britania Raya dan wilayahnya kemudian dikenal sebagai "England" (Tanah suku Angle).
Bahasa Inggris merupakan basantara (Lingua franca) utama di dunia modern, mendominasi komunikasi internasional, bisnis, ilmu pengetahuan, teknologi, penerbangan, hiburan, radio, dan diplomasi. Persebaran bahasa Inggris yang masif dan pengaruh globalnya sangat didorong oleh ekspansi Kemaharajaan Britania dari abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20, serta hegemoni ekonomi dan budaya dari Amerika Serikat sejak akhir Perang Dunia II.
Sejarah
Sejarah bahasa Inggris secara umum dibagi menjadi empat periode utama:
Bahasa Inggris Kuno (Abad ke-5 hingga 11)
Bahasa Inggris berakar dari bahasa-bahasa Jermanik yang dibawa ke Britania oleh para pemukim Anglo-Saxon (suku Angle, Saxon, dan Jute) dari tempat yang sekarang disebut Jerman utara dan semenanjung Jutlandia di Denmark mulai pertengahan abad ke-5. Sebelum kedatangan mereka, penduduk asli Britania menuturkan bahasa-bahasa Keltik. Kosakata pada periode ini sebagian besar murni berakar dari bahasa Jermanik. Karya sastra paling terkenal dari periode ini adalah epos Beowulf.
Bahasa Inggris Pertengahan (Abad ke-11 hingga 15)
Periode ini dimulai setelah Penaklukan Norman atas Inggris pada tahun 1066. Kelas penguasa baru dari Normandia membawa bentuk bahasa Prancis Norman, yang secara signifikan memengaruhi tata bahasa dan kosakata bahasa Inggris. Ribuan kata serapan dari bahasa Prancis dan Latin (terutama yang berkaitan dengan pemerintahan, hukum, militer, dan aristokrasi) masuk ke dalam perbendaharaan bahasa Inggris, menciptakan lapisan kosakata ganda antara akar Jermanik kuno dan kosakata Roman. Karya monumental dari era ini adalah The Canterbury Tales oleh Geoffrey Chaucer.
Bahasa Inggris Modern Awal (Abad ke-15 hingga 17)
Periode ini ditandai oleh fenomena pergeseran fonologis yang disebut Pergeseran Vokal Besar (Great Vowel Shift), di mana pengucapan vokal panjang bahasa Inggris berubah secara dramatis. Penemuan mesin cetak oleh William Caxton di London menstandardisasi ejaan dan tata bahasa. Era ini merupakan masa keemasan literatur Inggris dengan munculnya karya-karya William Shakespeare dan penerjemahan Alkitab Raja James, yang sangat memengaruhi kemunculan banyak idiom bahasa Inggris modern.
Bahasa Inggris Modern Akhir (Abad ke-18 hingga sekarang)
Perbedaan utama antara bahasa Inggris Modern Awal dan Akhir terletak pada penambahan kosakata. Revolusi Industri menciptakan kebutuhan mendesak akan kata-kata baru untuk mendeskripsikan teknologi dan konsep sains yang belum pernah ada sebelumnya. Selain itu, seiring penaklukan Kemaharajaan Britania yang mencakup seperempat luas daratan bumi, bahasa Inggris menyerap banyak kata dari berbagai belahan dunia (misalnya bahasa Hindi, bahasa Arab, dan penduduk asli Amerika).
Klasifikasi dan filogeni
Bahasa Inggris merupakan anggota dari cabang Anglo-Frisia dari subkelompok Jermanik Barat di dalam keluarga bahasa Indo-Eropa. Secara genealogi, kerabat hidup terdekat dari bahasa Inggris adalah Bahasa Skots (dituturkan di Skotlandia) dan Bahasa Frisia (dituturkan di pinggiran pesisir Belanda dan Jerman barat laut).
Meskipun secara sintaksis dan struktur intinya adalah bahasa Jermanik, lebih dari 60% kosakata bahasa Inggris modern diserap dari bahasa Roman (bahasa Latin dan Prancis). Hal ini sering kali membuat bahasa Inggris digambarkan secara tidak resmi sebagai "bahasa campuran" yang menjembatani keluarga Jermanik dan Roman.
Fonologi
Sistem fonologi bahasa Inggris cukup kompleks. Bahasa Inggris umumnya diakui memiliki variasi dialek yang sangat besar dalam hal pelafalan vokal.
- Vokal: Dialek bahasa Inggris pada umumnya memiliki 14 hingga 20 fonem vokal, yang merupakan jumlah yang tergolong banyak dibandingkan dengan mayoritas bahasa di dunia (yang rata-rata hanya memiliki 5 hingga 7 vokal).
- Konsonan: Terdapat 24 fonem konsonan yang direpresentasikan dalam sistem suara bahasa Inggris. Salah satu ciri khas bahasa Inggris adalah keberadaan suara frikatif dental tak bersuara /θ/ (seperti pada kata thing) dan bersuara /ð/ (seperti pada this), yang cukup jarang ditemukan di bahasa-bahasa lain di Eropa.
- Irama dan tekanan: Bahasa Inggris adalah bahasa berbasis tekanan (stress-timed), yang berarti bahwa jeda antara suku kata yang mendapat tekanan cenderung sama, terlepas dari seberapa banyak suku kata tanpa tekanan di antara mereka. Ini menyebabkan reduksi vokal pada suku kata yang tidak ditekankan menjadi bunyi netral (schwa).
Tata bahasa (Gramatika)
Berbeda dengan bahasa Inggris Kuno yang sangat berinfleksi (sintesis) mirip dengan bahasa Jerman modern atau bahasa Latin, bahasa Inggris Modern telah kehilangan sebagian besar sistem infleksi akhirnya dan menjadi bahasa yang sangat analitis.
Beberapa karakteristik tata bahasa Inggris:
- Urutan kata: Karena hilangnya penanda kasus tata bahasa, bahasa Inggris sangat bergantung pada urutan kata untuk menyampaikan makna gramatikal. Urutan dasar secara universal adalah Subjek-Predikat-Objek (SVO).
- Ketiadaan gender gramatikal: Bahasa Inggris telah kehilangan kelas kata benda berdasarkan jenis kelamin (maskulin, feminin, netral) untuk benda mati. Pembedaan jenis kelamin hanya berlaku pada pronomina orang ketiga tunggal (he, she, it).
- Kata kerja bantu: Bahasa Inggris sangat bergantung pada kata kerja bantu (auxiliary verbs) seperti do, have, be, dan modal seperti will, can, must, untuk membentuk kalimat tanya, negasi, dan kala (tense).
Kosakata
Akar kosakata inti bahasa Inggris (seperti angka, pronomina, dan kata kerja dasar) sepenuhnya adalah Jermanik. Namun, hasil dari penaklukan Norman dan pengaruh Renaisans memunculkan distribusi kosakata yang unik:
- 26% akar bahasa Jermanik (Inggris Kuno, Norse Kuno)
- 29% akar bahasa Prancis (terutama Prancis Norman)
- 29% akar bahasa Latin
- 6% akar bahasa Yunani
- 10% diserap dari bahasa-bahasa lainnya di dunia atau diciptakan secara hibrida.
Struktur leksikal yang masif ini memberi penutur bahasa Inggris keleluasaan luar biasa untuk memilih tingkat formalitas. Sebagai contoh, untuk konsep "tempat tinggal", bahasa Inggris memiliki kata Jermanik dasar home, kata netral Roman house (dari Prancis), hingga kata formal Latin residence.
Sistem penulisan
Bahasa Inggris ditulis menggunakan Alfabet Latin yang terdiri dari 26 huruf (A hingga Z). Sistem ortografi (ejaan) bahasa Inggris dianggap sebagai salah satu yang paling rumit dan tidak konsisten dari semua bahasa Eropa modern. Hal ini terjadi karena pelafalan kata-kata bahasa Inggris terus berevolusi (seperti saat Great Vowel Shift), sementara ejaan standarnya telah "dibekukan" oleh mesin cetak semenjak abad ke-15. Akibatnya, bahasa Inggris disebut memiliki tingkat ortografi yang sangat dalam, di mana satu huruf atau kombinasi huruf dapat dibaca dalam berbagai cara yang berbeda (misalnya ough dalam kata though, through, tough, cough).
Status global
Bahasa Inggris diajarkan sebagai bahasa asing utama di lebih dari 100 negara. Organisasi-organisasi internasional multirateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dan Komite Olimpiade Internasional menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kerja resmi.
Pertumbuhan bahasa Inggris telah memicu pembentukan berbagai dialek makro global dan kreol. Standar pengajaran internasional utamanya terbagi menjadi dua poros dominan: Bahasa Inggris Britania (British English) dan Bahasa Inggris Amerika (American English). Perbedaan antara keduanya sebagian besar berada pada tingkat aksen, ejaan (misalnya, colour vs color), dan kosakata spesifik (misalnya, lift vs elevator), tetapi keduanya sepenuhnya saling terpahami.
Lihat pula
- Sejarah bahasa Inggris
- Daftar kata serapan dari bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia
- Anglosfer
- TOEFL dan IELTS
Referensi
