Ensiklopedia umum
Ensiklopedia umum (bahasa Inggris: general encyclopedia) adalah sebuah kompendium atau karya referensi komprehensif yang dirancang untuk menyediakan rangkuman informasi dari seluruh cabang ilmu pengetahuan umat manusia. Berbeda dengan ensiklopedia khusus yang hanya memusatkan fokus pada satu bidang studi tertentu (seperti ensiklopedia medis atau ensiklopedia filsafat), ensiklopedia umum berupaya menyajikan artikel, entri, dan definisi mengenai subjek dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari sejarah, geografi, sains, seni, budaya, hingga biografi tokoh penting.
| Ensiklopedia umum | |
|---|---|
|
Halaman judul dari volum pertama Encyclopédie (1751) karya Denis Diderot dan Jean le Rond d'Alembert, salah satu tonggak sejarah ensiklopedia umum dunia.
|
|
| Informasi Publikasi | |
| Jenis | Karya referensi |
| Format | Cetak, digital, dan Daring |
| Bahasa Utama | Berbagai bahasa (Universal) |
| Penerbit | Berbagai penerbit akademik, komersial, dan komunitas sumber terbuka |
| Tahun Rilis | Sejak zaman kuno (format awal) hingga era modern |
Karya ini secara tradisional bertindak sebagai gerbang utama bagi pembaca untuk mendapatkan wawasan dasar, fakta tepercaya, dan ikhtisar mengenai suatu topik sebelum mereka melakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam. Ensiklopedia umum telah berevolusi dari format manuskrip pada zaman kuno, berjilid-jilid buku cetak pada Abad Pertengahan dan Era Pencerahan, hingga menjadi pangkalan data digital dan situs web kolaboratif di era modern.
Karakteristik utama
suntingSebuah ensiklopedia umum dapat diidentifikasi melalui empat elemen karakteristik utama yang membedakannya dari literatur referensi lainnya:
- Ruang lingkup (Scope): Ruang lingkup ensiklopedia umum adalah universal atau mencakup semua hal. Hal ini menuntut tim redaksi atau penyusun untuk mengumpulkan pengetahuan dari seluruh disiplin ilmu manusia tanpa membatasi diri pada demografi atau profesi tertentu.
- Format dan Pengorganisasian: Entri-entri atau artikel biasanya disusun secara alfabetis (A–Z) untuk memudahkan pencarian. Beberapa ensiklopedia umum pada masa lalu juga mencoba sistem klasifikasi hierarkis atau tematis, di mana artikel dikelompokkan berdasarkan kategori keilmuan besar.
- Audiens target: Ensiklopedia umum ditulis untuk masyarakat umum (general audience), bukan khusus untuk kaum akademisi atau spesialis. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan cenderung deskriptif, mudah dipahami, dan menghindari jargon teknis yang berlebihan, kecuali jika dijelaskan di dalam teks tersebut.
- Metode kompilasi: Proses pembuatannya secara historis melibatkan ratusan hingga ribuan kontributor yang merupakan ahli di bidangnya masing-masing, diawasi oleh sebuah dewan redaksi utama. Di era digital, model kompilasi ini berkembang menjadi sumber terbuka (crowdsourcing), seperti yang digunakan oleh Wikipedia.
Perbedaan dengan kamus
suntingWalaupun sama-sama merupakan buku rujukan yang sering disusun secara alfabetis, ensiklopedia umum memiliki perbedaan mendasar dengan kamus. Kamus lebih memfokuskan diri pada data linguistik suatu kata—seperti ejaan, pengucapan, arti, asal-usul (etimologi), dan kelas kata. Sementara itu, ensiklopedia umum berfokus pada subjek atau entitas yang diwakili oleh kata tersebut. Jika sebuah kamus mendefinisikan apa arti kata "Kucing", ensiklopedia umum akan memaparkan artikel panjang mengenai anatomi, sejarah evolusi, klasifikasi ilmiah, dan hubungan kucing dengan manusia.
Sejarah
suntingZaman Kuno dan Abad Pertengahan
suntingIde untuk mengumpulkan seluruh pengetahuan dunia di satu tempat telah ada sejak era Yunani Kuno dan Romawi Kuno. Karya ensiklopedis paling awal yang sintas hingga saat ini adalah Naturalis Historia yang ditulis oleh ilmuwan Romawi, Plinius yang Tua pada abad pertama Masehi. Karya ini terdiri dari 37 bab yang mencakup bidang botani, zoologi, astronomi, geologi, dan seni rupa. Karya referensi penting lainnya dari Abad Pertengahan termasuk Etymologiae oleh Isidorus dari Sevilla pada awal abad ke-7, yang menyintesis pengetahuan dari periode klasik akhir.
Di Dunia Islam, kompilasi ilmu pengetahuan universal juga sangat pesat. Salah satu contoh yang menonjol adalah karya Ibnu Sina dan ensiklopedia monumental peninggalan Kekaisaran Tiongkok yaitu Ensiklopedia Yongle (abad ke-15) yang merupakan ensiklopedia terbesar di dunia sebelum dikalahkan oleh Wikipedia pada abad ke-21.
Era Pencerahan (Abad ke-18)
suntingKonsep ensiklopedia umum modern yang kita kenal saat ini—dengan sistem referensi silang dan pengorganisasian entri secara cermat—mulai terbentuk pada masa Abad Pencerahan. Karya Prancis Encyclopédie (diterbitkan 1751–1772) yang disunting oleh Denis Diderot dan Jean le Rond d'Alembert secara besar-besaran merevolusi konsep karya rujukan. Karya ini bertujuan tidak hanya sekadar mencatat ilmu pengetahuan, tetapi juga mengubah cara masyarakat berpikir, dengan menyebarkan gagasan rasionalisme ke publik luas. Di Inggris, Encyclopædia Britannica memulai publikasi pertamanya di Skotlandia pada tahun 1768, yang kelak menjadi ensiklopedia cetak berbahasa Inggris yang paling otoritatif di dunia.
Abad ke-19 dan ke-20
suntingAbad ke-19 dan awal abad ke-20 sering disebut sebagai "Masa Keemasan Ensiklopedia Cetak". Penerbitan menjadi lebih terjangkau karena kemajuan teknologi mesin cetak mekanik dan pembuatan kertas. Di Jerman, Ensiklopedia Brockhaus (Brockhaus Enzyklopädie) mempelopori format artikel-artikel ensiklopedis yang lebih singkat dan padat (berbeda dengan risalah panjang ala Britannica), yang kemudian banyak diadaptasi oleh penerbit di seluruh Eropa dan Amerika. Di Amerika Serikat, bermunculan ensiklopedia umum untuk konsumsi rumah tangga seperti Encyclopedia Americana dan Collier's Encyclopedia.
Era Digital dan Daring
suntingMemasuki akhir abad ke-20, ukuran ensiklopedia umum yang mencapai puluhan jilid fisik mulai dianggap tidak praktis, sulit diperbarui, dan memakan banyak biaya pencetakan. Transisi digital pertama dipelopori oleh peluncuran ensiklopedia berbasis CD-ROM seperti Microsoft Encarta pada tahun 1993, yang menggabungkan teks dengan multimedia audio-visual.
Revolusi terbesar dalam lanskap ensiklopedia umum terjadi pada tahun 2001 dengan diluncurkannya Wikipedia. Menggunakan sistem Wiki dan lisensi konten bebas, Wikipedia memungkinkan penyuntingan kolaboratif dari relawan di seluruh dunia dalam waktu nyata (real-time). Wikipedia berhasil mendemokratisasi akses pengetahuan, menjadikan ensiklopedia umum tidak lagi sekadar barang mewah yang hanya dimiliki oleh kaum elit atau perpustakaan besar, melainkan sesuatu yang dapat diakses secara gratis oleh siapa pun yang memiliki koneksi Internet.
Peran dan pengaruh dalam masyarakat
suntingSepanjang sejarah, ensiklopedia umum telah bertindak sebagai instrumen vital dalam dunia pendidikan, literasi, dan preservasi warisan budaya intelektual manusia. Karya ini berfungsi sebagai pengarsip memori kolektif yang mendokumentasikan pencapaian manusia lintas era. Sebelum kemunculan mesin pencari internet modern, jilid-jilid ensiklopedia umum berfungsi sebagai "internet analog" yang menjadi pusat rujukan mutlak di sekolah, perpustakaan, dan rumah tangga untuk menjawab pertanyaan faktual.
Contoh ensiklopedia umum terkemuka
suntingBeberapa ensiklopedia umum yang paling berpengaruh dalam sejarah dunia meliputi:
- Encyclopædia Britannica - Dikenal sebagai salah satu yang paling otoritatif (cetak dan daring).
- Wikipedia - Ensiklopedia daring, bebas, komprehensif, dan multibahasa dengan jumlah entri terbesar di dunia.
- Ensiklopedia Brockhaus - Ensiklopedia umum utama berbahasa Jerman.
- Encyclopædia Universalis - Ensiklopedia umum utama berbahasa Prancis.
- Microsoft Encarta - Ensiklopedia digital era awal yang saat ini telah ditutup.
- Ensiklopedia Nasional Indonesia - Salah satu ensiklopedia umum berbahasa Indonesia berskala besar yang diterbitkan pada akhir tahun 1980-an.
Lihat pula
suntingReferensi
sunting
