Mei
|
Ilustrasi Mei dari kalender Les Très Riches Heures du duc de Berry (sekitar abad ke-15).
|
|
| Karakteristik Kalender | |
|---|---|
| Bulan ke- | 5 (Kelima) |
| Jumlah hari | 31 |
| Sebelumnya | April |
| Selanjutnya | Juni |
| Detail Lainnya | |
| Dinamai berdasarkan | Maia, dewi kesuburan dan pertumbuhan bumi Romawi/Yunani |
| Musim (B. Utara) | Musim semi |
| Musim (B. Selatan) | Musim gugur |
| Simbolisme Astrologi | |
| Zodiak | Taurus (hingga 20 Mei) Gemini (sejak 21 Mei) |
| Batu kelahiran | Zamrud (Emerald) |
| Bunga | Lili lembah (Lily of the valley) dan Hawthorn |
Mei adalah bulan kelima dalam kalender Julian dan kalender Gregorian, dan merupakan salah satu dari tujuh bulan dalam setahun yang memiliki panjang 31 hari. Nama bulan ini diserap dari bahasa Belanda, mei, yang berakar dari bahasa Latin klasik, Maius.
Bulan Mei secara astronomis dan meteorologis menandai pertengahan hingga akhir musim semi di Belahan Bumi Utara. Sebaliknya, di Belahan Bumi Selatan, bulan ini bertepatan dengan pertengahan hingga akhir musim gugur. Oleh karena itu, bulan Mei di Belahan Bumi Selatan memiliki karakteristik iklim dan musim yang ekuivalen dengan bulan November di Belahan Bumi Utara.
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Nama bulan Maius dinamai berdasarkan dewi Maia dari mitologi Yunani dan Romawi. Dalam tradisi Romawi, dewi Maia dipandang sebagai dewi kesuburan, pertumbuhan, dan konsep perwujudan bumi yang mulai memunculkan hasil alam. Ia sering disamakan dengan dewi pelindung bumi Romawi, Bona Dea, yang perayaan festivalnya kebetulan juga diselenggarakan pada bulan ini. Cendekiawan dan penyair Romawi, Ovidius, juga memberikan etimologi alternatif yang menyebutkan bahwa nama bulan ini mungkin diturunkan dari kata bahasa Latin maiores (yang berarti "para tetua"), berlawanan dengan bulan Juni yang menurutnya berasal dari iuniores ("kaum muda").
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Pada era kalender Romawi kuno (kalender Romulus) yang hanya terdiri dari sepuluh bulan dan dimulai pada bulan Maret, Maius (Mei) merupakan bulan ketiga dalam satu tahun kalender. Pada masa itu, Mei sudah memiliki panjang 31 hari.
Ketika raja kedua Roma, Numa Pompilius, menyisipkan bulan Januari dan Februari pada sekitar tahun 713 SM, posisi Mei bergeser menjadi bulan kelima dari permulaan tahun. Posisi dan jumlah hari tersebut tetap tidak berubah bahkan ketika Julius Caesar memberlakukan reformasi kalendernya pada tahun 45 SM (kalender Julian).
Dalam keagamaan Romawi kuno, bulan Mei dianggap sebagai bulan yang memiliki nuansa religius khusus. Festival Lemuralia (atau Lemuria) diadakan pada pertengahan Mei (tanggal 9, 11, dan 13), di mana orang Romawi kuno melakukan ritual eksorsisme atau pembersihan rumah untuk menenangkan roh-roh orang mati (lemures). Karena festival orang mati ini jatuh pada bulan Mei, masyarakat Romawi kuno memiliki takhayul bahwa melangsungkan pernikahan di bulan ini akan membawa kesialan.
Karakteristik astronomi dan kalender
[sunting | sunting sumber]Bulan Mei memiliki keunikan penanggalan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Di dalam tahun kalender yang sama (baik pada tahun biasa maupun tahun kabisat), tidak ada satu pun bulan lain yang dimulai pada hari yang sama dengan permulaan bulan Mei. Demikian pula, tidak ada bulan lain di tahun yang sama yang berakhir pada hari yang sama dengan berakhirnya bulan Mei.
Hujan meteor Eta Aquariids biasanya muncul pada bulan ini. Hujan meteor ini merupakan fenomena langit tahunan yang memancarkan meteornya dari debu Komet Halley, dan umumnya mencapai puncaknya pada sekitar tanggal 6 Mei setiap tahun.
Simbolisme
[sunting | sunting sumber]Berikut adalah identitas simbolis yang secara tradisional dikaitkan dengan bulan Mei:
- Batu kelahiran: Batu kelahiran untuk bulan ini adalah Zamrud (Emerald). Batu permata hijau ini melambangkan kelahiran kembali, cinta yang mendalam, kesuburan, dan kebijaksanaan.
- Bunga kelahiran: Bunga yang dikaitkan dengan bulan ini adalah Lili lembah (Lily of the valley), yang menyimbolkan kepolosan, kerendahan hati, dan kembalinya kebahagiaan; serta bunga Hawthorn yang melambangkan harapan.
- Zodiak: Tanda-tanda zodiak astrologi di bulan ini adalah Taurus (Banteng) yang berlangsung hingga tanggal 20 Mei, dan Gemini (Si Kembar) yang dimulai dari tanggal 21 Mei hingga bulan berakhir.
Perayaan dan Hari Libur
[sunting | sunting sumber]Bulan Mei menjadi tuan rumah bagi beberapa hari penting berskala internasional dan keagamaan. Beberapa di antaranya meliputi:
- 1 Mei: Hari Buruh Internasional (May Day atau Labour Day), sebuah hari libur global yang didedikasikan untuk memperingati perjuangan kelas pekerja dan buruh.
- 3 Mei: Hari Kebebasan Pers Sedunia, diperingati untuk mengevaluasi kebebasan pers di seluruh dunia dan mempertahankan kemerdekaan media.
- 8 Mei: Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia.
- 20 Mei: Hari Kebangkitan Nasional di Indonesia, menandai berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908.
- Hari Minggu Kedua: Hari Ibu dirayakan pada hari ini di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
- Variabel: Hari Raya Waisak, perayaan suci umat Buddha untuk memperingati kelahiran, pencerahan, dan mangkatnya Siddhartha Gautama, sering kali jatuh pada bulan Mei saat malam bulan purnama.
- Variabel: Hari Kenaikan Yesus Kristus dalam agama Kristen umumnya jatuh pada hari Kamis di bulan Mei (tergantung pada tanggal Paskah).
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]
