Lompat ke isi

Kertas

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Revisi sejak 7 Agustus 2026 16.04 oleh Admin (bicara | kontrib) (🤖 Sync metadata: Bahan tipis yang dihasilkan dari pemadatan serat selulosa)

Kertas adalah bahan tipis yang dihasilkan dengan memadatkan serat selulosa, yang umumnya berasal dari pulp kayu, bambu, jerami, atau kain bekas. Kertas merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah peradaban manusia yang berfungsi sebagai media utama untuk menulis, mencetak, membungkus, serta berbagai kegunaan industri dan domestik.

Meskipun media tulisan digital berkembang pesat di era modern, kertas tetap menjadi komoditas vital dalam industri penerbitan, pendidikan, kemasan, dan sanitasi global.

Sejarah dan Perkembangan

Sejarah pembuatan kertas mengalami evolusi dari media alami hingga pemrosesan mekanis modern.

Penemuan Awal di Tiongkok

Kertas pertama kali ditemukan di Tiongkok pada masa Dinasti Han, sekitar abad ke-2 SM. Penemuan kertas modern secara tradisional dikaitkan dengan seorang pejabat istana bernama Cai Lun pada tahun 105 M. Cai Lun mengembangkan metode pembuatan kertas menggunakan campuran serat kulit kayu murbei, rami, kain bekas, dan jaring ikan yang ditumbuk halus hingga menjadi bubur.

Penyebaran Global

  • Dunia Islam: Pada abad ke-8 Masehi, teknologi pembuatan kertas menyebar ke kawasan Timur Tengah setelah Pertempuran Talas (751 M). Kota Samarkand dan Baghdad menjadi pusat produksi kertas utama yang menggantikan papirus dan perkamen.
  • Eropa: Kertas masuk ke Eropa melalui Semenanjung Iberia (Spanyol) dan Italia pada abad ke-11 hingga ke-12.
  • Revolusi Industri: Pada awal abad ke-19, ditemukannya mesin Fourdrinier memungkinkan pembuatan kertas secara kontinu dalam gulungan besar, yang secara drastis menurunkan biaya produksi.

Proses Pembuatan

Pembuatan kertas modern melibatkan dua tahap utama: pembuatan bubur kayu (pulping) dan pembentukan lembaran kertas.

Pembuatan Pulp (Pulping)

Bahan baku kayu dihancurkan untuk memisahkan serat selulosa dari zat perekat alami kayu (lignin).

  • Proses Kimia (Pulp Kraft): Kayu dimasak dengan bahan kimia asam atau basa untuk melarutkan lignin. Proses ini menghasilkan serat yang kuat dan biasa digunakan untuk kertas berkualitas tinggi.
  • Proses Mekanis: Kayu digiling secara mekanis. Hasilnya memiliki rendemen tinggi tetapi kandungan lignin masih ada, sehingga kertas mudah menguning saat terpapar cahaya (seperti pada kertas koran).

Pembentukan Lembaran

  1. Pencampuran: Pulp dicampur dengan air hingga membentuk suspensi encer (sekitar 99% air).
  2. Penyaringan dan Pembuangan Air: Suspensi dituangkan ke atas sabuk kawat berjalan untuk membuang sebagian besar air.
  3. Pengepresan: Lembaran basah dilewatkan melalui rol pengepres untuk mengeringkan dan memadatkannya.
  4. Pengeringan: Lembaran dilewatkan melalui silinder pemanas untuk menguapkan sisa air hingga mencapai kadar air yang diinginkan.

Jenis-Jenis Kertas

Kertas diproduksi dalam berbagai variasi berdasarkan ketebalan, tekstur, dan kegunaannya:

  • Kertas Cetak dan Tulis: Termasuk kertas HVS (Woodfree Paper), kertas kuarto, dan kertas art paper/coated paper yang dihaluskan untuk cetakan foto atau majalah.
  • Kertas Kemasan: Kertas kraft, karton, dan kardus gelombang (corrugated box) yang dirancang untuk kekuatan struktur tinggi.
  • Kertas Tisu (Sanitasi): Kertas berbobot ringan dan berpori tinggi yang dirancang untuk daya serap cairan (seperti tisu wajah dan kertas toilet).
  • Kertas Khusus: Kertas uang, kertas saring laboratorium, dan kertas foto.

Dampak Lingkungan

Industri kertas memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, antara lain pembalakan hutan (deforestasi), penggunaan energi, dan emisi limbah cair. Untuk mengurangi dampak tersebut, industri modern meningkatkan penggunaan serat daur ulang (kertas bekas) serta menerapkan sertifikasi kelestarian hutan seperti FSC (Forest Stewardship Council).

Lihat Pula

Referensi