Nonfiksi
| Asal mula | Tradisi lisan dan pencatatan sejarah pada masa pra-sejarah |
|---|---|
| Fokus utama | Penyampaian fakta, gagasan empiris, observasi, dan riwayat hidup |
| Informasi tambahan | |
| Subgenre utama | Biografi, Autobiografi, Esai, Jurnalisme, Sejarah, Sains populer, Memoar, Buku panduan |
| Format umum | Buku, artikel, film dokumenter, makalah akademik, jurnal |
| Contoh karya | The Diary of a Young Girl (Anne Frank), Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia (Yuval Noah Harari) |
| Tokoh penting | Para sejarawan, jurnalis, ilmuwan, dan penulis esai di seluruh dunia |
Nonfiksi atau mancaneka adalah klasifikasi untuk setiap karya komunikasi (terutama tulisan) yang materinya secara ketat bersandar pada fakta, kenyataan, dan kejadian yang benar-benar terjadi di dunia nyata.
Kebalikan dari fiksi, karya nonfiksi dirancang dan ditulis untuk menyajikan kebenaran sejarah, observasi sains, dan informasi empiris yang dapat diverifikasi. Penulis nonfiksi memikul tanggung jawab atas keakuratan intelektual dari informasi yang disajikannya, dan penyajian materi dalam karya nonfiksi sering kali dinilai berdasarkan tingkat objektivitas serta keakuratan metodologinya.
Meskipun secara tradisional nonfiksi sangat lekat dengan sastra tertulis seperti buku, esai, atau jurnal akademik, klasifikasi nonfiksi juga digunakan untuk mendefinisikan media lain seperti film dokumenter, fotografi jurnalisme, maupun program televisi edukasional. Nonfiksi merupakan salah satu dari dua divisi utama dalam penceritaan dan penulisan literatur, yang mana divisi lainnya adalah fiksi (karya yang bersumber dari imajinasi atau rekaan).
Sejarah dan perkembangan
Cikal bakal literatur nonfiksi dapat ditelusuri kembali ke awal mula penemuan sistem penulisan itu sendiri. Sejak era Sumeria kuno melalui huruf Kuneiform atau peradaban Mesir Kuno melalui Hieroglif, pencatatan inventaris, hukum, dan titah raja merupakan wujud awal dari teks berdasarkan fakta objektif.[1]
Dalam tradisi historiografi Barat, sejarawan Yunani Kuno seperti Herodotos dan Tukidides sering kali dianggap sebagai pionir penceritaan nonfiksi panjang. Mereka mulai menggeser narasi mitologi dengan metode yang lebih sistematis dalam merangkum peristiwa di masa lalu melalui pengumpulan laporan pandangan mata dan analisis peristiwa politik. Pada Abad Pertengahan, penulisan nonfiksi di Eropa umumnya didominasi oleh pencatatan teologi, kronik kerajaan, dan hagiografi (biografi para orang suci).
Seiring dengan munculnya periode Renaisans dan Zaman Pencerahan, metodologi observasi alam semesta dan pencatatan fenomena menjadi semakin berkembang. Penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada pertengahan abad ke-15 memungkinkan produksi pamflet, buletin, dan traktat ilmu pengetahuan yang pada akhirnya menjadi cikal bakal dari jurnalisme modern dan literasi nonfiksi masal.[2]
Karakteristik utama
Sebuah karya dapat diklasifikasikan sebagai nonfiksi apabila memiliki karakteristik yang terikat pada realitas, di antaranya:
- Klaim Kebenaran: Elemen paling mendasar dari nonfiksi adalah adanya kesepakatan tersirat maupun tersurat antara penulis dan pembaca bahwa materi yang disajikan tidak direkayasa. Jika seorang penulis mengklaim karyanya sebagai nonfiksi namun di kemudian hari terbukti berisi karangan imajinatif semata, karya tersebut akan dianggap melanggar kesepakatan dan dapat dikategorikan sebagai plagiarisme kebenaran atau penipuan sastra.
- Bukti dan Verifikasi: Literatur nonfiksi yang baik umumnya menyediakan ruang untuk membuktikan fakta, entah melalui penyertaan daftar pustaka, catatan kaki, referensi langsung, hingga rekaman audio atau visual autentik (seperti kutipan wawancara asli).
- Fleksibilitas Subjektif: Walaupun dituntut harus faktual, sebuah karya nonfiksi tidak harus selalu bersifat objektif murni. Memoar dan esai kritis adalah bentuk nonfiksi subjektif di mana penulis mengutarakan opini, pengalaman pribadi, dan interpretasi spesifik terhadap kejadian yang benar-benar ada.
- Tujuan Praktis: Sebagian besar literatur nonfiksi (seperti buku teks atau manual) bertujuan fungsional dan pedagogis untuk menambah pengetahuan pembaca atau mengajarkan kemampuan tertentu.
Kategori dan subgenre pokok
Nonfiksi mencakup spektrum topik yang sangat luas. Berikut adalah beberapa subgenre utama yang paling umum ditemukan dalam klasifikasi perpustakaan dan dunia penerbitan moderen:
Biografi, autobiografi, dan memoar
Genre ini berpusat pada penulisan riwayat hidup manusia. Biografi adalah narasi tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh pihak ketiga, seringkali melibatkan riset dan wawancara arsip. Sebaliknya, Autobiografi ditulis oleh subjek itu sendiri yang menceritakan keseluruhan hidupnya dari lahir hingga waktu penulisan. Sedangkan Memoar lebih spesifik, di mana penulis menceritakan penggalan era spesifik dalam hidupnya atau memusatkan fokus pada suatu tema tertentu tanpa menceritakan keseluruhan hidupnya secara kronologis.[3]
Sejarah
Teks sejarah memberikan analisis, pencatatan urutan peristiwa, dan dampak dari suatu insiden yang terjadi di masa lalu. Karya-karya nonfiksi sejarah sangat bergantung pada keabsahan dokumen sumber primer maupun sekunder.
Jurnalisme dan laporan
Kategori yang meliputi berita, tajuk rencana, laporan investigasi, dan artikel fitur. Jurnalisme mendokumentasikan fenomena yang tengah terjadi dalam waktu dekat atau masalah kontemporer yang relevan dengan masyarakat. Cabang dari ini, seperti "Jurnalisme sastra" (atau Jurnalisme Baru/New Journalism), menyatukan gaya penulisan penceritaan fiksi yang dramatis tanpa mengorbankan integritas faktual peristiwa yang diangkat.
Sains dan teknis
Termasuk di dalamnya buku ilmiah, makalah akademik, laporan laboratorium, serta literatur sains populer (buku yang menyajikan teori ilmiah kompleks agar lebih mudah dicerna oleh pembaca non-akademik). Tulisan teknis umumnya ditandai dengan penggunaan bahasa yang sangat jelas, efisien, baku, dan instruktif.
Filsafat dan esai pengamatan
Karya tulis yang menganalisis moralitas, teori sistem pemerintahan, pemikiran eksistensial, hingga renungan kultural. Format esai memberikan ruang kebebasan pada sang pengarang untuk mempresentasikan argumen panjang yang logis terhadap suatu kondisi realitas.
Batasan antara fiksi dan nonfiksi
Meski definisi keduanya berlawanan arah secara teknis, terdapat bentuk tulisan hibrida yang mengaburkan batas antara nonfiksi dan fiksi. Genre seperti nonfiksi kreatif (creative nonfiction) memanfaatkan metode penulisan, dialog imajiner (yang dikonstruksi berdasarkan memori), dan struktur naratif yang lazimnya ditemukan pada novel untuk menceritakan fakta sejarah atau laporan kehidupan nyata.[4]
Di sisi lain, genre fiksi sejarah seringkali memanfaatkan tokoh nonfiksi di dunia nyata (seperti tokoh politik) dan memasukkan mereka ke dalam latar yang memuat elemen buatan semata. Terlepas dari keabu-abuan struktur ini, garis batas fundamental antara keduanya tetap berakar pada perjanjian keakuratan: dalam karya fiksi, tokoh maupun kejadian tidak menuntut pertanggungjawaban realitas; sementara dalam nonfiksi, seluruh pilar struktural materi harus dikonfirmasi validitas rekam jejak historisnya.
Etika penulisan nonfiksi
Penulis nonfiksi terikat pada etos integritas profesional. Jika jurnalis atau penulis sejarah ditemukan sengaja merekayasa kejadian, memanipulasi data kutipan, atau melakukan plagiarisme, maka seluruh karyanya sering kali ditarik oleh penerbit. Berbagai institusi perpustakaan global, seperti standar Sistem Klasifikasi Desimal Dewey (DDC), sangat bergantung pada klasifikasi ketat karya-karya untuk memastikan masyarakat tidak menganggap karangan fiksi sebagai bagian dari pengetahuan faktual.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Robinson, Andrew (2007). The Story of Writing: Alphabets, Hieroglyphs & Pictograms. Thames & Hudson.
- ↑ Eisenstein, Elizabeth L. (1980). The Printing Press as an Agent of Change. Cambridge University Press. ISBN 978-0521299558.
- ↑ Zinsser, William (2006). On Writing Well: The Classic Guide to Writing Nonfiction. Harper Perennial. ISBN 978-0060891541.
- ↑ Gutkind, Lee (2012). You Can't Make This Stuff Up: The Complete Guide to Writing Creative Nonfiction. Da Capo Lifelong Books.